In Antara Aku dan Tuhanku Cinta Allah Bersamamu Lomba Review Buku Cinta Allah Bersamamu Nadhira Arini Someday

Cinta Allah Bersamamu (Senantiasa)



Assalamu’alaikum Warramatullah Wabarokatuh,
Allo?

Sekali lagi, bahkan berkali-kali (lagi) aku makin percaya kalo “konsisten” itu tidaklah mudah. Tapi yaudah, terima kasih Kevin, kamu sudah berusaha. Oke, kali ini aku akan coba review sebuah buku, walauuu *disclaimer ya kalau aku bukan orang yang bisa detail untuk me-review sebuah buku.  Buku ini berjudul “CINTA ALLAH BERSAMAMU” bukunya ditulis oleh kak Nadhira Arini (@nadhiraarini) dan diterbitkan oleh Sinergi Edukasi Indonesia. Awalnya aku tahu kak Nadhira Arini itu dari teman yang repost instagram stories-nya, di IG (yaiyalaaa~), terus karena setelah aku baca-baca postingannya dan aku nemuin postingan yang jujur buat healing banget buat hati adem.. then “Tap”, Follow deh…

Eh, back to topic! Alhamdulillah aku sendiri dapet buku cetakan pertama-nya, IDK rasanya pengin langsung baca karyanya waktu itu, sayangnya buku pertama kak Nadhira dah lama release (alhasil nyari juga udah gak ada yang buat). Tahu kabar buku #CintaAllahBersamamu ini mau release, langsung deh ikut PO-nya. Lumayan nunggu sii, agak lama juga soalnya. Tapi-tapi-tapi, Masyaa Allah buku ini Allah hadirkan diwaktu yang tepat, disaat hati lagi gundah dan saat aku butuh banget untuk “disembuhkan” dari rasa keraguan yang mulai buat aku merana.




Alhamdulillahi ‘alaa kulli haal, Jazakillah khairan katsiro Kak Nadhira. Atas izin Allah tentunya, karyamu ini “very meaningful” untuk aku pribadi dan keluargaku. Buku setebal 208 halaman itu serasa jadi “sosok” yang secara gak langsung bilang ke aku untuk inget lagi, untuk resapi lagi, untuk tidak pernah lagi menyangkal bahwasanya Cinta dan Kasih Sayang Allah sangat-sangat luar biasa! Jujur pertama kali baca buku ini itu di dalam masjid, waktu itu IDK WHY? Beneran deh, ada hasrat untuk baca buku ini ke tempat yang tidak biasanya aku baca buku. Jadi aku datang ke masjid sebelum sholat dzuhur, kalau gak salah waktu itu kira-kira sekitar pukul setengah 9 atau 10 gitu. Sesampainya di masjid, jelas sepi dong~ dan justu jadi nyaman banget untuk baca buku, ditambah angin dari luar masuk ke dalam masjid (jadinya sepoi-sepoi tapi gak bikin ngantuk) nyaman banget intinya. 

 
Halaman demi halaman aku baca santai karena memang secara tulisannya menurutku nggak terlalu berat, spacing antara kalimatnya juga pas aja dimata. Oh ya ada rules-nya untuk baca buku ini (How To Read This Book gitu) jadi bacanya disarankan-sangat untuk berurutan karena sudah disusun sedemikian rupa alurnya, biar paham bener kalau bacanya gak lompat-lompat. Seperti yang udah aku bilang, buku ini termasuk bacaan ringan, tapi rasanya setiap tulisannya punya peran masing-masing untuk buat pembacanya mengulik lagi tentang dirinya, aku aja jadi ingat-sekaligus istigfar (terus-terusan) tentang dosa-dosa yang pernah aku lakukan, bak risih, “kapan ya Allah kabulin doa aku? Kenapa lama banget terkabulnya?” Even disaat udah terkabul, aku tetep kurang bersyukur dengan bergumam “Ya Allah kenapa baru terkabul sekarang”. Selain itu, kata-kata kak Nadhira di buku ini menenangkan, jadi seolah kita sebagai pembaca gak cuma dibuat sadar (read: ditampol) dengan dosa yang sudah diperbuat, tapi juga turut ditenangkan kalau “Allah never gives up on you, Allah always by your side, Allah hears every cry, He knows how hard we try, Allah selalu ada untukmu, ” dan lainya.

Karena itu juga buku ini lebih nyaman kalau dibaca sambil dengerin murotal Al-Qur’an (Pengalaman mengajarkanku demikian). Selain menenangkan, secara langsung efeknya buat mental kita yang (mungkin) sedang kurang sehat, langsung Allah bantu sembuhkan. Sebagai variasi dan penggambaran rasa dari kata-tulisannya, dibeberapa halaman juga terselipkan foto dan ilustrasi dari kak Nadhira yang ngasih karakter dan gak buat bukunya jadi plain banget.

Cinta Allah Bersamamu ini menyadarkan benar, realita sesungguhnya kalau cinta yang sejati, cinta yang abadi hanyalah -untuk- dan -dari- Allah Subhanahu wa ta’ala. Bukan maksudnya kita nggak boleh cinta ke yang lainnya, tapi secara harfiyah dan aku sendiri yakin setiap mahluk hidup juga merasakannya: Cinta Allah merupakan bagian dari ridho-Nya dan karena ridho-Nya itu kita bisa hidup di dunia serta di akhirat dengan bahagia yang sebahagia-bahagianya (pokoknya Allah yang jamin dengan segala kuasanya hidup kamu akan senang juga tenang). Beda banget gak sih kalau kita cinta harta atau cinta manusia? Kita pasti tetep aja punya rasa khawatir. Kita takutlah, kalau itu harta akan hilang, akan habis. Kita takut dan was-waslah, kalau itu cinta manusia, cintanya akan pudar, akan dikalahkan oleh cinta dari manusia lainnya. Namun Cinta Allah lebih dari itu semua, banyaknya tak bisa dihitung! Undescribeable! Bak kita yakin kalau Cinta-Nya tak tertakar, rezeki bahkan jodoh tak akan pernah tertukar. MASYAA ALLAH.



