Showing posts with label Someday. Show all posts
Showing posts with label Someday. Show all posts

In Antara Aku dan Tuhanku Cinta Allah Bersamamu Lomba Review Buku Cinta Allah Bersamamu Nadhira Arini Someday

Cinta Allah Bersamamu (Senantiasa)



Assalamu’alaikum Warramatullah Wabarokatuh,
Allo?

Sekali lagi, bahkan berkali-kali (lagi) aku makin percaya kalo “konsisten” itu tidaklah mudah. Tapi yaudah, terima kasih Kevin, kamu sudah berusaha. Oke, kali ini aku akan coba review sebuah buku, walauuu *disclaimer ya kalau aku bukan orang yang bisa detail untuk me-review sebuah buku.  Buku ini berjudul “CINTA ALLAH BERSAMAMU” bukunya ditulis oleh kak Nadhira Arini (@nadhiraarini) dan diterbitkan oleh Sinergi Edukasi Indonesia. Awalnya aku tahu kak Nadhira Arini itu dari teman yang repost instagram stories-nya, di IG (yaiyalaaa~), terus karena setelah aku baca-baca postingannya dan aku nemuin postingan yang jujur buat healing banget buat hati adem.. then “Tap”, Follow deh…

Eh, back to topic! Alhamdulillah aku sendiri dapet buku cetakan pertama-nya, IDK rasanya pengin langsung baca karyanya waktu itu, sayangnya buku pertama kak Nadhira dah lama release (alhasil nyari juga udah gak ada yang buat). Tahu kabar buku #CintaAllahBersamamu ini mau release, langsung deh ikut PO-nya. Lumayan nunggu sii, agak lama juga soalnya. Tapi-tapi-tapi, Masyaa Allah buku ini Allah hadirkan diwaktu yang tepat, disaat hati lagi gundah dan saat aku butuh banget untuk “disembuhkan” dari rasa keraguan yang mulai buat aku merana.




Alhamdulillahi ‘alaa kulli haal, Jazakillah khairan katsiro Kak Nadhira. Atas izin Allah tentunya, karyamu ini “very meaningful” untuk aku pribadi dan keluargaku. Buku setebal 208 halaman itu serasa jadi “sosok” yang secara gak langsung bilang ke aku untuk inget lagi, untuk resapi lagi, untuk tidak pernah lagi menyangkal bahwasanya Cinta dan Kasih Sayang Allah sangat-sangat luar biasa! Jujur pertama kali baca buku ini itu di dalam masjid, waktu itu IDK WHY? Beneran deh, ada hasrat untuk baca buku ini ke tempat yang tidak biasanya aku baca buku. Jadi aku datang ke masjid sebelum sholat dzuhur, kalau gak salah waktu itu kira-kira sekitar pukul setengah 9 atau 10 gitu. Sesampainya di masjid, jelas sepi dong~ dan justu jadi nyaman banget untuk baca buku, ditambah angin dari luar masuk ke dalam masjid (jadinya sepoi-sepoi tapi gak bikin ngantuk) nyaman banget intinya. 

 
Halaman demi halaman aku baca santai karena memang secara tulisannya menurutku nggak terlalu berat, spacing antara kalimatnya juga pas aja dimata. Oh ya ada rules-nya untuk baca buku ini (How To Read This Book gitu) jadi bacanya disarankan-sangat untuk berurutan karena sudah disusun sedemikian rupa alurnya, biar paham bener kalau bacanya gak lompat-lompat. Seperti yang udah aku bilang, buku ini termasuk bacaan ringan, tapi rasanya setiap tulisannya punya peran masing-masing untuk buat pembacanya mengulik lagi tentang dirinya, aku aja jadi ingat-sekaligus istigfar (terus-terusan) tentang dosa-dosa yang pernah aku lakukan, bak risih, “kapan ya Allah kabulin doa aku? Kenapa lama banget terkabulnya?” Even disaat udah terkabul, aku tetep kurang bersyukur dengan bergumam “Ya Allah kenapa baru terkabul sekarang”. Selain itu, kata-kata kak Nadhira di buku ini menenangkan, jadi seolah kita sebagai pembaca gak cuma dibuat sadar (read: ditampol) dengan dosa yang sudah diperbuat, tapi juga turut ditenangkan kalau “Allah never gives up on you, Allah always by your side, Allah hears every cry, He knows how hard we try, Allah selalu ada untukmu, ” dan lainya.

Karena itu juga buku ini lebih nyaman kalau dibaca sambil dengerin murotal Al-Qur’an (Pengalaman mengajarkanku demikian). Selain menenangkan, secara langsung efeknya buat mental kita yang (mungkin) sedang kurang sehat, langsung Allah bantu sembuhkan. Sebagai variasi dan penggambaran rasa dari kata-tulisannya, dibeberapa halaman juga terselipkan foto dan ilustrasi dari kak Nadhira yang ngasih karakter dan gak buat bukunya jadi plain banget.

