Showing posts with label Widgostory. Show all posts
Showing posts with label Widgostory. Show all posts

In Widgostory

Kisah Mati Tapi Hidup Smartphone


 Assalamu’alaikum Warramatullah Wabarokatuh,
Allo?

Sebenernya udah lama banget pengin nulis cerita ini tapi emang belum tergerak aja sampai akhirnya ayeuna aing ngetik! Gue mau cerita tentang pengalaman gue gak sengaja jatuhin ponsel/hape/smartphone/zenfone or whatever u name it. Cerita ini berlatar di indekost gue akhir bulan Oktober 2019, jadi waktu sore itu langit mulai mendung terus gue inisiatif untuk ngangkat jemuran dong di rooftop (kali je hujan). Setelah gue angkut semuanya gue mulai jalan nurunin tangga, sebagai gambaran ya ini tangga lebarnya paling cuma 1 meter doang jadi lumayan sempit, sampe-sampe gue kesusahan kalau tiap mau njemur kasur gue di rooftop (susah naikinnya, apalagi nggotong turunin tangga, eh malah cerita yang lain haha). Nah terus waktu lagi jalan beberapa langkah aman-aman aja, gue coba masukin hape yang dari tadi gue pegang (soalnya waktu itu gue sambil dengerin musik juga) ke dalem kantong celana karena mulai kerepotan bawa jemuran. TAPI EH! Pas gue coba masukin, ternyata gak masuk (eh anjir gimana ya ceritainnya? Haha) jadi pas gue coba masukin ke kantong celana sebelah kiri ternyata itu losss aja jatuh kebawah (yakali kee~). Panik dong! Tapi kok Spotify masih beroperasi. Jadi beneran musiknya tuh masih ke-play gitu. Alhasil gue lempar dulu noh jemuran ke atas kasur, sedangkan hapenya gue coba lihat sekiranya ada yang pecah atau retak engga. DAN ADA DONG! Huhuuu.
Oh ya FYI smarphone gue itu Asus Zenfone Zoom S yang mana screen-nya itu udah pake Corning Gorilla Glass 5, which is harusnya aman-aman aja kalo jatuh & sebelumnya gue udah pernah jatuhin (tanpa sengaja pastinya) dan gak ada retak apalagi pecah di layarnya, NAMUN KALA ITU it’s tottaly different. Setelah gue lihat dibawah lampu belajar ternyata ada retak di bagian kiri layar, kemungkinan karena waktu jatuh itu bagian yang pertama kali menghantam tangganya (soalnya setelah jatuh itu hp posisinya tengkurep di anak tangga & karena jatuhnya itu cuma dari ketinggian satu meter dari anak tangga yang gue pijak, jadi engga langsung ke lantai paling bawah). Habis kejadian itu gue bingung dong, mana gak ada orang lain di kost, terus juga gak ada WiFi, yaudah lanjut ngelipetin pakaian yang tadi gue angkat (walau kenyataannya gue dag-dig-dug gelisah).
Jadwal untuk hari besoknya itu cuma ada kuliah tamu, yang mana bisa agak santuy walaupun jujur ya gemes aja eh! Ada aja cobaan begini! Selama kuliah tamu bisa dibilang gue agak gelisah soal gimana caranya benerin ini smartphone, karenanya gue pinjem smarphone temen dong buat riset & cari tahu di Google dimana tempat service smartphone di Malang. Setelah nemu beberapa akhirnya gue coba contact satu tempat service smartphone & Alhamdulillah lumayan deket dari kampus. Jadi sewaktu gue hubungi nomor tempat service itu gue bilang aja sekiranya bisa ngga benerin smarphone yang mati tapi hidup haha (maksudnya ya gue jelasin dimana kondisi smartphone gue itu layarnya hitam/mati, namun masih bisa terima call & messege, play Spotify dan lain-lain asalkan dikontrol pake Google Command “Ok Google blablabla” itu loo). Tapi justru disarankan untuk langsung datang ke tempat service mereka biar lebih clear jelasin & bisa dikasih tahu langsung perkiraan biaya perbaikannya. Disatu sisi gue lega, seneng sedikit karena at least ini smartphone masih bisa dibenerin alias gak perlu beli baru, walaupun disisi lain temen-temen gue bilangnya mending beli baru aja karena kemungkinan biaya service smarphone apalagi kendalanya di layar itu hampir mendekati harga smartphone baru (hadeewwwh! Tambah gemay aing! LOL).
Sembari nunggu kuliah tamu selesai gue justru pake wakunya buat riset gimana caranya benerin smartphone gue sendiri, gue cari artikel & video terkait secara online pake smartphone temen gue tentunya, sembari ngetes beberapa kali gue call & sent messege ke smartphone gue dan hasilnya notification light gue masih nyala. SIP, GUE YAKIN INI MASALAHNYA CUMA DI LAYAR! Ditambah sewaktu gue berselancar di Google, gue nemu tuh baik artikel maupun video tentang cara mengatasi hape mati tapi hidup. Namun sebagai antisipasi tidak mau terbohongi saat nanti berkunjung ke tempat service gue juga coba searching di e-commerce sekiranya berapa harga layar & touchscreen Asus Zenfone Zoom S dan hasilnya ada dengan harga mulai dari Rp. 495K-800K (saat gue lihat ini gue bilang SUBHAN ALLAH :D lumayan juga ya huhuuu).
Oke, kuliah tamunya dah selesai, gue langsung pulang untuk ganti pakaian dan taruh barang. Udah itu gue langsung pinjem motor temen indekost gue untuk otw ke tempat service smartphone yang udah gue hubungi sebelumnya. Sesampainya gue di lokasi gue langsung bilang kalau gue customer yang udah hubungi via Whatsapp pagi tadi. Setelah panjang x lebar x tinggi jelasin smartphone gue yang mati tapi hidup, mas-nya bilang kalau ini bisa diperbaiki dengan catatan sebagai diagnosis awal smartphone gue itu emang kendalanya hanya di layar & touchscreen-nya yang retak, yang mana artinya mas-nya ini gak bisa jamin kalau nanti setelah direparasi layar & touchscreen-nya, smartphone gue gak punya kerusakan yang lain (WAH, dititik itu gue makin gambling untuk mau perbaiki smarphone gue karena gak ada jaminan yang pasti). Terus gue inisiatif untuk tanya perkiraan biaya reparasi layar & touchscreenya berapa? Dan mas-nya bilang ada dua pilihan biaya, pilihan pertama itu Rp. 1.200K + Garansi 1 bulan dan pilihan kedua itu Rp. 1.000K + Garansi 2 Minggu yang mana bisa mereka kerjain hari itu juga jadinya gue tinggal tunggu besok dan dijamin selesai (DITITIK INI GUE BILANG DALEM HATI KAYA MASYA ALLAH, SUBHAN ALLAH KOK MEHONG BET & KOK SERASA PERKATAAN TEMEN-TEMEN GUE SEBELUMNYA TERVALIDASI DENGAN HALUS). Lanjut, gue Tanya soal harga kalau nggak pake garansi dan dijawab paling ya Rp. 900K. Gue agak mikir sejenak saat itu karena sebelumnya itu kan gue udah coba riset harga layar & touchscreen Asus Zenfone Zoom S di e-commerce dan faktanya sekarang itu jadi terlihat LEBIH MURAH Hahaha. Oke, setelah memikirkan hal ini-itu, gue dengan berani tanya
“Bisa lebih murah nggak mas?” dan malah dijawab.
Udah Nett mas, tapi sebagai jaminannya kalau jadi nanti kami pastiin kalau itu rusaknya memang hanya di layar & touchscreennya aja. Seandainya nanti ada kerusakan lain kami coba perbaiki tanpa biaya tambahan” kata mas-nya mencoba meyakinkan gue.
Di saat itu gue mikir sejenak dan malah bergumam kaya Loh, kok berani gitu ya? Masa sih kalau ada kerusakan lain mereka mau tanggung (gak ada biaya tambahan untuk kerusakan lainnya seandainya gue deal dengan mereka)” yang mana dengan pernyataan tersebut semakin meyakinkan gue kalau sebenernya problem smartphone gue itu cuma ada di layar & touchscreen-nya. Setelah gue menimbang ini-itu, memperkirakan harga yang gue harus keluarkan, sekiranya worth it apa engga ini smartphone gue dibenerin akhirnya mengacu pada pertanyaan,
 “Mas, sekiranya kalau saya bawa sparepart (which mean is) Layar & Touchscreen smartphone saya sendiri bisa? Perkiraan biaya pemasangannya berapa ya? Terus berapa lama waktu pengerjaannya?”
Setelah mengajukan pertanyaan ini kemudian mas-nya kaya diskusi sebentar gitu di belakang sama temen kerjanya dan kemudian setelah beberapa saat mas-nya bilang,