Intinya aku rekomendasiin banget buku ini untuk tidak hanya sekedar dibaca, tapi juga dihayati serta diamalkan-diterapkan untuk bangun lagi, pupuk lagi kepercayaan yang sudah kita miliki terhadap-Nya (Yang mau pinjam bukunya, boleh banget! Sent Kevin DM yaa?). Jujur sedih banget, baru tahu rasanya bisa tenang, bisa ikhlas, bisa sabar, bisa yakin dengan terus berharap dan mempercayai terhadap sesuatu yang tak terlihat-namun senantiasa ada di hati dan membersamai kita sebagai hamba-Nya disetiap hembusan napas, setiap langkah serta setiap kali kita merasakan “Alhamdulillah ya aku masih diberi kesempatan untuk merasakan Cinta Allah Subhanahu wa ta’ala”.

Masyaa Allah, Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Jazakillah khairn katsiro kak Nadhira Arini, karena Allah melalui dirimu pembaca buku #CintaAllahBersamamu (terutama Kevin dan Ibunya) bisa menjadi insan yang Insyaa Allah lebih baik! Tidak lebih baik dari orang lain tentunya, tapi dari diri yang sebelumnya. Barakallahu fiik kak Nadhira Arini. J

Terakhir kak, sedikit saran untuk bukunya, saya harap cover dan kualitas kertasnya bisa ditingkatkan lagi ya. Secara design saya sudah suka karena simple dan tidak terlalu girly (terlalu cewek gitu deh maksudnya hehe). Saya juga berharap #someday, semoga Allah mudahkan serta lancarkan untuk (mungkin, tapi hopefully) kita bisa kolaborasi bareng untuk karya kak Nadhira selanjutnya. Aamiin Allahumma Aamiin hehe.

Funfact kak, saya awalnya ragu untuk menuliskan review yang malah jadinya seperti ungkapan tulisan ini hehe, tapi Alhamdulillah, saya resapi lagi kalimat yang sudah kak Nadhira tulis dibuku ini untuk saya “Allah never gives up on you. Tuhanmu ini percaya bahwa kau mampu.” Terima Kasih Kak Nadhira Arini, tentunya dapat salam hangat dari Ibu Kevin yang juga sudah baca bukunya. Ibu titip ucapan juga, “Jazakillah, karena bukunya jadi hadiah disaat yang memang ibu butuhkan”. ^^



Part favorite tentunya Cinta Allah Bersamamu (Halaman 201). Doa saya juga sama, senantiasa beriringan diantara doa yang lain:

“Kevin berdoa, semoga kamu diberikan kecukupan oleh-Nya. Jika diberi ujian sakit, sakit yang cukup. Sehingga kamu jadi belajar lebih menghargai bagaimana berharganya sehat itu. Jika Allah berikan rasa sedih, sedih yang cukup. Sehingga kau masih dapat melihat dan mensyukuri kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang Allah berikan dalam kehidupanmu.”

“Kevin juga berdoa, semoga kamu diberikan kedua bahu yang cukup kuat untuk menopang segala masalah yang menimpamu. Sehingga akan cukup mudah bagimu untuk berdiri tegak saat berusaha menggenggam bantuan yang Allah berikan kepadamu. Semoga Allah cukupkan cinta di hatimu kepada manusia. Sehingga hatimu lebih mudah merasakan bahwa dengan Cinta Allah Bersamamu sudah cukup membuat kehidupanmu jauh lebih bahagia.”

“Dan Dia (Allah) bersamamu di mana saja kamu berada.”
(QS. Al-Hadid : 4)



Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.

Instagram Account : kevinwidgo
#Someday
#CintaAllahBersamamu
#LombaReviewBukuCintaAllahBersamamu
#AntaraAkudanTuhanku


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Someday Widgostory

Allo? (Untuk Kamu)



Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarokatuh,
Allo?

            Hei, sudah lama... sangat lama (seingatku) kita belum ngobrol bersama lagi, bahkan jujur aku sudah lupa kapan itu. But, sebelum kamu bicara banyak. Aku mau bilang sesuatu :

“Terima Kasih & Maaf”. Kalimat itu singkatan dari semua unek-unek yang ingin aku utarakan.

Terima Kasih; Alhamdulillahi ‘alaa kulli haal. Karena selalu belajar-berusaha jadi insan baik yang bermanfaat untuk mahluk lain selama ini. Aku apresiasi kamu! Salute sama kamu! Masyaa Allah, karena selalu ada dimana-pun (ya emang kita gak bakalan pisah sampai ajal menjemput), karena selalu jadi yang pertama untuk berdoa & mengusahakan apa yang telah aku doakan. Aku gak bisa melakukan apa-apa kalau kamu gak ada.

Maaf; Qodarullahi wa maa syaa-a fa’ala. Aku seakan lupa (TERLALU SERING), seakan aku paling baik, terbaik se-penciptaan-Nya. Aku sombong dan menganggap gak butuh kamu. Aku ini perfeksionis, seakan-akan rancanganku ini pasti akan berhasil tanpa ada orang lain juga kamu. Padahal, kenyataannya aku butuh sangat akan bantuan itu.

Jadi setelah 7.264 hari kita bersama, kita lahir, kita mulai berdoa dan melihat dunia aku makin bersyukur masih diberikan kesempatan untuk terus mengusahakan apa yang aku doakan, masih diberikan kesempatan untuk membantu mahluk hidup lain, masih diberikan kesempatan untuk merasakan cinta dan kasih sayang dari-Nya serta serta mahluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala.

Entah Kapan Suatu Hari Nanti, Pasti. Someday,

~Aku dan kamu akan terpisah. Ajal akan menjeput dan apa yang kita lakukan dipertanggungjawabkan. Jadi aku minta kamu untuk bisa sabar & ikhlas memaafkan aku ini. Mari LILLAHI TA’ALA lanjutkan selalu untuk terus belajar dan berusaha jadi insan baik yang bermanfaat untuk mahluk lain. Jadi insan yang penuh akan kasih sayang dan cinta. Jadi insan yang lembut, perhatian, kreatif, inovatif, tampan seperti doa yang sudah orang tua kamu berikan dalam namamu.