Cinta Allah Bersamamu ini menyadarkan benar, realita sesungguhnya kalau cinta yang sejati, cinta yang abadi hanyalah -untuk- dan -dari- Allah Subhanahu wa ta’ala. Bukan maksudnya kita nggak boleh cinta ke yang lainnya, tapi secara harfiyah dan aku sendiri yakin setiap mahluk hidup juga merasakannya: Cinta Allah merupakan bagian dari ridho-Nya dan karena ridho-Nya itu kita bisa hidup di dunia serta di akhirat dengan bahagia yang sebahagia-bahagianya (pokoknya Allah yang jamin dengan segala kuasanya hidup kamu akan senang juga tenang). Beda banget gak sih kalau kita cinta harta atau cinta manusia? Kita pasti tetep aja punya rasa khawatir. Kita takutlah, kalau itu harta akan hilang, akan habis. Kita takut dan was-waslah, kalau itu cinta manusia, cintanya akan pudar, akan dikalahkan oleh cinta dari manusia lainnya. Namun Cinta Allah lebih dari itu semua, banyaknya tak bisa dihitung! Undescribeable! Bak kita yakin kalau Cinta-Nya tak tertakar, rezeki bahkan jodoh tak akan pernah tertukar. MASYAA ALLAH.



Intinya aku rekomendasiin banget buku ini untuk tidak hanya sekedar dibaca, tapi juga dihayati serta diamalkan-diterapkan untuk bangun lagi, pupuk lagi kepercayaan yang sudah kita miliki terhadap-Nya (Yang mau pinjam bukunya, boleh banget! Sent Kevin DM yaa?). Jujur sedih banget, baru tahu rasanya bisa tenang, bisa ikhlas, bisa sabar, bisa yakin dengan terus berharap dan mempercayai terhadap sesuatu yang tak terlihat-namun senantiasa ada di hati dan membersamai kita sebagai hamba-Nya disetiap hembusan napas, setiap langkah serta setiap kali kita merasakan “Alhamdulillah ya aku masih diberi kesempatan untuk merasakan Cinta Allah Subhanahu wa ta’ala”.

Masyaa Allah, Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Jazakillah khairn katsiro kak Nadhira Arini, karena Allah melalui dirimu pembaca buku #CintaAllahBersamamu (terutama Kevin dan Ibunya) bisa menjadi insan yang Insyaa Allah lebih baik! Tidak lebih baik dari orang lain tentunya, tapi dari diri yang sebelumnya. Barakallahu fiik kak Nadhira Arini. J

Terakhir kak, sedikit saran untuk bukunya, saya harap cover dan kualitas kertasnya bisa ditingkatkan lagi ya. Secara design saya sudah suka karena simple dan tidak terlalu girly (terlalu cewek gitu deh maksudnya hehe). Saya juga berharap #someday, semoga Allah mudahkan serta lancarkan untuk (mungkin, tapi hopefully) kita bisa kolaborasi bareng untuk karya kak Nadhira selanjutnya. Aamiin Allahumma Aamiin hehe.

Funfact kak, saya awalnya ragu untuk menuliskan review yang malah jadinya seperti ungkapan tulisan ini hehe, tapi Alhamdulillah, saya resapi lagi kalimat yang sudah kak Nadhira tulis dibuku ini untuk saya “Allah never gives up on you. Tuhanmu ini percaya bahwa kau mampu.” Terima Kasih Kak Nadhira Arini, tentunya dapat salam hangat dari Ibu Kevin yang juga sudah baca bukunya. Ibu titip ucapan juga, “Jazakillah, karena bukunya jadi hadiah disaat yang memang ibu butuhkan”. ^^



Part favorite tentunya Cinta Allah Bersamamu (Halaman 201). Doa saya juga sama, senantiasa beriringan diantara doa yang lain:

“Kevin berdoa, semoga kamu diberikan kecukupan oleh-Nya. Jika diberi ujian sakit, sakit yang cukup. Sehingga kamu jadi belajar lebih menghargai bagaimana berharganya sehat itu. Jika Allah berikan rasa sedih, sedih yang cukup. Sehingga kau masih dapat melihat dan mensyukuri kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang Allah berikan dalam kehidupanmu.”

“Kevin juga berdoa, semoga kamu diberikan kedua bahu yang cukup kuat untuk menopang segala masalah yang menimpamu. Sehingga akan cukup mudah bagimu untuk berdiri tegak saat berusaha menggenggam bantuan yang Allah berikan kepadamu. Semoga Allah cukupkan cinta di hatimu kepada manusia. Sehingga hatimu lebih mudah merasakan bahwa dengan Cinta Allah Bersamamu sudah cukup membuat kehidupanmu jauh lebih bahagia.”