“Bisa mas, biaya pemasangannya Rp. 50K namun tidak ada garansinya, kemudian untuk pengerjaannya itu cuma satu hari bahkan kalau mas mau, mas bisa bawa sparepart-nya kesini dan tunggu pemasangannya.”
Nice, dengan perasaan cukup lega & masih penasaran terus gue okein aja deh. Setelah itu gue pulang ke indekost untuk istirahat selagi cari referensi lain dimana gue berencana untuk cari tempat service smartphone lain sebagai pembanding harganya (just siapa tahu ada yang lebih murah).
Tibalah di hari berikutnya dimana gue berencana untuk ke tempat service smartphone lain yang sumbernya gue dapet dari internet, ada beberapa yang gue temuin tapi yang gue datengin kali ini yang rating-nya paling tinggi karena review-nya lumayan bagus namun lokasinya lumayan jauh dari kampus. Sesampainya di tempat gue mulai aduan gue tentang smartphone gue yang mati tapi hidup lengkap dengan pertanyaan-pertanyaan yang kemarinnya gue tanyakan di tempat service smartphone yang pertama. Ahasil yang gue temukan justru disini biayanya LEBIH MAHAL (Rp. 1.300K + TIDAK ada garansi terus seandainya gue bawa sparepart-nya sendiri biaya pemasangannya Rp. 100K). Simpelnya gue ambil brosur tempat service tersebut & gue cabut pulang ke indekost untuk kemudian melanjutkan riset gue tentang menimang-nimang “What is the best plan to fix my daily driver?!” disisi lain gue menemukan keanehan-makluman dari kedua tempat service smartphone yang gue kunjungi dimana setiap gue tanya tempat dimana gue bisa beli sparepart-nya tanpa melalui mereka selalu jawab “GAK TAHU” TAPI kalau gue tanya dimana mereka dapetin sparepart-nya kalau gue jadi service smartphone di mereka mereka dengan gampang jawab “KITA DAPETNYA DARI GUDANG KITA DI MALANG” Baikkk, gue menganekan sekaligus memaklumi mereka sebagai service seller yang tentunya mau untung, but dude I’m not dumb yea.
Dengan demikian gue MENYIMPULKAN dan YAKIN untuk beli sparepart-nya sendiri kemudian pasangin di tempat service smartphone yang pertama kali gue datengin. Alhamdulillah-nya dari serangkaian ini gue punya tabungan darurat of course for my urgent things. Hari selanjutnya gue coba cari & bandingkan antar e-commerce terkait dengan seller yang memliki rating bagus & barang yang punya review paling baik. Ketemulah satu di e-commerce hijau dengan harga layar & touchscreen Asus Zenfone Zoom S Rp. 495K + Ongkir jadi total Rp. 520K. Yap, Bismillah saat itu juga gue pesan barangnya. Perkiraan sampai barangnya itu 3-4 hari dan di hari ke-6 gue berkomunikasi tanpa smartphone barangnya datang dengan packaging yang aman lengkap dengan bubble wrap. Gue excited waktu itu sembari dag-dig-dug karena masih berharap banget ini smartphone kendalanya cuma di layar.
Oke, sepulang kuliah yang kebetulan hari itu hanya setengah hari, siangnya perkiraan pukul 1 gue berangkat ke tempat service smartphone yang pertama kali gue datangi. Sesampainya gue datang, gue langsung ceritain ulang kendala smartphone gue karena orang yang ada di tempat service beda dengan mas-mas yang waktu itu gue temuin. Setelah deal, gue keluarin smartphone & sparepart-nya, gue kasih ke mas-nya yang saat itu bekerja terus gue izin untuk lihat proses pengerjaannya dan Alhamdulillah diizinkan. Selama pengerjaan gue jujur gemay & deg-degan karena sepenglihatan gue pengerjaannya kurang hati-hati, bahkan beberapa kali gue ingetin untuk lebih pelan karena jelas dong gue gak mau ada kerusakan lain yang justru nambah saat pemasangan. Dan yeah, untungnya gue amatin dari awal sampe sekitar 1,5 jam pemasangan smartphone-nya gue coba dan semuanya nampak lancar at least sampai gue nyadar kalau lensa kamera depan gue ketutup lem dari dalem layar yang menyebabkan gue harus complain & nunggu lagi smartphone gue dibongkar & pasang lagi. Setelah selesai gue coba cek lagi semua fungsinya, pastiin bener-bener kalau gak ada masalah selain sebelumnya ada di layar dan touchscreen-nya tadi. Oh ya btw gue cek segala fungsi setiap fiturnya pake kode yang mana kalau di Smartphone Asus itu via Kalkulator terus tinggal ketik “.12345+=” (Titik, Satu, Dua, Tiga, Empat, Lima, Tambah, Sama Dengan) yang mana akan memunculkan menu SMMI TEST baru, terus kalian bisa pilih test semua fungsi fitur di Smartphone Asus kalian. Singkat cerita setelah gue test semua fiturnya dan semuanya berjalan dengan baik, JUJUR GUE LEGA SEKALIGUS SENENG!
Tercatat sampai dengan gue nulis cerita ini Alhamdulillah smartphone gue lancar jaya sentosa (bekerja dengan baik). Mulai saat itu gue berasa nyesel untuk ngelepas silicon case bawaan Asus Zenfone Zoom S gue karena emang udah butek banget warnanya. Tapi seminggu setelah smartphone gue diperbaiki gue langsung beli case baru untuk pengamannya. Wah, gue ceritanya beneran panjang x lebar x tinggi nih tapi gapapa lah, karena sebenernya gue nulis ini selain ditujukan untuk gue pribadi sebagai pengingat dan gue dedikasikan kepada kalian/teman kalian yang mungkin mengalami masalah yang sama walaupun tentunya gue tidak mengharapkan hal itu terjadi pada temen-temen/pembaca Someday. Dari pengalaman ini gue belajar banyak hal, mulai dari riset diawal/sebelum gue ke tempat service, pergi ke lebih dari satu tempat service smartphone (membandingkan dua tempat) itu penting banget karena dari situ gue bisa lebih bijak mengambil keputusan dibuktikan dengan gue merasa pilihan untuk beli sparepart sendiri baru kemudian ke tempat service smartphone hanya untuk masangin aja itu sangat-sangat WORTH IT & GREAT CHOICES!  
Masih kurang yakin? Saran gue YAKIN AJA & JADI SMART CUSTOMER. Karena nih ya sebernernya itu ada cerita lain, dimana sewaktu gue lagi nungguin smartphone gue dirakit itu ada customer lain yang punya masalah terkait dengan baterai laptopnya yang bocor (gak bisa dipake kalau laptopnya nggak sambal di charge) itu datang kemudian langsung Tanya harga & langsung deal-deal aja, padahal dari situ gue denger tempat service ini tawarin biayanya Rp. 500.000 which is menurut gue itu gak worth it, karena sebelumnya gue mengalami masalah yang sama dimana baterai laptop gue bocor sejak 2016 tapi gue gak langsung ke tempat service, justru gue malah riset dan beli sendiri baterainya dengan harga dibawah Rp. 200K via e-commerce dan gue baru melakukan itu seminggu belum gue denger sendiri kejadian ini. WAW bisa hemat lebih dari Rp 300K dong! Tapi lagi yaaa, gue juga kurang tahu apa urgensi daru customer laptop baterai bocor, siapa tahu emang butuh dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga waktu itu langsung deal aja gue tahu kok tempat service kaya gini pasti cari untung dan gak mungkin gue bilang ke customer laptop baterai bocor itu untuk cancle pembeliannya dari tempat service tersebut dan nyuruh beli baterai laptop sendiri via e-commerce seperti apa yang gue lakukan hehehee.
Terakhir ya, gue mau bilang Terima Kasih ke temen gue yang mau minjemin smartphone-nya buat riset terkait smartphone yang mati tapi hidup LOL (masih aja gue nyebutnya gitu hahaha) & temen yang minjemin smartphone-nya untuk membantu gue hubungi orang tua. Oh ya maaf banget gue gak bisa langsung sebut nama tempat service smartphone pertama & kedua karena gue gak mau menimbulkan asumsi negatif terkait pelayanan di tempat service tersebut (TAPI kalau kalian emang butuh tahu alamat-nya, kalian bisa contact gue via Instagram atau bahkan secara langsung biar lebih enak. Insyaa Allah gue bantuin).