Aku yakin kamu bisa!
BUKAN, bukan hanya kamu!
Tapi kita.

Sekali lagi (namun berulang kali banyak sekali berkali-kali) “KITA BISA! LILLAH! Allah dulu, Allah lagi, Allah terus!”

Barakallahu fiik.


(aku tunggu balasanmu dalam setiap hembusan napas diiringi doa-doa indahmu, diriku).

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Bukber Plan


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?

“Gaes? Bukber yuk?!” ialah tema percakapan yang mulai rame (read: riweuh!) sebelum mulai bulan ramadhan. Gue mengalami hal tersebut dari tahun ke tahun dan seringkali itu hanya wacana yang sampe lebaran masih dibahas. Ya walau ada beberapa yang biasanya terlaksana, padahal tanpa ada rencana.

Mm, tapi setelah beberapa tahun ini gue ngerasain hal yang beda, mulai B aja sama yang namanya bukber. Lah wong 3 taun bukber terus neng ruang makan kampus! hihi. Dan gue bersyukur karena mulai tak tergoda dengan giuran bukber. Emang ya bisa ketebak dah, terlalu banyak menjunjung nilai silaturahmi tapi seolah lupa syarat kalau itu malah buat dosa. Kalian tahu “khalwat atau berkhalwat?” iya, dua-duaan yang ketiganya setan. Nah itu yang berdua aja dihitungnya jadi tiga didampingi satu setan. Apa lagi yang rame-rame hiks.

“Ikhtilat” artinya percampuran. Nah ini nih, yang rame di envirohment kita, sering banget nggak kita sadari loh ya. Karena kurangnya ilmu dan godaan setan, kita terkadang kita terhasut oleh hal-hal yang udah dianggap biasa, padahal lebih banyak mudharat ketimbang manfaat. Astagfirullah...

Hal ini yang jadi alasan (fact) kenapa gue biasanya nolak (sorry) kalau diajak bukber. Sebelumnya gue pastiin emang, susunan acara plus temanya ngapain, bareng siapa, tempat dan terutama waktunya. Misal kalau emang acaranya cuma SMP (Sesudah Makan Pulang) ya mending gak ikutan. Bersyukur dan sabar ekstra kalau ikut jadi panitia, bisa langsung ngasih saran buat susunan acaranya. Dan kalau tetep riweuh, kudu ikhlas ambeh jadi ladang rezeki.

Alhamdulillah dari keresahan ini gue coba buat bukber plan. Bukber yang gak cuma SMP dan jadi ajang setan rame-rame ikut bukber (nambah riweuh wae yeuh setan!). Insyaa Allah ini bisa bermanfaat.

Pertama, susunan acara dan tema. Yap, beneran deh, kalau bukber tuh cuma dateng, ngobrol, buka puasa, makan terus pulang itu mendingan buka di rumah bareng orang-orang terkasih. Sebagai alternatif kita bisa, coba bukber sambil ajak anak yatim-piatu, orang yang kurang mampu biar kita makin bersyukur. Ditambah kalau acara bisa mulai dari shalat ashar berjamaah, dilanjutkan dzikir sore wuih Mantap! Selain itu bisa juga dengan bagi-bagi takjil, bagi sembako atau bahkan kalau mau lebih gampang juga bisa dengan langsung aja kita sediakan nasi box + takjil buat orang-orang yang beribadah di Masjid. Dengan demikian, kita cuma tinggal infaq buat dananya, ingat hadist “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun”. Masyaa Allah.

“Lah itu mah ya bukan bukber!” Ya tetep bukber atuh, Bukberin orang shaleh-shaleha sayang *ting. Jangan lupa juga susunan setelah acara makan juga harus ada, kan bisa tambahin shalat jamaah isya dan tarawih. Jangan sampai bablas, sayang. (yah, sayang lagi, jadi tambah sayang wkwk).

Kedua, bareng siapa bukbernya. Nah ini nih, yang biasa terjadi mah ikhtilat (bareng siapa aja, kemana aja, terus nyampur sama setan-setannya ikut nyampur. Eh serem juga yak?!). Nauzubillah.  Biasanya gue bakal tanya, kalau misal bukber kelas atau angkatan gitu walaupun campur, ada pembatas gak? Si mantan ikut gak? (*eh, gubrak! Wkwk). Ya tetep lah, kudu dipisah (kudu = harus) sekalian jaga pandangan dan biar gak salah fokus. Kan makannya jadi nikmat. Terus yang diobrolin juga harus berfaedah yah. Jangan baru ketemuan setelah sekian lama, basa-basinya malah body shamming atau malah lebih parah sex harrashment. Beneran deh, basi banget. Ketahuan lah orang yang omongannya berbobot baik. Dan jangan ghibah ya, kalau gue lebih suka bahas topik tentang nikmat Allah dan problematika hidup secara umum.

Satu lagi, ponsel di silent, dikumpulin di tengah.

            Ketiga, tempat. Ini nih yang kadang seleranya beda-beda, mau makanan inilah-itulah. Asa kalau dipikir mending bawa bekel masing-masing terus tinggal dimakan bareng wkwk. Tempat jadi hal yang penting dan harus dipertimbangkan banget. Apakah tempatnya di rumah makan, biar simple dan tinggal pesen. Kalau iya jangan lupa “booking” tempat yah (Urusan panitia nih). Walaupun simple tapi juga harus dipikirin itu ya tempat shalatnya, memadai atau tidak. Sekiranya bisa tetap menjalankan ibadah wajib gak, jangan sampai lupa ini. Apalagi kalau yang ikut banyak, kan gantiannya itu nguras waktu lama.

            Keempat, waktu. Penyusunan waktu juga penting agar target bukber terlaksana dengan baik.  Bukan cuma waktu di hari pelaksanaan aja loh, bisa banget dari sebelum ramadhan buat target. Kalau misal kelas atau angkatan mau ngadain bukber. Semua yang menyangkut kegiatan bukber harus ditarget, misal awal sebelum ramadhan cek siapa aja yang mau ikut. Selanjutnya cek tempat, menu dan lain sebagainya. Biar apa? Ya biar nanti gak cuma wacana, rencana itu kudu bener-bener mateng.