“Dan Dia (Allah) bersamamu di mana saja kamu berada.”
(QS. Al-Hadid : 4)



Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.

Instagram Account : kevinwidgo
#Someday
#CintaAllahBersamamu
#LombaReviewBukuCintaAllahBersamamu
#AntaraAkudanTuhanku


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Someday Widgostory

Allo? (Untuk Kamu)



Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarokatuh,
Allo?

            Hei, sudah lama... sangat lama (seingatku) kita belum ngobrol bersama lagi, bahkan jujur aku sudah lupa kapan itu. But, sebelum kamu bicara banyak. Aku mau bilang sesuatu :

“Terima Kasih & Maaf”. Kalimat itu singkatan dari semua unek-unek yang ingin aku utarakan.

Terima Kasih; Alhamdulillahi ‘alaa kulli haal. Karena selalu belajar-berusaha jadi insan baik yang bermanfaat untuk mahluk lain selama ini. Aku apresiasi kamu! Salute sama kamu! Masyaa Allah, karena selalu ada dimana-pun (ya emang kita gak bakalan pisah sampai ajal menjemput), karena selalu jadi yang pertama untuk berdoa & mengusahakan apa yang telah aku doakan. Aku gak bisa melakukan apa-apa kalau kamu gak ada.

Maaf; Qodarullahi wa maa syaa-a fa’ala. Aku seakan lupa (TERLALU SERING), seakan aku paling baik, terbaik se-penciptaan-Nya. Aku sombong dan menganggap gak butuh kamu. Aku ini perfeksionis, seakan-akan rancanganku ini pasti akan berhasil tanpa ada orang lain juga kamu. Padahal, kenyataannya aku butuh sangat akan bantuan itu.

Jadi setelah 7.264 hari kita bersama, kita lahir, kita mulai berdoa dan melihat dunia aku makin bersyukur masih diberikan kesempatan untuk terus mengusahakan apa yang aku doakan, masih diberikan kesempatan untuk membantu mahluk hidup lain, masih diberikan kesempatan untuk merasakan cinta dan kasih sayang dari-Nya serta serta mahluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala.

Entah Kapan Suatu Hari Nanti, Pasti. Someday,

~Aku dan kamu akan terpisah. Ajal akan menjeput dan apa yang kita lakukan dipertanggungjawabkan. Jadi aku minta kamu untuk bisa sabar & ikhlas memaafkan aku ini. Mari LILLAHI TA’ALA lanjutkan selalu untuk terus belajar dan berusaha jadi insan baik yang bermanfaat untuk mahluk lain. Jadi insan yang penuh akan kasih sayang dan cinta. Jadi insan yang lembut, perhatian, kreatif, inovatif, tampan seperti doa yang sudah orang tua kamu berikan dalam namamu.

Aku yakin kamu bisa!
BUKAN, bukan hanya kamu!
Tapi kita.

Sekali lagi (namun berulang kali banyak sekali berkali-kali) “KITA BISA! LILLAH! Allah dulu, Allah lagi, Allah terus!”

Barakallahu fiik.


(aku tunggu balasanmu dalam setiap hembusan napas diiringi doa-doa indahmu, diriku).

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Dormistory Herewidgo Japan Japan Asia Youth Exchange Program In Science Sakura Sakura Science Someday Widgostory

Sakura Science Program


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo? 
Dan again gue jadi pengin flashback ke salah satu masa yang tak terlupakan, sorry kalau tulisannya agak formal karena emang ini diambil dari laporan yang pernah dibuat sebelumnya. Ok #herewidgo and this is #dormistory!

Saya berkesempatan mengenal lebih dekat Jepang melalui Sakura Exchange Program in Science, sebuah program Pemerintah Jepang (Japan Science and Technology Agency). Program ini bertujuan memberikan bekal kepada calon pemimpin-pemimpin di Asia dalam bidang sains dan teknologi melalui fasilitas kunjungan ke Jepang secara langsung.

Saya bersekolah di SMK Kehutanan Negeri Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat. Sekolahku menjadi tempat penyelenggara bersama empat Sekolah Kehutanan Negeri lainnya di Indonesia. Seleksi di sekolahku dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah semester II, tepatnya 4 Januari 2016.   
      
Setiap peserta diminta menulis makalah dengan tema “Peran dan Harapan Siswa dan Guru jika Mengikuti Sakura Exchange Program In Science”. Setiap SMK Kehutanan Negeri penyelenggara seleksi diberi kuota 3 siswa dan satu guru. Makalah dikirim ke Pusdiklat Bogor dan Japan Science and Technology (JST) Agency di Jepang.