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Someday Widgostory

Allo? (Untuk Kamu)



Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarokatuh,
Allo?

            Hei, sudah lama... sangat lama (seingatku) kita belum ngobrol bersama lagi, bahkan jujur aku sudah lupa kapan itu. But, sebelum kamu bicara banyak. Aku mau bilang sesuatu :

“Terima Kasih & Maaf”. Kalimat itu singkatan dari semua unek-unek yang ingin aku utarakan.

Terima Kasih; Alhamdulillahi ‘alaa kulli haal. Karena selalu belajar-berusaha jadi insan baik yang bermanfaat untuk mahluk lain selama ini. Aku apresiasi kamu! Salute sama kamu! Masyaa Allah, karena selalu ada dimana-pun (ya emang kita gak bakalan pisah sampai ajal menjemput), karena selalu jadi yang pertama untuk berdoa & mengusahakan apa yang telah aku doakan. Aku gak bisa melakukan apa-apa kalau kamu gak ada.

Maaf; Qodarullahi wa maa syaa-a fa’ala. Aku seakan lupa (TERLALU SERING), seakan aku paling baik, terbaik se-penciptaan-Nya. Aku sombong dan menganggap gak butuh kamu. Aku ini perfeksionis, seakan-akan rancanganku ini pasti akan berhasil tanpa ada orang lain juga kamu. Padahal, kenyataannya aku butuh sangat akan bantuan itu.

Jadi setelah 7.264 hari kita bersama, kita lahir, kita mulai berdoa dan melihat dunia aku makin bersyukur masih diberikan kesempatan untuk terus mengusahakan apa yang aku doakan, masih diberikan kesempatan untuk membantu mahluk hidup lain, masih diberikan kesempatan untuk merasakan cinta dan kasih sayang dari-Nya serta serta mahluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala.

Entah Kapan Suatu Hari Nanti, Pasti. Someday,

~Aku dan kamu akan terpisah. Ajal akan menjeput dan apa yang kita lakukan dipertanggungjawabkan. Jadi aku minta kamu untuk bisa sabar & ikhlas memaafkan aku ini. Mari LILLAHI TA’ALA lanjutkan selalu untuk terus belajar dan berusaha jadi insan baik yang bermanfaat untuk mahluk lain. Jadi insan yang penuh akan kasih sayang dan cinta. Jadi insan yang lembut, perhatian, kreatif, inovatif, tampan seperti doa yang sudah orang tua kamu berikan dalam namamu.

Aku yakin kamu bisa!
BUKAN, bukan hanya kamu!
Tapi kita.

Sekali lagi (namun berulang kali banyak sekali berkali-kali) “KITA BISA! LILLAH! Allah dulu, Allah lagi, Allah terus!”

Barakallahu fiik.


(aku tunggu balasanmu dalam setiap hembusan napas diiringi doa-doa indahmu, diriku).

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Widgostory

Bukber Plan


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?

“Gaes? Bukber yuk?!” ialah tema percakapan yang mulai rame (read: riweuh!) sebelum mulai bulan ramadhan. Gue mengalami hal tersebut dari tahun ke tahun dan seringkali itu hanya wacana yang sampe lebaran masih dibahas. Ya walau ada beberapa yang biasanya terlaksana, padahal tanpa ada rencana.

Mm, tapi setelah beberapa tahun ini gue ngerasain hal yang beda, mulai B aja sama yang namanya bukber. Lah wong 3 taun bukber terus neng ruang makan kampus! hihi. Dan gue bersyukur karena mulai tak tergoda dengan giuran bukber. Emang ya bisa ketebak dah, terlalu banyak menjunjung nilai silaturahmi tapi seolah lupa syarat kalau itu malah buat dosa. Kalian tahu “khalwat atau berkhalwat?” iya, dua-duaan yang ketiganya setan. Nah itu yang berdua aja dihitungnya jadi tiga didampingi satu setan. Apa lagi yang rame-rame hiks.

“Ikhtilat” artinya percampuran. Nah ini nih, yang rame di envirohment kita, sering banget nggak kita sadari loh ya. Karena kurangnya ilmu dan godaan setan, kita terkadang kita terhasut oleh hal-hal yang udah dianggap biasa, padahal lebih banyak mudharat ketimbang manfaat. Astagfirullah...

Hal ini yang jadi alasan (fact) kenapa gue biasanya nolak (sorry) kalau diajak bukber. Sebelumnya gue pastiin emang, susunan acara plus temanya ngapain, bareng siapa, tempat dan terutama waktunya. Misal kalau emang acaranya cuma SMP (Sesudah Makan Pulang) ya mending gak ikutan. Bersyukur dan sabar ekstra kalau ikut jadi panitia, bisa langsung ngasih saran buat susunan acaranya. Dan kalau tetep riweuh, kudu ikhlas ambeh jadi ladang rezeki.

Alhamdulillah dari keresahan ini gue coba buat bukber plan. Bukber yang gak cuma SMP dan jadi ajang setan rame-rame ikut bukber (nambah riweuh wae yeuh setan!). Insyaa Allah ini bisa bermanfaat.