Ya gue sih kurang setuju kalau ada orang yang bilang, “Udah, bukber mah gak usah direncanain, nanti malah gagal”. Dan gak cuma buat bukber aja ya. Kalau pendapat gue mah, kalau suatu rencana gagal, berarti memang perencanaannya belum matang. Setiap rencana kan harus ada back up-nya. Setelah back up juga ada back up lagi. Misal gagal bukber bulan ramadhan, bisa ganti makan bersama usai lebaran. Kalau gagal lagi ya buat aja bukber plan yang lebih matang untuk acara selanjutnya. Semoga diberikan kesempatan. Aamiin yaa Rabb.

Nah itu bukber plan gue, ada sebenernya tips lain. Tapi coba deh kalian tambahin di kolom komentar ya? Ingat! Biar bukber bisa sesuai dengan syariat tanpa mendatangkan mudharat.

“Nah tapi gini, ditempat gue itu panitianya susah diomongin. Terus gue harus gimana? Ikut aja atau gak usah?” Bismillah, kalau memang sulit, gak usah! Tapi kalau masih bisa diajak diskusi sambil diarahkan ke jalan yang Insyaa Allah benar, why not!? “Setidaknya kau pernah berjuaaaang...” (awas nyanyi loh wk)

Bukber emang bisa jadi ajang kita bersilaturahmi, memperoleh banyak kebaikan. Tapi kita juga harus pilah-pilih, mana yang sekiranya lebih banyak mendatangkan faedah dan  mendekatkan kita dengan-Nya. Semakin banyak orang yang ikut itu gak menjamin keberkah dan kehaqiqian acara. Lebih baik sedikit terus banyak berkah, daripada rame tapi gedumbrang-gedumbreng gak karuan (setannya gedumbrang-gedumbreng-gambreng).

Semangat Lillah!

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Dormistory

Kok Bisa Jadi Culture!?


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?

            Mmm... Yay, UNBK baru aja selesai nih, which is litteraly buat anak SMK/MAK. Nah ngomongin tentang UNBK sebenernya itu agak gimana gitu ye. Emang kaya udah gak heran kalau inside-out ada banyak kecurangan. Ingat, BANYAK! Sampe ada yang bangga nyebut “culture”!

            Dari tahun ke tahun, generasi ke generasi sepertinya emang gak pernah ada yang one hundreads percent ujian nasional itu murni. *Maaf yah, suudzon. Dan parahnya memang seakan siswa-siswi di zaman now menganggap itu normal! WHAT!? “Yaelah, nyontek satu aja masalah”. Malah udah jadi kaya culture gitu, mulai dari bocoran soal, kunci jawaban, upaya menyontek, kerjasama dan berbagai bentuk kecurangan lainnya. Terus gak perlu jauh hari sampai dengan ujian yang taraf nasional, mulai dari pekerjaan rumah aja tetep ada kecurangan.

            Nah Alhamdulillah gue ini udah lulus UNBK tahun lalu, tapi beberapa hari seusai ujian gue lihat sebuah tweet yang emang harusnya gak kaget, tapi yaa “Nah LOH!” segitunya ya Indonesia-kuh. Emang maksud dari akun ini cuma iseng-iseng aja, tapi gue yakin voters-nya itu pure dari mereka yang sudah jujur (in this case jujur ngisi vote itu).





            Jumlah voters pun juga gak sedikit, sampai dengan final result ada 572 akun yang ikut. Dan hasilnya bisa dihitung kalau 366 akun bilang kalau “Masih ada kecurangan di sekolahnya”. Inget lagi, akun edukasi ini CUMA iseng-iseng aja loh ya, gimana kalau sekalanya diperbesar? Gimana kalau @Kemendikbud_RI yang buat?

            Astagfirullah hal adzim. Kenapa ini bisa terjadi? Apakah penyebabnya? Apa konsekuensi jangka panjangnya? Jawabannya sudah pernah diungkapkan oleh kak Glenn Ardi  dari VP of Marketing Zenius Education dan Editor Zenius Blog, beliau berpendapat :

“Kecurangan dalam dunia pendidikan akan terus mengakar selama masyarakat (siswa/guru/orangtua) memiliki persepsi bahwa nilai akademis adalah tolak ukur prestasi, kebanggaan, serta SATU-SATUNYA indikator dan ‘jembatan’ dalam meraih jenjang karir, prospek kerja dan kesuksesan finansial di masa mendatang.” (Itu singkatnya, untuk lengkapnya silahkan click disini).

            “Salah satu konsekuensi jangka pendek adalah dalam hal akademis dimana pelaku akan mengalami kesulian disaat dia benar-benar mengikuti sebuah ujian mandiri, kita bisa sebut SBMPTN atau ujian mandiri lainnya. Hal yang lebih ngeri lagi adalah konsekuensi dalam kapasitas mental. Seseorang yang terbiasa mensiasati sistem, mencari jalan pintas, menyogok, berkolusi... pada akhirnya membentuk pribadi yang serba instan. Bagi mereka yang terbiasa curang sejak menjadi pelajar, akan tetap terus berada dalam pola pikir untuk bisa “lolos” dari masalah dengan cara yang tidak fair. Sampai pada akhirnya akan tiba masanya mau gak mau pelaku harus membuktikan kemampuan yang “sejujurnya” ada dalam dirinya.”

            “Jadi menurut gua pribadi, budaya curang dalam dunia penididikan bukan soal gak jujur pada nilai akademis saja, tapi soal kebiasaan menumpuk masalah yang jauh lebih besar lagi di kemudian hari. Ujung-ujungnya, keputusan untuk jujur atau curang dalam jenjang akademis, pada akhirnya bukan demi siapa-siapa tapi untuk mengasah prinsip dan ketahanan mental lo untuk menghadapi masalah (baca: ujian yang jauh lebih besar) di masa depan.”