Satu minggu dari seleksi, kami mendapat hasil pengumuman. Ada delapan siswa yang terpilih. Pertama, Kevin Widiar Golpantara (SMK Kehutanan Negeri Kadipaten). Kedua, Elisabeth Sianturi (SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru). Ketiga, Muhammad Alkhilal Ramadhoni (SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru). Keempat, Mahyu Rifdatul Jannah (SMK Kehutanan Negeri Samarinda). Kelima, Noga Gabriella (SMK Kehutanan Negeri Samarinda). Keenam, Adit Rinaldi Mponoi (SMK Kehutanan Negeri Makasar). Ketujuh, Agung Zulhaq Putra (SMK Kehutanan Negeri Makasar). Kedelapan, Arinsty Vidiastica Nurfadila (SMK Kehutanan Negeri Manokwari). Dua guru terpilih menjadi pendamping siswa dalam Sakura Exchange Program in Science ini, mereka adalah Tri Mayasari (SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru) dan Ramlan (SMK Kehutanan Negeri Samarinda).

Begitu pengumuman disampaikan melalui e-mail, saya segera mengurus paspor dan visa. Titik jumpa pertama kami berlangsung di Pusdiklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bogor, Jawa Barat pada 11 Februari 2016. Kami berkumpul untuk membahas presentasi dan poster yang akan dipersembahkan dalam Symposium SGH (Super Global High School) di University Tsukuba Sakado Senior High School, Sakado, Saitama.

Ada tiga (3) presentasi yang dirancang, yaitu Forestry Vocational School Of Indonesia, Sakura Science 2016 dan Kegiatan SGH Symposium tahun lalu. Kami mempersiapkan sebuah poster jumbo dan keperluan lain. Singkatnya, selama tiga hari singgah di Pusdiklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kami berhasil menyelesaikan dua (2) presentasi dan poster. Yang belum terselesaikan adalah presentasi Sakura Science 2016 karena kegiatannya memang belum dilaksanakan

Hari keberangkatan tiba. Kami menuju Bandara Soekarno-Hatta pada 13 Februari 2016 pukul 16.00 WIB. Pesawat JAL 726 akan take off pukul 21.25 WIB. Doa yang kupanjatkan pada saat itu adalah semoga perjalanan ke Jepang selamat dan kami mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Amiin. Perjalanan malam kami nikmati dengan beristirahat agar setibanya di Jepang badan lebih fit. Alhamdulilah, sebelum kami landing di Narita Airport, mentari lebih bersinar dari ufuk timur. Kami menikmati pemandangan indah itu dari jendela pesawat sembari makan pagi.

Burung besi raksasa JAL 726 sukses mendarat dengan selamat di Narita Airport pada pukul 06.35 Waktu Jepang atau pukul 04.35 WIB. Di Bandara itu, kami disambut hangat oleh Mr. Yoshikazu Tatemoto, salah satu guru SMA Sakado (University Tsukuba Sakado Senior High School). Tak lama setelah itu, kami mulai keluar menghirup udara Jepang. Langit Jepang saat itu terharu. Rintikan air gerimis dan hembusan angin dingin menyambut kami.Hujan tidak membuat api semangat kami berhenti berkobar. Inilah Jepang, negara maju kedua setelah US. Jepang bersih tanpa sampah dan semua aktivitas tertata. Kita perlu mencontoh hal baik dari Jepang.

Bus jemputan kami datang. Bus ini berkapasitas 27 orang itu terisi 12 orang termasuk supir. Tujuan pertama kami adalah University Tsukuba di Tsukuba. Ada sejumlah agenda pada hari pertama, Minggu, 14 Februari 2016. Dalam perjalanan menuju Tokyo, kami mampir ke situs sejarah yaitu Tokyo Imperial Palace. Di sana, kami menyempatkan berjalan-jalan sejenak dan berkenalan dengan aktivitas di Jepang.

Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan menuju Asakusa. Di sana, kami berkeliling di sekitar kawasan Sensoji Temple. Saya melihat dari jarak dekat Tokyo Skytree, bangunan tertinggi kedua di dunia saat ini.  Sekitar satu jam berkeliling, perut terasa keroncongan dan kami makan siang di restoran.

Selesai makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju destinasi utama. Butuh waktu dua jam untuk sampai di Universitas Tsukuba. Sesampainya di sana, kami langsung beristirahat di motel milik kampus tersebut. Aktivitas malam pertama di Jepang adalah menyempurnakan presentasi dan poster. Selesai itu, kami beristirahat dan mempersiapkan keperluan untuk esok pagi.