Pertama, susunan acara dan tema. Yap, beneran deh, kalau bukber tuh cuma dateng, ngobrol, buka puasa, makan terus pulang itu mendingan buka di rumah bareng orang-orang terkasih. Sebagai alternatif kita bisa, coba bukber sambil ajak anak yatim-piatu, orang yang kurang mampu biar kita makin bersyukur. Ditambah kalau acara bisa mulai dari shalat ashar berjamaah, dilanjutkan dzikir sore wuih Mantap! Selain itu bisa juga dengan bagi-bagi takjil, bagi sembako atau bahkan kalau mau lebih gampang juga bisa dengan langsung aja kita sediakan nasi box + takjil buat orang-orang yang beribadah di Masjid. Dengan demikian, kita cuma tinggal infaq buat dananya, ingat hadist “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun”. Masyaa Allah.

“Lah itu mah ya bukan bukber!” Ya tetep bukber atuh, Bukberin orang shaleh-shaleha sayang *ting. Jangan lupa juga susunan setelah acara makan juga harus ada, kan bisa tambahin shalat jamaah isya dan tarawih. Jangan sampai bablas, sayang. (yah, sayang lagi, jadi tambah sayang wkwk).

Kedua, bareng siapa bukbernya. Nah ini nih, yang biasa terjadi mah ikhtilat (bareng siapa aja, kemana aja, terus nyampur sama setan-setannya ikut nyampur. Eh serem juga yak?!). Nauzubillah.  Biasanya gue bakal tanya, kalau misal bukber kelas atau angkatan gitu walaupun campur, ada pembatas gak? Si mantan ikut gak? (*eh, gubrak! Wkwk). Ya tetep lah, kudu dipisah (kudu = harus) sekalian jaga pandangan dan biar gak salah fokus. Kan makannya jadi nikmat. Terus yang diobrolin juga harus berfaedah yah. Jangan baru ketemuan setelah sekian lama, basa-basinya malah body shamming atau malah lebih parah sex harrashment. Beneran deh, basi banget. Ketahuan lah orang yang omongannya berbobot baik. Dan jangan ghibah ya, kalau gue lebih suka bahas topik tentang nikmat Allah dan problematika hidup secara umum.

Satu lagi, ponsel di silent, dikumpulin di tengah.

            Ketiga, tempat. Ini nih yang kadang seleranya beda-beda, mau makanan inilah-itulah. Asa kalau dipikir mending bawa bekel masing-masing terus tinggal dimakan bareng wkwk. Tempat jadi hal yang penting dan harus dipertimbangkan banget. Apakah tempatnya di rumah makan, biar simple dan tinggal pesen. Kalau iya jangan lupa “booking” tempat yah (Urusan panitia nih). Walaupun simple tapi juga harus dipikirin itu ya tempat shalatnya, memadai atau tidak. Sekiranya bisa tetap menjalankan ibadah wajib gak, jangan sampai lupa ini. Apalagi kalau yang ikut banyak, kan gantiannya itu nguras waktu lama.

            Keempat, waktu. Penyusunan waktu juga penting agar target bukber terlaksana dengan baik.  Bukan cuma waktu di hari pelaksanaan aja loh, bisa banget dari sebelum ramadhan buat target. Kalau misal kelas atau angkatan mau ngadain bukber. Semua yang menyangkut kegiatan bukber harus ditarget, misal awal sebelum ramadhan cek siapa aja yang mau ikut. Selanjutnya cek tempat, menu dan lain sebagainya. Biar apa? Ya biar nanti gak cuma wacana, rencana itu kudu bener-bener mateng.

Ya gue sih kurang setuju kalau ada orang yang bilang, “Udah, bukber mah gak usah direncanain, nanti malah gagal”. Dan gak cuma buat bukber aja ya. Kalau pendapat gue mah, kalau suatu rencana gagal, berarti memang perencanaannya belum matang. Setiap rencana kan harus ada back up-nya. Setelah back up juga ada back up lagi. Misal gagal bukber bulan ramadhan, bisa ganti makan bersama usai lebaran. Kalau gagal lagi ya buat aja bukber plan yang lebih matang untuk acara selanjutnya. Semoga diberikan kesempatan. Aamiin yaa Rabb.

Nah itu bukber plan gue, ada sebenernya tips lain. Tapi coba deh kalian tambahin di kolom komentar ya? Ingat! Biar bukber bisa sesuai dengan syariat tanpa mendatangkan mudharat.

“Nah tapi gini, ditempat gue itu panitianya susah diomongin. Terus gue harus gimana? Ikut aja atau gak usah?” Bismillah, kalau memang sulit, gak usah! Tapi kalau masih bisa diajak diskusi sambil diarahkan ke jalan yang Insyaa Allah benar, why not!? “Setidaknya kau pernah berjuaaaang...” (awas nyanyi loh wk)

Bukber emang bisa jadi ajang kita bersilaturahmi, memperoleh banyak kebaikan. Tapi kita juga harus pilah-pilih, mana yang sekiranya lebih banyak mendatangkan faedah dan  mendekatkan kita dengan-Nya. Semakin banyak orang yang ikut itu gak menjamin keberkah dan kehaqiqian acara. Lebih baik sedikit terus banyak berkah, daripada rame tapi gedumbrang-gedumbreng gak karuan (setannya gedumbrang-gedumbreng-gambreng).

Semangat Lillah!

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Mau Tanya


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?

            Mmm..  udah sekitar tiga bulan cyberspace ini sepi ya? Cyberwriter-nya kemana? Yang punya gak ada, tapi tetep aja ada yang dateng. Alhamdulillah sih gak jadi sarang tawon (biar gak sarang laba-laba terus, hihi). Yaudah, dari pada yang nulis ghibah diri sendiri mending tanyain aja langsung yuk!?

            Allo Pin? KePin!? Eh, Fin? KeFin!? Yay! Kepppiiiin??? Keffffiiiiin???!!! Mana ya? *Wait, wait.. gue baca naskah dulu, oalah namanya bukan Kepin atau Kefin, Tapi KeVVVVViiiin XD (ya seperti biasa pasti garing wkwkwk) *klik-klik-klik (...he can’t say “RRRRRR”).

            Allo? Hai-Hai??? How are you guys??? Baik-baik kan? Alhamdulillah kalau gitu. Gue baik kok, jangan khawatir. Wkwkwk (seakan ada yang peduli, tapi pasti ada sih. Wadaw, GEER) hehe. Maafkan yaaa ku baru nulis lagi. Peace.

            Hah? Kamu enggak baik? Kenapa? Kangen ya? Rindu ya? Miss gitu yaaaaa? Tuh kan iyaaa.. jadi sayaaaa.... *ditusuk pensil sama leri. Itu loh temennya Acil @dalang.pelo wkwkwkwk #APASIH XD

            Wkwkwkwk semakin gak jelas sepertinya, ok, ok gue percaya kok kalian sehat dan buat yang kurang sehat (asalkan tidak sableng) semoga lekas lebih baik. Oke? Sip.

            Nah untuk kali ini gue sebenernya gak ada something yang mau dibahas atau unek-unek yang disampaikan. Tapi ya kek kali gue udah nulis gini gak ada manfaatnya, which is litteraly gak faedah gitu. Mmm. Sebenernya gue mau tanya sesuatu, jawab ya...?

            Hai? Lagi apa? Ada dimana?
            Sama siapa? Ngapain aja?
           