            So.... let see.... hal yang disebut “culture” ini positif banget (JELAS BANGET) = NEGATIF. Pengaruhnya buat pelaku gak cuma saat melakukan kecurangan mendapat dosa, tapi juga akan berkelanjutan sampai dengan nanti dia tua (dimasa depan). Jangan salahin Indonesia kalau negaranya gak maju-maju, negara ini, kini sedang berkembang, jangan dihambat dengan culture yang negatif, please. Integritas, integritas. Hiks, yang gini kok bisa jadi Culture!?

            Sudah tahu dusta itu berdosa kok masih dilaksanakan. Sudah tahu tempatnya orang berdusta di neraka kok masih mau coba-coba. “Yaudah. Nanti usai ujian gue tobat! Gampang kan?” Syukur kalau masih punya waktu. Kalau lagi nyontek tiba-tiba nyawa dicabut gimana? Bisa kasih jaminan kalau hari ini bukan hari terakhir hidup? Lagian, mau buat dosa kok direncanakan.

Astagfirullah hal adzim.

Astagfirullah hal adzim.

Astagfirullah hal adzim.

Sudah, yah. Jangan deh, jangan dusta. Berat dosanya. Percaya deh sama Allah SWT. Yuk Jujur aja.

Dalam hadist dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim).

Semoga hadits tersebut dapat menguatkan iman kita untuk senantiasa jujur dalam hal kebaikan. Semoga apa yang kita perjuangkan mendapatkan hasil yang terbaik sesuai dengan usaha dan doa kita. Aamiin Allahuma Aamiin.

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Mau Tanya


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?

            Mmm..  udah sekitar tiga bulan cyberspace ini sepi ya? Cyberwriter-nya kemana? Yang punya gak ada, tapi tetep aja ada yang dateng. Alhamdulillah sih gak jadi sarang tawon (biar gak sarang laba-laba terus, hihi). Yaudah, dari pada yang nulis ghibah diri sendiri mending tanyain aja langsung yuk!?

            Allo Pin? KePin!? Eh, Fin? KeFin!? Yay! Kepppiiiin??? Keffffiiiiin???!!! Mana ya? *Wait, wait.. gue baca naskah dulu, oalah namanya bukan Kepin atau Kefin, Tapi KeVVVVViiiin XD (ya seperti biasa pasti garing wkwkwk) *klik-klik-klik (...he can’t say “RRRRRR”).

            Allo? Hai-Hai??? How are you guys??? Baik-baik kan? Alhamdulillah kalau gitu. Gue baik kok, jangan khawatir. Wkwkwk (seakan ada yang peduli, tapi pasti ada sih. Wadaw, GEER) hehe. Maafkan yaaa ku baru nulis lagi. Peace.

            Hah? Kamu enggak baik? Kenapa? Kangen ya? Rindu ya? Miss gitu yaaaaa? Tuh kan iyaaa.. jadi sayaaaa.... *ditusuk pensil sama leri. Itu loh temennya Acil @dalang.pelo wkwkwkwk #APASIH XD

            Wkwkwkwk semakin gak jelas sepertinya, ok, ok gue percaya kok kalian sehat dan buat yang kurang sehat (asalkan tidak sableng) semoga lekas lebih baik. Oke? Sip.

            Nah untuk kali ini gue sebenernya gak ada something yang mau dibahas atau unek-unek yang disampaikan. Tapi ya kek kali gue udah nulis gini gak ada manfaatnya, which is litteraly gak faedah gitu. Mmm. Sebenernya gue mau tanya sesuatu, jawab ya...?

            Hai? Lagi apa? Ada dimana?
            Sama siapa? Ngapain aja?
           
            Cepat-cepat kau makan, nanti maag-mu menyerang.
            Jangan lupa jaket kau kenakan.

            Jangan lupa makan malam-mu, nanti sakit perut-mu.
            Dari aku yang merindukanmmmmmm... (aaaa... sudahlah... ini sulit) :D

            Selamat malam, jangan lupa cuci kaki dan tangan,
Juga doa sebelum terpejam....

Titik dua dan bintang...

Du du du du du du..
Du du du du du..
Du du du du du du du..
Du du du du..
Du du du du du du duuuu...

~Titik dua dan bintang...

            Eeeeh... sorry-sorry.. kok gue ikut nyanyi?????? Hehehe wwkwk. Nah iya, gue mau tanya itu lirik lagunya Olski kan? judulnya Titik Dua Dan Bintang? Iya yaa??? Yaudah yaaa.. wkwkwk.

Selamat malam.

 Astagfirullah, masih gak percaya? Yaudah, cek sendiri yaa :D terus hitung tuh, “du du du-nya” berapa kali, kalau dua puluh sembilan kali berarti aku serius, eh bener gitu maksudnya. Hehe. Dan... ada kabar baiknya nih, So Welcome To Someday (Entah Kapan Suatu Saat Nanti, Pasti.) yang sudah dalam proses upgrade ke versi 2.0. Yeayyy!!! Kira-kira yang berubah apa aja??? Mmm... Setia terus makannya yaaa... hehe.

Mm, satu lagi sebelum tidur jangan lupa wudhu, terus baca doa (Kalau bisa, mampu, sanggup jangan lupa doain jodoh ya). *Ting

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Dua Satu Dua Sampai Al-Aqsa


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?
            Apa kabar kalian? Semoga senantiasa baik yaa. Aamiin. Beberapa Minggu ini Masya Allah & Subhan Allah banget ya? kenapa? ya kalian mungkin suah paham sendiri dari judul diatas. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

”Menarik memang mengamati cara-cara kaum munafikin yang selalu tak suka dengan apapun yang terkait dengan islam , salah satunya kesuksesan reuni 212 yang lalu. Gerakan kebangkitan ummat islam yang disimbolkan dengan 411/212 memang fenomena baru dalam sejarah indonesia, tak pernah ada gerakan semasif dan sesolid ini. Tentu saja ini, menjadi perhatian sesrius bagi siapa saja yang ingin berkuasa, atau terus berkuasa di negeri ini. Sebab gerakan ini terlalu besar untuk bisa diabaikan siapapun.