Seusai makan pagi di Tsukuba, aktivitas Senin, 15 Februari 2016 dimulai dengan mengunjungi Forestry and Forest Products Research Institute (FFPRI). Kami mengikuti kuliah singkat mengenai REDD Project and Research by Japanese Goverment. Dr. Matsumoto selaku Chief Staff of REDD Project menjelaskan kegiatan penelitian REDD+. Selain itu, kami juga mendapatkan pemaparan tentang Project and Research of Conserving Wild Life in Japan yang disampaikan oleh Dr. Fujima selaku Chief Staff of Forest Vegetation.

Selesai kuliah, kami melanjutkan kegiatan di Universitas Tsukuba dengan diawali makan siang. Di universitas tersebut, kami mengunjungi University Nursery and Laboratory of Silviculture and Nature Conservation untuk melanjutkan kuliah singkat yang disampaikan oleh Dr. Tsumura.

Beranjak dari persemaian itu, kami menuju salah satu kelas di kampus Universitas Tsukuba. Di sana, beberapa mahasiswa dan mahasiswi menyampaikan presentasi tentang tugas akhir musimnya, di antaranya mengenai rusa jepang, manfaat penjarangan pohon, pembakaran lahan sebelum penanaman, dan lainnya. Kami mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan mereka.

Selesai diskusi, kami melanjutkan kuliah di kelas lain dengan pembahasan tentang AIMS-TAG program dan beasiswa lain dari Pemerintah Jepang. Setelah mendengar penjelasan Dr. Nomura, terbersit cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Pemerintah Jepang bisa memfasilitasi dengan baik dan cuma-cuma.

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, malam mulai menyelimuti langit di Jepang. Kami makan malam bersama beberapa mahasiswa Universitas Tsukuba yang berasal dari Indonesia. Hati saya bertambah senang karena bisa berjumpa dengan senior Arga Rana (alumnus SMK Kehutanan Negeri Kadipaten) dan Guntur (alumni SMK Kehutanan Negeri Samarinda) yang mendapatkan beasiswa dari Universitas Tsukuba. Selain itu kami berkenalan dengan mahasiswa lain yang berasal dari Indonesia.

Makan malam penuh kehangatan. Sushi yang kami lahap menjadi saksi keakraban malam kedua kami di Jepang. Seusai bersantap dan bercerita, kami kembali ke motel dengan penuh keriangan.

Hari ketiga dimulai dengan pagi yang dingin dengan suhu mencapai -1 celcius. Kami lawan dingin dengan kobaran api semangat menuju Tama Science Forest Center. Kami menggigil, hidung pilek, tapi semangat tetap mendominasi.  Hari ini adalah istimewa karena saya akan menyaksikan secara langsung bunga Sakura, ikon negara matahari terbit.

Kami mendapatkan gambaran umum Tama Forest Science Garden dan Lecture tentang Environmental Education for Citizen, serta tentang bunga Sakura.  Senangnya berkeliling menyaksikan langsung bunga sakura bermekaran, tumbuhan hutan evergreen, dan nonevergreen

Setelah cukup puas, kami menuju Chichibu Noen Hotel untuk bermalam. Dari hotel tersebut, kami menyaksikan matahari tenggelam dan pemandangan yang sangat menakjubkan. Kami bisa melihat kota Chichibu dilingkari pegunungan yang berselimut salju. Subhanallah, sungguh pemandangan yang sangat indah. Kami tak berhenti bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sugoi! Kami akhiri petualangan di hari ketiga, Selasa, 16 Februari 2016 dengan makan malam dan persiapan terakhir untuk presentasi dan poster.

Rabu pagi dimulai dengan sarapan dan check-out. Sebelum ke Sakado, kami mengunjungi Chichibu Environmental Education Center. Di sana kami mendapatkan lecture tentang biomass tecnology dan karakteristik hutan Jepang. Saat berkeliling, salju turun. Ini pengalaman luar biasa menikmati dinginnya salju sembari mencatat ilmu.   

Tak mau lama membeku dalam kedinginan, kami masuk ke ruangan untuk makan siang dan dilanjutkan perjalanan menuju University Tsukuba Sakado Senior High School (UTSS). Kami sampai di UTSS saat pembelajaran masih berlangsung. Deki Sensei dan Nozomi Senpai yang pernah mengikuti exchange program 1 tahun di Indonesia menyambut kami. Lonceng tanda berakhirnya pelajaran berdentang, kami bertemu dengan siswa-siswi yang akan menjadi hostfamily dan mengikuti wellcome party.

Wellcome party berlangsung dengan sederhana. Kami saling berkenalan. Alhamdulillah, kami langsung bisa mengobrol dengan lancar. Siswa-siswi yang akan menjadi hostfamilyer tertarik dengan Bahasa Indonesia. Kami juga saling bertukar informasi tentang budaya.

Pembagian house familyer berlangsung lancar. Dalam program Sakura Exchange Program in Science, kami berkesempatan homestay. Artinya, kami akan memiliki keluarga baru dan menginap langsung di rumahnya. Para guru menginap di hotel di Kawagoe.