            Cepat-cepat kau makan, nanti maag-mu menyerang.
            Jangan lupa jaket kau kenakan.

            Jangan lupa makan malam-mu, nanti sakit perut-mu.
            Dari aku yang merindukanmmmmmm... (aaaa... sudahlah... ini sulit) :D

            Selamat malam, jangan lupa cuci kaki dan tangan,
Juga doa sebelum terpejam....

Titik dua dan bintang...

Du du du du du du..
Du du du du du..
Du du du du du du du..
Du du du du..
Du du du du du du duuuu...

~Titik dua dan bintang...

            Eeeeh... sorry-sorry.. kok gue ikut nyanyi?????? Hehehe wwkwk. Nah iya, gue mau tanya itu lirik lagunya Olski kan? judulnya Titik Dua Dan Bintang? Iya yaa??? Yaudah yaaa.. wkwkwk.

Selamat malam.

 Astagfirullah, masih gak percaya? Yaudah, cek sendiri yaa :D terus hitung tuh, “du du du-nya” berapa kali, kalau dua puluh sembilan kali berarti aku serius, eh bener gitu maksudnya. Hehe. Dan... ada kabar baiknya nih, So Welcome To Someday (Entah Kapan Suatu Saat Nanti, Pasti.) yang sudah dalam proses upgrade ke versi 2.0. Yeayyy!!! Kira-kira yang berubah apa aja??? Mmm... Setia terus makannya yaaa... hehe.

Mm, satu lagi sebelum tidur jangan lupa wudhu, terus baca doa (Kalau bisa, mampu, sanggup jangan lupa doain jodoh ya). *Ting

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***


Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Widgostory

Dua Satu Dua Sampai Al-Aqsa


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?
            Apa kabar kalian? Semoga senantiasa baik yaa. Aamiin. Beberapa Minggu ini Masya Allah & Subhan Allah banget ya? kenapa? ya kalian mungkin suah paham sendiri dari judul diatas. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

”Menarik memang mengamati cara-cara kaum munafikin yang selalu tak suka dengan apapun yang terkait dengan islam , salah satunya kesuksesan reuni 212 yang lalu. Gerakan kebangkitan ummat islam yang disimbolkan dengan 411/212 memang fenomena baru dalam sejarah indonesia, tak pernah ada gerakan semasif dan sesolid ini. Tentu saja ini, menjadi perhatian sesrius bagi siapa saja yang ingin berkuasa, atau terus berkuasa di negeri ini. Sebab gerakan ini terlalu besar untuk bisa diabaikan siapapun.

Faktanya, sejak indonesia wujud, tak ada satupun partai atau gerakan yang bisa mengagresi ummat sebanyak 212, lebih hebat lagi, ini dilakukan dengan dana sendiri. Kesadaran yang turut serta dalam gerakan ini pun sangat tinggi, mereka tak mudah terprovokasi, memiliki kepedulian yang sangat tinggi, buktinya keamanan dan kebersihan saat aksi.

Begitulah semua tuduhan kaum munafikin dan kafir terbantah hanya dengan reuni itu saja. Radikal, intoleransi, anti-NKRI, anti-Pancasila, semua tuduhan  tak laku. Tapi begitulah kerjaan orang panik, sebagaimana kafir Quraisy yang bingung menuduh apa pada Rasulullah yang sempurna, akhirnya tuduhannya mengada-ada. Maka tuduhan terhadap reuni 212 yang telah terbukti gagal, mereka lanjutkan dengan pasca reuni 212. Termasuk isu tak peduli bencana banjir, atau ada bendera HTI. Lucu.

Maklumi saja orang-orang panik ini, mereka yang hendak tenggelam, apa saja akan disambar, bahkan hanya jerami yang mengambang, orang panik suka aneh-aneh. Tapi bagi yang hadir di reuni 212, jelas-jelas ini ngangeni. Alhamdulillah saat berdesak-desakan orang berbagi senyum, saat lapar dan haus mendahulukan saudaranya, indah.

Tak mungkin bila ini bukan rahmat Allah, bukan Allah yang terlibat. Begitu banyak manusia, namun begitu aman damai dan tenteram, siapa yang masih punya hati, tak bisa mengingkari. Biarlah 212 terus mengingatkan kita, bahwa persatuan itu indah. Dan mengistiqamahkan kita di jalan dakwah, agar Kitabullah dan Sunnah bisa diterapkan di negeri tercinta Indonesia.”

Masyaa Allah banget yah? PASTI IYA!!! Yang diatas itu bukan tulisan gue, jelas banget, dah ketahuan ya? Hehe. Itu tulisan Ustadz Felix Siauw yang gue ambil dari postingan instagram miliknya beberapa waktu lalu (Arti Reuni 212).

Emang bener ya? Yang nama dakwah itu gak mulus, kaya hijrah aja, ada orang yang mulai atau sudah hijrah tapi hidupnya malah lebih berliku, lebih banyak ujian dari Allah SWT. Hijrah seseorang itu bisa jadi mudah tapi untuk terus istiqamah di jalan yang diridhoi-Nya itu gak gampang, harus terus kuat, sabar, ikhlas, tawakal! Contoh lagi dulu baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam juga gak mudah dalam berdakwah, dalam mengajarkan menjadi manusia yang baik. Ada aja kelakuan yang dilakukan kaum kafir quraisy.

Maka dari itu untuk bersatunya ummat itu gak mudah pula, namun Alhamdulillah dalam reuni 212 kemarin Allah limpahkan rahmat dan karunia-Nya. Emang jujur gue sendiri gak ikut datang langsung ke acaranya, tapi lihatnya aja dah bikin seneng, haru, langsung bilang “BESOK GUE IKUT!” apalagi kalau dateng langsung?. So, gak perlu nanyain dari mana duitnya ya? Karena bukti nyata dilapangan itu pada bawa makan sendiri. Bahkan malah jadi kesempatan untuk saling memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia~ealah malah nyanyi hehe. Terus lagi soal foto bendera Rasulullah diatas bendera merah putih menurut gue gak usah deh dipanjang-panjangin, gak usah lapor-lapor, nanyain aparatnya dimana? Cukup dengan perkuat iman Insyaa Allah nanti bakal sadar, kenapa itu WELL NICE aja.

Terus lanjut lagi, kemarin kan juga ada Indonesia Lawyers Club, yang bahas tentang 212 : Perlukah Reuni? Kalau gue pribadi juga mikir temanya subjektif. Soalnya yang senang pasti bilang perlu, bahkan kalo bisa rutin. Sedangkan yang gak suka ya mungkin mikirnya ngapain, ngabisin duit, ajang kumpul pengangguran, dan pikiran negatif lainnya.

Waktu malam itu gue gak nonton langsung di televisi karena TVONE gue bures bro lol. Jadinya gue nonton kemudian hari di YouTube, gak download ya *ting pesan lain tersampaikan. Dan  setelah nonton gue baru ngeh kenapa nih pagi-pagi postingan dakwah jadi tambah rame. Dan bener, setelah gue nonton di YouTube dari siang sampai dengan sore, ternyata dah 9 jam gue nontonya, matengin bener dan gak di skip-skip (yang liat instagram story gue paham kan?) itu termasuk isoma dan buffering. Acaranya rame, dan menurut gue pribadi itu bisa memperkuat iman, yang nonton jadi tahu mana yang Insyaa Allah bener pake ilmu dan yaaang gitu deh, hehe #jangandibully.