Faktanya, sejak indonesia wujud, tak ada satupun partai atau gerakan yang bisa mengagresi ummat sebanyak 212, lebih hebat lagi, ini dilakukan dengan dana sendiri. Kesadaran yang turut serta dalam gerakan ini pun sangat tinggi, mereka tak mudah terprovokasi, memiliki kepedulian yang sangat tinggi, buktinya keamanan dan kebersihan saat aksi.

Begitulah semua tuduhan kaum munafikin dan kafir terbantah hanya dengan reuni itu saja. Radikal, intoleransi, anti-NKRI, anti-Pancasila, semua tuduhan  tak laku. Tapi begitulah kerjaan orang panik, sebagaimana kafir Quraisy yang bingung menuduh apa pada Rasulullah yang sempurna, akhirnya tuduhannya mengada-ada. Maka tuduhan terhadap reuni 212 yang telah terbukti gagal, mereka lanjutkan dengan pasca reuni 212. Termasuk isu tak peduli bencana banjir, atau ada bendera HTI. Lucu.

Maklumi saja orang-orang panik ini, mereka yang hendak tenggelam, apa saja akan disambar, bahkan hanya jerami yang mengambang, orang panik suka aneh-aneh. Tapi bagi yang hadir di reuni 212, jelas-jelas ini ngangeni. Alhamdulillah saat berdesak-desakan orang berbagi senyum, saat lapar dan haus mendahulukan saudaranya, indah.

Tak mungkin bila ini bukan rahmat Allah, bukan Allah yang terlibat. Begitu banyak manusia, namun begitu aman damai dan tenteram, siapa yang masih punya hati, tak bisa mengingkari. Biarlah 212 terus mengingatkan kita, bahwa persatuan itu indah. Dan mengistiqamahkan kita di jalan dakwah, agar Kitabullah dan Sunnah bisa diterapkan di negeri tercinta Indonesia.”

Masyaa Allah banget yah? PASTI IYA!!! Yang diatas itu bukan tulisan gue, jelas banget, dah ketahuan ya? Hehe. Itu tulisan Ustadz Felix Siauw yang gue ambil dari postingan instagram miliknya beberapa waktu lalu (Arti Reuni 212).

Emang bener ya? Yang nama dakwah itu gak mulus, kaya hijrah aja, ada orang yang mulai atau sudah hijrah tapi hidupnya malah lebih berliku, lebih banyak ujian dari Allah SWT. Hijrah seseorang itu bisa jadi mudah tapi untuk terus istiqamah di jalan yang diridhoi-Nya itu gak gampang, harus terus kuat, sabar, ikhlas, tawakal! Contoh lagi dulu baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam juga gak mudah dalam berdakwah, dalam mengajarkan menjadi manusia yang baik. Ada aja kelakuan yang dilakukan kaum kafir quraisy.

Maka dari itu untuk bersatunya ummat itu gak mudah pula, namun Alhamdulillah dalam reuni 212 kemarin Allah limpahkan rahmat dan karunia-Nya. Emang jujur gue sendiri gak ikut datang langsung ke acaranya, tapi lihatnya aja dah bikin seneng, haru, langsung bilang “BESOK GUE IKUT!” apalagi kalau dateng langsung?. So, gak perlu nanyain dari mana duitnya ya? Karena bukti nyata dilapangan itu pada bawa makan sendiri. Bahkan malah jadi kesempatan untuk saling memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia~ealah malah nyanyi hehe. Terus lagi soal foto bendera Rasulullah diatas bendera merah putih menurut gue gak usah deh dipanjang-panjangin, gak usah lapor-lapor, nanyain aparatnya dimana? Cukup dengan perkuat iman Insyaa Allah nanti bakal sadar, kenapa itu WELL NICE aja.

Terus lanjut lagi, kemarin kan juga ada Indonesia Lawyers Club, yang bahas tentang 212 : Perlukah Reuni? Kalau gue pribadi juga mikir temanya subjektif. Soalnya yang senang pasti bilang perlu, bahkan kalo bisa rutin. Sedangkan yang gak suka ya mungkin mikirnya ngapain, ngabisin duit, ajang kumpul pengangguran, dan pikiran negatif lainnya.

Waktu malam itu gue gak nonton langsung di televisi karena TVONE gue bures bro lol. Jadinya gue nonton kemudian hari di YouTube, gak download ya *ting pesan lain tersampaikan. Dan  setelah nonton gue baru ngeh kenapa nih pagi-pagi postingan dakwah jadi tambah rame. Dan bener, setelah gue nonton di YouTube dari siang sampai dengan sore, ternyata dah 9 jam gue nontonya, matengin bener dan gak di skip-skip (yang liat instagram story gue paham kan?) itu termasuk isoma dan buffering. Acaranya rame, dan menurut gue pribadi itu bisa memperkuat iman, yang nonton jadi tahu mana yang Insyaa Allah bener pake ilmu dan yaaang gitu deh, hehe #jangandibully.

Tonton ya kalau ada waktu, masa buat nonton vlog idola aja kuat, buat perkuat iman kagak? Hehe #nooffense. Lanjut lagi sekarang tentang kabar yang bikin banyak nyebut Allah.

Beberapa dari kalian pasti dah pada denger atau tahu soal si bapak kepala kuning (sorry, kayak gimana gitu nyebut nama pake jabatan, meh!) beberapa hari yang lalu bilang gini : ‘US ecognizes Jerusallem as Israel’s capital and will move embassy  to the disputed city.’  Yang mana artinya itu : ‘Amerika Serikat mengakui Yarusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaan ke kota yang disengketakan.’ Permerintah US bilangnya ini semua bagian dari proses pencarian perdamaian  antara Israel dan orang-orang Palestina, padahal yang terjadi justru sebaliknya.

So what? Subhan Allah. IDK ya, ini pemimpin yang satu ini buat gedek banget! Tapi kita harus sabar, banyakin doa untuk yang disana, untuk semua ummat muslim di dunia. Banyakin berfikir positif yaaa, juga jangan malah ikut-ikutan comment gak genah di postingan orang! Bantu doa & shalawatin pokoknya!