Semua hostfamily menganggap kami sebagai anaknya sendiri. Kami melakukan aktivitas yang sama dengan anak mereka. Semua hal baru yang belum dimengerti akan diajarkan dengan senang hati. Sebaliknya, kami pun berbagi kepada mereka tentang tradisi hidup di rumah kami

Tibalah hari yang kami tunggu. Kami akan mempersembahkan presentasi dan poster. Ada cerita unik menuju UTSS dari homestay masing-masing. Ada hanya 10 menit berjalan kaki, 40 menit menggunakan kereta, atau paket komplet karena harus berjalan, naik bus, dan kereta. Kami bertemu di Wakaba Station dengan mimik wajah bahagia diiringi dag-dig-dug.

Acara inti dimulai pukul 09.00 waktu Jepang. Siswa dan guru melihat poster yang kami pasang. Setiap pertanyaan yang diajukan mereka bisa kami jawab dengan baik. Sesi pertama dimulai dengan welcome sesion. Perkenalan kami yang kedua kalinya untuk semua hadirin yang datang. Setelah itu, dilanjutkan beberapa laporan kegiatan yang semuanya menggunakan Bahasa Jepang. Jam makan siang menjadi jeda acara. Hadirin dipersilahkan untuk beristirahat.

Kami keluar dari Gymnasium UTSS dan menuju ruangan yang sudah disiapkan. Menu makan siang beragam karena bento yang dibawakan berasal dari ibu yang berbeda. Beberapa siswa UTSS yang merupakan hostfamily bergabung. Suasana menjadi cair penuh canda tawa. Kami menjadi lebih rileks, grogi dan deg-degan lambat laun berkurang. Rasanya, kami seperti sudah kenal lama sehingga saling peduli.

Sesi presentasi tiba. Acara Presentations about International Activities by Student dimulai dari siswa UTSS. Mereka menyampaikan tentang robot, manfaat kulit pisang, dan lainnya. Satsuki Hamasaki (UTSS) menyampaikan kegiatan Super Global High School dan Nozomi Furui (UTSS) menyampaikan hasil belajarnya di Indonesia.

Tim Indonesia juga tidak mau kalah. Perwakilan pertama, Adit Rinaldi menyampaikan tentang Forestry Vocational School Of Indonesia. Saya, Kevin Widiar Golpantara menyampaikan tentang Sakura Science 2016 Activities. Sementara Mahyu Rifdatul Jannah menceritakan kegiatan Super Global High School 2015 di Jepang. Alhamdulilah, presentasi 30 menit itu berjalan tanpa hambatan.

Acara dilanjutkan dengan penampilan tari dari beberapa siswa UTSS. Kami sangat terhibur. Kami juga diperkenalkan huruf kanji di papan. Acara berlangsung hingga pukul 17.00 waktu Jepang dengan kata penutup dari Mr. Yoshikazu Tatemoto. Lega rasanya, Kamis, 18 Februari 2016 terlewatkan dengan suka cita. Kami kembali homestay bersama hostfamily. Ada yang langsung pulang ke rumahnya dan ada juga yang diajak berbelanja membelikan buah tangan untuk keluarga di Indonesia. Esoknya, kami harus beranjak dari kota Sakado.

Jumat pagi, kami berpisah dengan hostfamily. Rasanya ingin berlama-lama dengan mereka sudah sangat baik seperti keluarga sendiri. Sebelum melanjutkan perjalanan, terlebih dahulu diadakan rapat para guru. Siswa menunggu dengan berdiskusi singkat membahas tentang pentingnya menjaga hutan. Sebelum benar-benar meninggalkan Sakado, kami mendapatkan sertifikat yang langsung diberikan oleh kepala sekolah UTSS, yaitu Mr. Morihiro Kato. Sekolah ini telah menjadi saksi bisu dan memberikan pelajaran berharga selama di Sakado.

Kami lanjutkan perjalanan menuju hotel dekat bandara Narita sembari ke Museum of Emerging Science and Innovation (Miraikan Museum). Di museum ini, kami merasa seperti berkunjung ke Taman Pintar di Yogyakarta yang berisi berbagai simulasi dan hal interaktif. Kami beristirahat di Airport Rest House. Di hotel yang tak jauh dari bandara Narita, kami packing, bermalam, dan sarapan.

Sabtu pagi, kami optimis pasti akan kembali lagi ke sini Someday. Usai sarapan, kami check-out dan bersiap menuju bandara menggunakan shuttle bus. Setelah mengisi semua kelengkapan, tas kami masuk bagasi, dan saatnya berpisah dengan. Mr. Yoshikazu dan Mr. Ken yang sudah banyak membimbing kami selama di Jepang.