Tonton ya kalau ada waktu, masa buat nonton vlog idola aja kuat, buat perkuat iman kagak? Hehe #nooffense. Lanjut lagi sekarang tentang kabar yang bikin banyak nyebut Allah.

Beberapa dari kalian pasti dah pada denger atau tahu soal si bapak kepala kuning (sorry, kayak gimana gitu nyebut nama pake jabatan, meh!) beberapa hari yang lalu bilang gini : ‘US ecognizes Jerusallem as Israel’s capital and will move embassy  to the disputed city.’  Yang mana artinya itu : ‘Amerika Serikat mengakui Yarusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaan ke kota yang disengketakan.’ Permerintah US bilangnya ini semua bagian dari proses pencarian perdamaian  antara Israel dan orang-orang Palestina, padahal yang terjadi justru sebaliknya.

So what? Subhan Allah. IDK ya, ini pemimpin yang satu ini buat gedek banget! Tapi kita harus sabar, banyakin doa untuk yang disana, untuk semua ummat muslim di dunia. Banyakin berfikir positif yaaa, juga jangan malah ikut-ikutan comment gak genah di postingan orang! Bantu doa & shalawatin pokoknya!

Mikirnya gini aja, “Kalau penista terhadap Al-Maidah 51 berhasil mempersatukan kaum beriman melalui 212 di Indonesia, maka kita nantikan sebentar lagi persatuan kaum mukmin sedunia sebagai perlawanan atas perampasan Al-Quds oleh Israel dan sekutunya, pak kepala kuning. Khilafah. Khilafah. Khilafah. Perisai pelindung kaum mukmin sedunia. Lonceng kematian bagi kedzaliman di atas muka bumi milik Allah, cahaya rahmat semesta alam, atas seizin-Nya ia akan segera tegak. Free Al-Quds with #Khilafah”. Ini caption dari kak @benefiko (kecuali ‘pak kepala kuning’ yang gue udah samarkan tapi jelas ketahuan) yang menurut gue baik dipahami sebelum emosi setan mengakusisi hati. Nauzubillah, terus berfikir positif yaa.

Semoga kita seantiasa diberikan  keteguhan hati untuk senantiasa taat dan istiqamah di jalan Allah SWT. Aamiin ya Rabb. Seperti pada QS. Al-Imran : 8, Allah berfirman : “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan pertunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu. Sungguh hanya Engkaulah yang Maha Pemberi Karunia.”Aamiin ya Rabb.

Takbir! Takbir! Takbir!

ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR!! ALLAHU AKBAR!!!

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Untuk Dia


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?
            Yups! Sesuai judul diatas gue bakal cerita tentang behind the story of the song (wait, gue play dulu deh lagunya hehe). Nah siap, melodi dulu sampai detik 29 dan jeng-jeng-jeng...

            So lagu “Untuk Dia” itu original song by Paulus Andreas Partohap judulnya Untuk Gita. Paul waktu itu upload lagunya waktu Gita ulang tahun, (Gita siapa sih? Yang dah baca #personify bulan September pasti paham). Tepatnya itu tanggal 8 Agustus 2017, nah dari situ juga pertama kali gue denger lagunya, then Masyaa Allah, kalian yang udah denger lagunya mungkin paham. Lagunya itu penuh dengan doa, ya emang basicly itu kan lagu untuk yang berulang tahun tapi tetep dah liriknya enak didenger, mudah dipahami, gue aja seharian muter berulang-ulang bisa langsung hafal.

Baik dan tulusnya Paul gak sampai disitu, tanggal 10 Agustus dia upload lagi di Youtube dengan judul yang sama Untuk Gita, bedanya yang ini instrument & backing vocals dia! #OOOWWW seneng baget dah gue, Request gue dikabulkan, ditambah lagi description box dah ada alamat Google Drive buat chords and lyrics, Mantap Djiwoo!

            Dari situ gue mulai belajar, eh tepatnya menambah ilmu tentang musik, khusunya cover lagu. Gue cari tuh, Tips & Trick cover lagu, life hack recording, cara recording low budget, tutorial edit/mixing lagu dan blablabla. Kurang lebih 2 hari recording-nya selesai. No! i’m not record my voice for 48 hours non stop! Ya kali ada yang mikir gitu, hehe. Dari dua hari itu gue pindah tempat, soalnya kalau gue recording di kamar rumah itu bising, apalagi kalau ada motor lewat dengan knalpot yang *tiiiit (cencorship), pasti bakal ikut kerekam. Alih-alih itu gue paling recording disaat semua orang komplek gue setengah mati diatas kasur (beauty sleep well). Jadinya gue pindah provinsi untuk recording, from Cilacap goes to tempat kelahiran. Nyepeda beneran bruh, kendaran yang dikayuh manual itu loh. (siapa tahu nanti si “Dia” baca dan itu udah zaman mobil gak ada rodanya) haha so fun vin! WK!

Nah  kenyataannya, disini gak jauh beda! Malahan kalau disini lebih bising karena rumahnya lebih deket ke jalan, tapi lebih jarang lewat karena volume kendaraannya yang lebih sedikit. Ya gitu, kesel yang bikin ngakak itu disaat nyanyi dah sampe bridge tiba-tiba ada ”ngeeeeeeeng..” (motor lewat). Hiks, ingin ku berkata kasar, namun tak mampu karena cadel. Wkwkwk “Kasal!”

            Sepulangnya recording antar provinsi, gue mixing lagunya, coba untuk ngepasin sama lagu aslinya walau kenyataannya jauh banget, wkwkwk. Yah, ku recording kau dengan Bismillah, lantas ku mixing lagu dengan Lillah, sampai akhirnya jadi. (Iya, yang dimaksud jadi itu belum final fix loh ya, itu masih prototype hehe). Setelah itu gue coba play dan kasih denger ke orang terpercaya gue. Dan finally sampe dengan season 3 recording & mixing, udah nglotok banget lagunya dikepala, sampai orang rumah hafal lagunya dan ya mungkin setelah beratus-ratus take vocal karena ada imbuhan “ngeeeng” disetiap recording, JADILAH cover lagu itu.

            Setelah selesai dengan covernya, gue berniat untuk upload cover lagu ini pake ada Music Video-nya. Tapi memang mungkin belum jodoh, dikarenakan DOP sedang sibuk kuliah dan disamping masih bingung mikir buat tema background gunung atau pantai (Please BANTU COMMENT DI KOLOM KOMENTAR DIBAWAH!) alhasil sampai dengan kalian denger lagunya kemarin belum kebuat dah MV-nya. But, Insyaa Allah COMING SOON yaaa.

            Sampai situlah cerita gue dibulan Agustus, jujur cover lagunya itu udah jadi semenjak Agustus, tapi karena gue ada acara di Borneo, Tangerang, Serang dan sambil milih-milih tanggal yang pas gue tunda upload-nya. Sampai dengan gue mikir dah satu tahun sejak gue bikin Channel Youtube yang waktu itu... (nanti dah ada ceritanya sendiri, hehe). Ok dah, gue coba untuk meeting sama DOP bahas MV-nya nanti mau gimana, tapi tapi tapi, DOP gue ini minggu depannya usai meeting mau UTS, ya sudahlah.