Mikirnya gini aja, “Kalau penista terhadap Al-Maidah 51 berhasil mempersatukan kaum beriman melalui 212 di Indonesia, maka kita nantikan sebentar lagi persatuan kaum mukmin sedunia sebagai perlawanan atas perampasan Al-Quds oleh Israel dan sekutunya, pak kepala kuning. Khilafah. Khilafah. Khilafah. Perisai pelindung kaum mukmin sedunia. Lonceng kematian bagi kedzaliman di atas muka bumi milik Allah, cahaya rahmat semesta alam, atas seizin-Nya ia akan segera tegak. Free Al-Quds with #Khilafah”. Ini caption dari kak @benefiko (kecuali ‘pak kepala kuning’ yang gue udah samarkan tapi jelas ketahuan) yang menurut gue baik dipahami sebelum emosi setan mengakusisi hati. Nauzubillah, terus berfikir positif yaa.

Semoga kita seantiasa diberikan  keteguhan hati untuk senantiasa taat dan istiqamah di jalan Allah SWT. Aamiin ya Rabb. Seperti pada QS. Al-Imran : 8, Allah berfirman : “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan pertunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu. Sungguh hanya Engkaulah yang Maha Pemberi Karunia.”Aamiin ya Rabb.

Takbir! Takbir! Takbir!

ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR!! ALLAHU AKBAR!!!

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personify

Teman Tapi (Yakin) Menikah


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?
            So, beberapa hari yang lalu gue ikut acara talkshow and book signing. Bukan, bukan buku nikah loh yaa. Ya buku hijau ini adalah buku kedua dari (si cewek) & (si cowok) hehe, kan #personify gak boleh langsung sebut nama wkwkwk. Lanjuuut! Redline-nya buku ini bercerita tentang kisah dua insan yang sudah temenan lama (dari SMP) memulai rumah tangga, mulai dari mau lamaran, nikah sampai dengan selanjutnya dah, biar gak spoiler gitu hehe.

            Acaranya ini bertempat disebuah toko buku ternama (kalian pasti tau dah!), inisialnya Gramedia. Bhak, apaan sih vin garing! Ck. Yah emang udah sesuai ekspektasi gue melihat foto-foto event mereka sebelumnya, dimana yang hadir itu 99% cewek. Wadaw, apalagi gue dateng setengah jam sebelum acaranya mulai. Ya gitu, gak ada seat yang kosong, kecuali yang paling belakang! Ya walaupun ngemper, setidaknya bisa lebih nyaman nungguin guest star-nya.

            Dan yaaaaa, begitu diumumin sama host gramedianya kalau si cewek & si cowok juga anaknya dah dateng dan mulai masuk, langsung dah semua ponsel audience diatas, dah kaya konser flashlight! Semuanya siap-siap instastories bahkan ada yang live dimana gue yakin yang nonton cuma mapir karena kepo atau kepencet di notifikasi, then out! Because it’s happen in front of me obviously wkwkwk. EH, itu semua juga kecuali gue yang berusaha tenang abis ini duduk ngemper pegel, kesemutan tak henti-henti. Disisi ada my brother yang malah main NBA Live, wadaw! Tak lama begitu guest star-nya ini lewat, oooo!!! Gramedia tambah penuh banget sama manusia and seriously it’s so crowded!

            Langsung dah masuk ke sesi tanya jawab. Dan wow, iya wow, waktu ditanya siapa yang mau nanya? (yaiyalah, kan ini talkshow! Mindblown). Diantara banyaknya yang coba mengangkat tangan, ngacung-ngacung, lambai-lambai, screaming! Ternyata emang ada untungnya jadi minoritas, gue sendiri ditunjuk langsung sama si cowok! Wadaw! Siap!

            Nih ya! Kalau kalian datang ke acara buku atau acara apapun yang ada sesi tanya jawab, jangan pernah malu atau ragu untuk tanya sesuatu. Tanya aja! kapan lagi, daripada nanti nyesel setelah acaranya bubaran. Angkat tangan dulu aja, walau pun belum punya pertanyaan, gak papa kok. Kalau pun nanti ditunjuk juga pasti bakal ditungguin mau tanya apa, ea! Terus itu juga bisa ngelatih keberanian dan public speaking kalian. Just do it!

            Sekarang tips-nya. Jadi biar kalian dipilih waktu angkat tangan, kalian harus HEBOH yang COOL, ya bukan gimana-gimana, maksudnya ikut angkat tangan tapi jangan statis, jangan kaku! Kalau bisa itu jari tangan bentuk emoji sebanyak mungkin! Nah itu tips-nya, percaya deh, itu worth it! Hehe tapi syarat dan ketentuan berlaku ya bagi yang memilih, jadi terserah dia hehehe, tapi tetap direkomendasikan loh.
            Nah tiba disaat gue yang nanya. Biasa dah gue mah kalau yang lain tanya cuma satu, gue mah mintanya dua hehe. Jadi pertanyaan gue adalah :
  1. Tips untuk konsisten sebagai content creator, baik itu Youtube atau yang lain? (ya seperti yang kalian sadari, mungkin. Beberapa waktu ini gue jujur kurang konsisten untuk nulis dan buat content lainnya karena emang ada sesuatu gitu loh, so yah. Maafkan.)
  2. Mau Collabs gak? (Nah ini nih, pertanyaan yang bikin almost semua audience diem! Eh, enggak ding, ya noleh gitu ke gue wkwkwk. Dan dijawab dengaaaaaannnn...)