Kami langsung masuk, menuju sekitar satu jam, dan masuk pesawat. Sekali lagi, tidak ada yang mengatakan sayonara (selamat tinggal). Kami mengatakan Mata Aimasho Japan (Sampai Jumpa Jepang). Suatu ketika, kita pasti akan berjumpa lagi. Kami kembali ke Indonesia dengan semangat baru untuk lebih maju. Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ada haru yang terbendung.  Tim Indonesia dalam Sakura Exchange Program in Science harus berpisah ke kota masing-masing. Rasanya baru kemarin kami berjumpa, berkenalan, dan bekerja sama di negeri orang, kini berpisah. Sekali lagi, Mata Aimasho yang kami ucapkan.

Kami tetap keluarga. Kami percaya akan sukses bersama-sama. Ada banyak syukur yang harus kami dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Rasa terima kasih yang terhingga kami sampaikan kepada Pemerintah Indonesia, BP2SDM, Pusdiklat Bogor, Pemerintah Jepang, Japan Science and Technology Agency, Tsukuba University, semua Intansi yang telah memberikan ilmu dan bimbingan, University Tsukuba Sakado Senior High School, Mr. Yoshikazu tatemoto, Mr. Deki, Mr. Ken, seluruh Hostfamily, dan sekolah kami tercinta, SMK Kehutanan Negeri di Indonesia serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Domo Arigato Gozaimas. Matane Aimasho pada tulisan saya selanjutnya!

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Dormistory Herewidgo Someday Widgostory

Being An Abnormal Human


Basmallah Penulis,

Allo?? I’m Kevin Widgo and welcome to my Someday, now I would like to share something. This is ‘bout my School, in Forestry Vocational High Scool. Almost 3 tahun gue udah hidup dan nimba ilmu disini. I just wanna flashback. Trying to turning kenangan sebelum gue really-really out from this school. About phase that already past before, tentang gue yang milih untuk jadi seperti sekarang and why? Start from kenapa gue sekolah disini ya? So #herewidgo and this is #dormistory

First point, Dulunya gue enggan untuk masuk sekolah ini dengan anggapan i wanna be normal human. Maksudnya? Ya normal human kaya yang mungkin you yang lagi baca ini, that is anak SMA or ever have experience. Thats why? I realize pengin dah hidup sebagaimana kebanyakan other people hidup, yang fasenya mulai kenal alphabeth and numbering di TK, grow up and have a lot  of friends di SD, mulai feel something to someone di SMP, have a girlfriend or a former darling di SMA  lanjut Kuliah then get a job, ketemu jodoh and then married, punya anak dan bahagia with my family till the end. I know it is Normal and you know it’s Life. And all we know It is Normal Life.

Emang gue udah jalanin fase yang gue pengin sampai dengan gue SMP, until the 5th semester my parrent was talking mau lanjut kemana nantinya. Then i just said “ya ke SMA aja lah.” Tapi yang namanya parents juga punya hak untuk choose and fixed masa depan anaknya, gue dikenalin sama ni sekolah. When Mid semester holidays my parrent have time untuk ngajak lihat kampusnya walau gak nyampe masuk ke dalam because its prohibited. Then, yang gue liat sepintas from the outside yaa... Not bad, Its a good campus, and more bigger than Senior High Scool i think. Dengan lapang dada gue iyain aja dulu maunya. Gue juga gak tau all about sekolah ini, my parent know about this school from their old friend yang anaknya juga sekolah disini waktu itu. I got a litlte bit information from my parent kalo itu Boarding school, semi-militer and seems like a High School (Sekolah Tinggi). For the begining preparation sometimes I  just doing sedikit olahraga ringan.

When 6th semester begin, setidaknya gue dah punya dua pilihan untuk lanjut ke fase selanjutnya. Short in time The Final semester of Junior High School was done, gue juga lulus UN dengan nilai yang kalau lu tanya? For me it’s never been enough, but ya i’m grateful. In the middle of preparation wisuda, I registered to enter the next phase, untuk masuk sekolah ini gue mulai from Administration test, i prepare then posted all rules and regulations ke alamat kampus. Lolos dan gue lanjut ke Semarang untuk ikut tes tulis. Lolos lagi, Lanjut ke tes fisik dan kesehatan di kampus, eh ada bonus interview singkat waktu itu. Kaya yang tadi gue bilang, i just add a little bit sport. Sedikit banget malah. Padahal ya after i thought about this selections, number of applicants at that time was thousands people and later, force will be 102 students