            And the day it’s happen, sehari sebelumnya gue bikin lineart dan vektor buat thumbnail/cover lagu itu. Dan jadilah sampai dengan tanggal 7. 11. 17 yang hampir mau aja tanggal 8. Ya gitu, upload jam 11.53 PM bruh! Tujuh menit lagi ganti tanggal wkwkwk. then Alhamdulillah sekarang sudah Available on Youtube and SoundCloud thoo! YEAY!

            Nah itu behind story pembuatan cover lagu sampai dengan proses unggahnya, sekarang lanjut ke yang lebih deep tentang lagunya.

            Jadi semenjak gue mau wisuda, eh IDK sebelum gue wisuda temen-temen gue juga udah mulai nanyain iseng “Kapan Nikah?” padahal, yaelah kalau ya dipikir-pikir yakin lu mau nikah abis lulus SHS? Gue sih bakal mikir deeper first. Bukan cuma soal nikahnya, TAPI soal JODOH-nya, soal “Dia”,  soal yang nantinya bakal jadi Teman Hidup dalam meraih ridho-Nya dan ke-istiqomahan dalam beriman dijalan Allah SWT.

            Lagian emang pada yakin, maksudnya menjamin gitu, yang namanya umur kan kita gak tahu. Kita gak bisa tahu jodoh yang sebenarnya datang ke kita itu jodoh yang bakal jadi teman hidup atau jodohnya kematian dulu. So ya sampai dengan saat ini saran gue “Siapkan untuk keduanya.”

            Untuk jodoh yang kematian, kita harus senantiasa memperkuat iman dan takwa. Ngaji diperbanyak, banyakin main, tapi main yang bikin manfaat, yang bisa buat orang lain juga ikut dapet faedahnya. More and more! Much as much you can!

Untuk jodoh yang Teman Hidup, BERDOALAH sedini mungkin, jangan nunggu sampai nanti umur sudah berkepala dua lebih banyak baru minta diberikan jodoh yang sedemikian rupa. Yang gue percaya sih gini ya, semakin kita banyak berdoa untuk orang lain maka doa yang kita panjatkan itu akan kembali kepada kita. So kalo lu mulai mendoakan “Dia” mulai sekarang, Insyaa Allah “Dia” juga akan ikut serta mendoakan yang terbaik untuk yang mendoakannya. Terus yang namanya setiap kata adalah doa itu bener banget kan, dalam lagu ini kita yang ikut nyanyi gak cuma bersenandung tapi juga ikut berdoa, mendoakan siapa? Dia? Siapa? Kau Teman Hidup ku... Aamiin.

Lantas siapa itu Dia? Kenapa gue gak pake judul yang sama buat covernya? Yups because biar si Gita gak baper, eh enggak ding, biar yang lain (yang denger) gak baper wkwkwk. Bercanda. Tapi ya ada benernya, seperti yang Paul bilang di firts comment Untuk Gita (inst.) :

“Video ini untuk yang kemarin request musik lagu ini. Chords dan lyrics juga tinggal klik link yang ada di description box. Judul lagunya memang untuk Gita, tapi tetep bisa kok dinyanyikan untuk kerabat dekat, sahabat atau teman hidup kalian. Selamat bernyanyi :) “

Dari tulisan itu gue pilih nyanyiin lagu ini untuk kalian, iya, untuk kalian yang mau dengerin coveran lagunya gue sangat berterima kasih dan tentunya untuk “Dia” Teman Hidupnya kevinwidgo kelak. Cie cie wkwkwk. Ya habisnya gitu sih, kalau doa terbaik kan emang senantiasa untuk teman-sahabat semua. Intinya semoga doamu, doaku, doa terbaik kita dikabulkan oleh-Nya. Aamiin ya Rabb.

***

So yah that’s it guys! Gue mau berterima kasih again and again kepada kalian yang sudah mau mendengarkan lagunya, ya walau cuma sepersekian detik, yang mau cari beneran di kolom search Youtube tapi gak ketemu, yang dengan senang hati meng-klik link in bio Instagram, Twitter, Facebook, yang mau like videonya, yang mau nanyain “Ini beneran suaramu vin?” (OMG iyaaa beneraaan! Hehe), yang mau Subscribe dan yang malahan minta file audio-nya (boleh banget kok, lebih baik dari pada download sendiri. Soalnya ada yang beda! *ting). Terima Kasih support, kritik dan saranya! Insyaa Allah gue bakal ningkatin lagi kualitasnya. Terus kalau ada dari kalian yang dengan senang hati mau recording atau collabs. Gue senantiasa saying “YES! LET’S DO IT!”
*skb

            Oh ya, untuk mensyukurinya! gue bakal adain sedikit GIVEAWAY Lineart! (yang gak tau apa itu lineart bisa cek instagram gue! :)
Untuk 3 orang ya..
Caranya, cukup dengan tonton sampai selesai video dari link dibawah,
SUBSCRIBE, LIKE, SHARE di akun sosial media kalian (bebas sosmed apa aja, minimal sekali (banyak juga gak papa hehe), terus TAG/tandai gue), jika sudah kirim DM berupa screenshoot, sebagai bukti kalau semua peraturannya sudah dilaksanakan dengan baik!

Periode Giveaway 24 November - 1 Desember 2017!
Pengumuman tanggal 3 Desember 2017 yaaa!!!
Terima Kasih! Semuanya GRATIS!
(Kalau ada yang mau ikutan dah juga dah syukur ^^)

Link : Untuk Dia - Kevin Widgo
Link : Untuk Gita - Paulus Andreas Partohap

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


 ***



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Kembali Pulang


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo?   

As well as you know (mungkin), dua minggu lalu gue goes to borneo and seriously guys, kala itu bukan untuk kerja ya hehe. Jadi gue mau cerita dikit nih, tentang apa aja yang gue dapet selama traveling-silaturahim disana hehe.

            Jadi sebenarnya gue tuh kesana untuk silaturahmi ke keluarga gue yang ada di Banjarmasin, nah ceritanye kakek gue ini emak-nya alias buyut gue orang sana (or pernah tinggal disana) so gue punya saudara disana. Ekspektasi gue ya silaturahmi biasa aja, but reality-nya its amaze bruh! wkwkwk. Gue bilang amaze because gue rasa emang waktu yang gue jalani selama seminggu itu worth it banget. Why? Ya because ternyata saudara gue gak cuma empat sampai lima orang aja (which is gue mikirnya bakal tinggal di satu rumah selama seminggu, mondok sama satu keluarga doang). Tapi ya Alhamdulillah more and much more.

First impression gue terhadap Banjarmasin ialah jalannya yang almost gak ada beloknya (imagine! Lu naik motor 20 kilometer gak ada beloknya, bosen kaga?), kalau pun ada belokannya cuma dua sih, kalau gak ke kanan ya ke kiri hehe. Selain itu waktu disini juga lebih cepat satu jam, jadi yang gue kira acara biasanya dah kelewatan, disana belum mulai hehe. Juga emang setelah gue sadari sungai disini itu lebar-lebar walau gak selebar laut yang seluas your future. Aamiin ya Rabb.  Terus awalnya lagi gue ekspektasi agak aneh, gue kira nih rumah saudara gue bakal ngapung diatas sungai gitu wkwkwk. Ya gue kan taunya barito river hehe, yang terkenal pasar terapungnya, eh bukan! terkenal nenek Oke! (anak under 2000 harusnya tau).