Kemudian dijawab bergantian, pertanyaan pertama dijawab oleh si cewek dan yang kedua tentunya oleh si cowok (ya masa host Gramedianya yang jawab) :
  1. “Usahakan untuk selalu kasih konten-konten yang bermanfaat, anggap aja menjadi sebuah content creator adalah sebuah pekerjaan dan misalkan kamu gak mengerjakan hal itu lagi, kamu jadi merasa ada yang kurang gitu. Terus dengan kamu konsisten melakukan hal yang positif itu juga bisa membuka rejeki kamu, misal kamu bisa bekerja sama dengan suatu organisasi atau dengan siapa pun yang pada akhirnya akan lebih bermanfaat.” Si cowok terus nambahin, “Terus belajar, terus berkreasi dan kerja keras!” Begitu.
  2. Nah ini nih yang kedua, “Ok, untuk collabs ya. Langsung aja hubungi nomor +62 blablabla sekian-sekian-sekian, nah hubungi aja terus nanti kita collabs oke? Mantap djiwoo!!!”

O My Lord! Beneran ini!? Jadi “Agree!” nih mau collabs? Gue rasa sih mereka mengiyakan hehehe. Baru kali ini gue tau ada orang yang minta collabs content creator beneran, langsung dikasih kontak person! Masyaa Allah, rejeki yaaa hehehe. Nah dari situ sebenarnya ada kejadian yang gokil, tapi gue gak bakal cerita disini (yaelah, ya gak usah diomongin kali? Wkwkwk. Biarin dah, biar pemasaran. Mungkin hehe). Sesudah itu acara berlanjut sampai dengan sesi book signing, ya udah jelas deh gimana, terus juga bonus foto bareng.

Wah gue sekarang semakin bisa kebayang tentang cerita yang mereka sajikan, baca bukunya itu berasa ikut seminar parenting gitu. Bukunya banyak faedahnya. Dan setelah gue baca buku yang kedua ini, gue jadi agak setuju soal statement kalau cewek bisa bawel dan manja setengah hidup! Apalagi waktu lagi jadi bumil, more than PMS bruh! (paham gak lu? Wkwkwk). Terus juga gue paham kok soal cowok yang kadang suka nggak peka dan ngob sometime haha.

Tapi, tapi, tapi, tapi. Yang lebih dari itu gue sekarang udah tambah ilmu tentang nikah dan juga parenting. Jadi yang namanya nikah itu bukan alesan utama ya biar gak ditanyain “kapan nikah?” atau malah bisa balik nanyain ke single fiisabilillah nikahnya kapan? Nikah lebih dari itu,  kita harus bener-bener SIAP. Harus matang semuanya, karena ternyata nikah itu seperti pusaran angin, makin lama makin kencang atau besar pusarannya, tapi pada akhinya akan berhenti juga. Cielah hehe. Nah disini peranan Keimanan antar pasangan sangat diuji.

Oh ya! bener kata si cewek, yang namanya cowok itu gak semuanya bisa telepati buat tau apa yang pasangannya mau (in this case udah nikah ya, udah halal), jadi kalau ada sesuatu ya mendingan lansung diomongin baik-baik. Nah itu juga, “komunikasi” itu penting banget, biar kalau ada intervensi gak langsung mbludak “duuaaarrr!!!” tuh emosi, eh maaf alay wkwkwk! Tapi bener!

            Yah gitu ya, saran gue persiapan pernikahan itu gak cuma waktu nanti bener-bener mau akad atau resepsi gitu. Ilmunya sudah harus didapat dan dipahami lebih lanjut sejak dini. Perkuat iman dan senantiasa istiqamah, Insyaa Allah nanti jodoh akan hadir diwaktu yang memang sudah saatnya. Percaya kan? skenario-Nya itu BEST OF THE BEST! Jangan lupa untuk doain jodoh ya! Terakhir nih, ini pesan yang gue kutip dari buku keduanya :

“Menikah dengan teman itu mungkin dilihat orang ya, lebih mudah. Karena satu sama lain udah kenal dalam waktu yang lama. Tapi tetap aja, menikahi teman itu harus serius, nggak bisa juga dianggap main-main. Sama siapa pun akhirnya kita menikah, ya kita memang nggak bisa menganggap menikah itu adalah hal yang sepele dan nantinya malah membuat kita melupakan tanggung jawab masing-masing.
                       
            Ketika kita menikah , kita akan lihat sisi lain dari pasangan kita—entah itu baik atau buruknya. Kita juga harus siap kalau kita dihadapkan pada ujian yang nggak tahu kapan datangnya. Kita pasti bakal ngerasain yang senang bareng-bareng, terus berantem kayak mau perang dunia.

            Walaupun kita menikah sama teman sendiri, tapi semua hal itu tetap aja bakal kita hadapi. Tapi karena sama teman sendirilah, kita udah punya landasan komunikasi sebagai teman, yang bisa juga diandalkan untuk menjalani pernikahan kita.

            Kita bisa menyelesaikan semua masalah dengan berkomunikasi sebagai teman---yang biasanya, dengan santainya bisa nanya, “Apa sih, salah gue? Ngomong napa.” Karena kalau kita Cuma diam, berharap pasangan kita bisa telepati, semua masalah itu nggak akan selesai. Nambah masalah baru mungkin iya.

            Kami berdua sama-sama bersyukur, setelah bertemu banyak  orang dalam hubungan kami selama ini, yang terikat dalam pernikahan ini akhirnya kami berdua lagi. Bukan (si cowok) dengan perempuan lain atau (si cewek) dengan laki-laki lain.

            Menikah dengan orang baru aja, kadang kita pasti bisa merasa bosan dan jenuh sama hubungan itu. Apalagi dengan orang yang berteman lebih dari sepuluh tahun sama kalian. Tapi seperti yang kami bilang sebelum-sebelumnya, bosan itu pasti, tapi kita tidak akan saling pergi. Kita Cuma perlu berpegang sama kata-kata itu untuk bertahan dengan satu sama lain, dengan (si anak) dan dengan masa depan yang kita nggak tahu bakal kaya apa nanti.”

            Yups, so this is #personify of  Keluarga Belo (Ayudia Bing Slamet & Ditto Percussion). Thanks yah you’re so kind family!

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Every Day's

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus. Always be #positive and Salute! ^^

Pop's of Day

Cinta Allah Bersamamu (Senantiasa)

Assalamu’alaikum Warramatullah Wabarokatuh, Allo? Sekali lagi, bahkan berkali-kali (lagi) aku makin percaya kalo “konsisten” it...

Translate

Ads Day's