Semua tes untuk masuk sekolah ini gue jalani sungguh-sungguh cause i think setidaknya kalau nanti gue being normal human, i’m not too much dissapointed my parents because gue gak lolos. Untuk masuk SMA itu gue apply in reguler ways padahal sebelumnya gue punya pengalaman lomba Mata Pelajaran di SMA itu yang mana lu bisa dapetin golden ticket kalau menang, but that seems to be my destiny (Gue tau karena gue punya saudara yang masuk from this way). I missing a few points untuk lanjut ke tahap selanjutnya. Sekian lama menunggu dengan penuh tawakal gue dapet pengumumanya, Alhamdulillah nama gue ada di list calon siswa kedua sekolah. Its meaning gue FIX bisa pilih wants to be normal human atau abnormal human. At the first i bingung banget, so much, seriously. Then gue tanya ke sahabat-temen gue, they which is masuk SMA ya dukung gue untuk jadi sejenis among them dan yang satunya lagi juga bilang untuk being abnormal aja kaya dia. Oh my lord. Finnaly i discuss with my parents, but still my parents not forcing me. Pilihan ada di tangan gue, at the last gue tanya sama yang Maha Tahu, juga yang udah buatin best scenario untuk gue. Gue minta petunjuknya dan hasilnya all of you know what i choose. IT IS BEING AN ABNORMAL HUMAN.

Tiga Tahun. Ya itu cuma 3 tahun kok, hanya 36 bulan, only 144 (one hundreads and fourty four) weeks and just about 3456 (Three thousand, four hundreads and fifthy six) hours which is actually longer than the one-week orientations period (MOS), but all feels like REVERSE. But it doesn’t feel right? Gak! Im not say that. Everithing was flowing, up and down. Can you explain? Gimana yaa? I think its compicated. Really and Honestly. Everything feels almost complete, mungkin simpelnya kaya... Mm.. Yin & Yang lah. Inside a bad there is a point of good dan inside a good there is also a point of bad. Always ada positive and negative. And now after i feels all of the experience which is almost closed by buku kenangan. Gue simpulkan ditengah, being an abnormal human it is a good things (FOR ME). I be grateful. Tapi kalau ya dibilang bangga? yaaa....? I feels something yang emang gue realize will be different from my begining selection. Gue juga tau bahwa atmosphere disini, oksigen that i shiffting here itu beda banget from the outside. Ditambah lagi lingkungan dan sistem pendidikan yang such as different too. Here i know kind of characteristics people dan kadang juga gak sedikit kebaca sih apa yang dia mau from me. Ada yang emang ikhlas gue masuk dihidupnya, bahkan juga give a lot of manfaat together to other people. Juga ada yang judgement gue ini ya cuma MEH, parasite, penghalang from their scenario. Tapi ya positif think aja, lagian kalau hidup gak ada yang begituan ya gak ada bumbunya, Its FLAT. Tapi gue gak jamin ini worth it untuk yang lain ya.. No guarante! Sorry. Selain itu dengan gue ada disini setidaknya i feels so nice, betterthan kalau gue being normal human. But more..

I realize again something, yang mana gue gak tau, bahkan orang lain juga gak tau bawasanya the ways that they choose its betul atau salah. They on the right track atau wrong track. Toh emang ini kan fate yang ditulis oleh Allah. Emang udah plan-Nya. Allah kasih gue pemahaman lewat salah satu insan ciptaannya, nah insan ini bilang di salah satu videonya “Nobody knows what are they doing acctually, we all have no experience in life. Kita disini (dunia) sama-sama firstimer.” So because it, gak ada insan yang paling tau akan apa yang dia lakuin it’s a good. Karena sometime apa yang kita anggap baik itu belum tentu baik pula dimata Allah. Cuma ada satu yang bisa dijadiin pedoman kita dalam hidup, apalagi kalo bukan Agama. Misalnya gini aja, gue sendiri juga gak tau kan apa jadinya kalau gue dulu itu being normal human, all experience yang gue dapatkan disini will not occur. Selain itu achievement yang mungkin i should have kaya diplan awal gue never be happen. Because it i think from right now, just flow, i follow my plot storylife dengan apa yang gue miliki and always agama yang buat gue tetap stand up, I really grateful much. Intinya, yang gue tau “apa aja yang kita lakukan dan hasilkan di dunia ini, mau itu kita normal human atau abnormal human yang penting kita melakukan suatu kebaikan yang positif, which is useful and have mean to much people. Cause what? The best human is who are very useful for the other people. Apa pun jenisnya, sekecil apa pun kebaikan itu kita juga gak tau kan mana yang bakal bawa kita enter to Paradise. And also think before mau ngomong because sometimes mulut ini much more sharp from a sword, hati hati juga kalau behaviour because kita juga gak tau hal kecil apa yang bisa bawa kita enter to the hell. Nauzubillahimindzalik.. Allright.. Gitu aja ya..
*sorry ya kalo bahasa gue bilingual atau malah trilingual.. hehe

So #herewidout Always be #positive and Salute! Terima Kasih!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Every Day's

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus. Always be #positive and Salute! ^^

Translate

Ads Day's