Oh ya, jadi waktu itu gue emang kurang menau soal alamat saudara gue ini (kakek gue cuma berbekal secarik kertas), kakek gue nih ceritanya kalau mau berkunjung tu jarang ngasih kabar, ada pun sebulan sebelumnya, biar surprise kali ye?! (gak tau). Nah berbekal ingatan setengah abadnya itu gue manut aja sambil cari di maps, but at last the adress is not found. Serious. Yaiyalah bayangin lu move on dari suatu tempat dan balik lagi setelah lebih dari setegah umur lu. Everything is changed.

Untungnya ada tuh supir taxi yang gue tanyain rumahnya gak jauh dari lokasi, jadi selamat dah. Belum selesai dengan alamat, setelah sampai di alamat, kakek gue nih yang dari awal naik taxi banyakin ngomong perubahan sama supirnya juga mulai lupa sama wajah saudaranya sendiri (wajarlah yaa). Tapi tetiba disana ada seorang kakek-kakek yang udah gak muda nyamperin dan ternyata itu adeknya sendiri! (then they just give a big emotional hugs, with weeping bruh). Gak lama setelah itu nih kakek kegirangan dan langsung teriak manggil saudaranya, gak lama munculah sosok-sosok baru dalam hidup gue yang gak lagi mulus kulitnya tapi gue yakin halus dan tulus hatinya. Sebab semenjak pertama kali gue dateng itu sambutannya hangat banget, sehangat kopi hitam bercampur susu, kopi hitam semangatku... (malah bablas nyanyi, hehe). Gue langsung diajak ke rumah lama kakek gue dan setelah itu yang gue kira bakal have a long time buat istirahat, malah jadi gak kepikiran sama sekali karena terlalu sayang untuk dilewatkan, kecuali shalat! Hehe.

Dihari pertama aja hampir setiap jam ada saudara baru yang datang, Alhamdulillah ya walaupun gue sendiri yakin gak lama setelah mereka pulang nih mbah baru gue lupa nama gue hehe, gue juga demikian soalnya wkwkwk (saking banyaknya, wajarlah). Setelah gue saksikan sendiri emang udah gak ada yang muda lagi umurnya, tapi setelah dengar ceritanya, semangat mereka untuk menyambung hidup itu gak biasa. Luar biasa. Alhamdulillah itu mungkin kata yang paling banyak diucap. Senang sekaligus haru ya ketika lihat sendiri wajah kerutnya mengukir senyuman. Dan ekspekasi gue kembali salah karena setelah beberapa hari gue disana gue lihat hampir ini satu komplek rumah yang mana cuma bisa satu motor yang lewat itu saudara gue sendiri semuanya. Setiap harinya gue gak cuma makan disatu rumah tapi malah nomaden hampir setiap kali makan, tidur pun demikian. Gak cuma yang di satu komplek aja, gue sendiri juga sempat pindah daerah yang juga gak deket, kaya di sungai andai, sungai kapuas, landasan ulin, banjarbaru dan martapura. Dan kagetnya lagi ini adalah spesies orang banjar yang bisa ngapak semua, tambah bangga gue hehe. Intinya emang saudara gue TOP dah. Everybody here’s so kind.

Oh ya, Fakta lain yaitu saudara gue disana umurnya lebih banyak diatas gue, bahkan rata-rata gue panggil “mbah” atau kalau pun yang enggak dah nikah juga punya anak kecil. Tapi Alhamdulillah yang lain gue bisa silaturahmi juga sama saudara-saudari satu gen-FVS Samarinda domisili Banjarbaru. Walaupun cuma ketemuan dihari terakhir tapi ya gak jauh beda dari tipe-tipe anak asrama lain kalian so nice bro-sis. Thanks a lot yaaa.

And next ke tujuan utama lainnya adalah ziarah ke makam dari saudara gue. Dan berkat itu gue jadi keinget sama cerita bagus seorang penulis yang sepulangnya gue dari sana meet up sama gue (Alhamdulillah cie, fyi). Dibukunya tertulis begini:

 Betapa sering Malaikat Maut melihat dan menatap wajah manusia, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak tujuh puluh kali. Seandainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati. Namun karena Malaikat Maut adalah makhluk gaib, manusia tidak melihat kehadirannya. Dia pun tidak menyadari apa yang dilakukan Malaikat Maut.

            Yuk sesekali ngitung bareng ya. Biar kalau ditanya lagi ngapain juga bisa jawab lagi belajar hehe. 1 hari = 24 jam. = 1440 menit. Sebanyak 1440 menit/ 70 kali malaikat melihat kita = 20.571 menit. Artinya sang pencabut nyawa menziarahi kita setiap 21 menit. (Asli gue merinding waktuu nulis ini!)

            Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra. Rasulullah SAW. Bersabda “Malaikat Maut memperlihatkan wajah manusia dibumi sebayak 70 kali dalam sehari. Ketika izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak tertawa. Maka berkata izrail, ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak tertawa’.”

            Seorang sahabat pun pernah bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah seorang mukmin yang paling cedas?” Rasulullah SAW. menjawab “Dia yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut. Itulah orang yang paling cerdas.” (HR Ibnu Majah, Thabrani, Al-Haitsami)

            Masya Allah, gimana belajar itung-itungannya kali ini? Berfaedah bukan? Yuk bersama jadi orang cerdas dengan cara yang diridhoi Allah SWT? Aamiin ya Rabb.

So inti dari semua traveling-silaturahim ini ya sesuai dengan judulnya, Kembali Pulang. Because pulang memang jadi saat-saat yang setiap orang tunggu, baik itu setelah kerja, sekolah, kuliah atau acara lainya. Karena apa? Pulang itu membuat kita lebih nyaman dan karena memang pulang itu sendiri zona nyaman kita. Waktu untuk pulang sendiri memang sudah Allah SWT yang mengatur, coba pikir, hanya lima puluh dua tahun tidak berjumpa kok? Terus Alhamdulillah bisa ketemu lagi dalam keadaan yang sama sehat? Siapa yang bisa jamin lagi ada kesempatan gitu?

Jujur menurut gue seminggu itu gak cukup untuk bisa silaturahmi ke semua saudara yang di Kalimantan (include perjalanan 4 hari 444 kilometer wkwkwk), namun gue percaya skenario terbaik hanya milik-Nya. Dah hasilnya terbukti ketika gue pulang dan meet up (dibaca silaturahmi) sama penulis yang juga ngasih ide dan tulisannya diatas, itu Masyaa Allah banget sih hehe. Untuk kalian yang sedang diperantauan jangan lupa juga untuk pulang atau setidaknya selalu memberi kabar dan menjalin silaturahmi yang baik. Gue sendiri jujur pernah sangat menantikan yang namanya IBL (itu sinkatan Izin Berlibur Longtime apa ya? wkwkwk), ya kan emang dulu rumah gue gak deket dari kampus ditambah kangen yang luar biasa sangat amat paling dahsyat wow kepada keluarga (Unch. BOOM!) hehe.

Tapi the most must to rememmber adalah kepulangan yang sesungguhnya, kepulangan yang akan jadi selamanya. Didunia ini kan kita cuma mampir, tapi juga didunia ini kita menentukan jalan untuk kita pulang. Pasti semua mau zona nyaman abadi yang menyenangkan kan? Yah, mari saling mendoakan demikian. Semoga kelak kita berjumpa lagi di zona nyaman yang Allah persembahkan untuk orang-orang yang beriman. Aamiin ya Rabb. Semoga bermanfaat yah!?

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh



***





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Every Day's

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus. Always be #positive and Salute! ^^

Translate

Ads Day's