Showing posts with label Personify. Show all posts
Showing posts with label Personify. Show all posts

In Personify

Teman Tapi (Yakin) Menikah


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?
            So, beberapa hari yang lalu gue ikut acara talkshow and book signing. Bukan, bukan buku nikah loh yaa. Ya buku hijau ini adalah buku kedua dari (si cewek) & (si cowok) hehe, kan #personify gak boleh langsung sebut nama wkwkwk. Lanjuuut! Redline-nya buku ini bercerita tentang kisah dua insan yang sudah temenan lama (dari SMP) memulai rumah tangga, mulai dari mau lamaran, nikah sampai dengan selanjutnya dah, biar gak spoiler gitu hehe.

            Acaranya ini bertempat disebuah toko buku ternama (kalian pasti tau dah!), inisialnya Gramedia. Bhak, apaan sih vin garing! Ck. Yah emang udah sesuai ekspektasi gue melihat foto-foto event mereka sebelumnya, dimana yang hadir itu 99% cewek. Wadaw, apalagi gue dateng setengah jam sebelum acaranya mulai. Ya gitu, gak ada seat yang kosong, kecuali yang paling belakang! Ya walaupun ngemper, setidaknya bisa lebih nyaman nungguin guest star-nya.

            Dan yaaaaa, begitu diumumin sama host gramedianya kalau si cewek & si cowok juga anaknya dah dateng dan mulai masuk, langsung dah semua ponsel audience diatas, dah kaya konser flashlight! Semuanya siap-siap instastories bahkan ada yang live dimana gue yakin yang nonton cuma mapir karena kepo atau kepencet di notifikasi, then out! Because it’s happen in front of me obviously wkwkwk. EH, itu semua juga kecuali gue yang berusaha tenang abis ini duduk ngemper pegel, kesemutan tak henti-henti. Disisi ada my brother yang malah main NBA Live, wadaw! Tak lama begitu guest star-nya ini lewat, oooo!!! Gramedia tambah penuh banget sama manusia and seriously it’s so crowded!

            Langsung dah masuk ke sesi tanya jawab. Dan wow, iya wow, waktu ditanya siapa yang mau nanya? (yaiyalah, kan ini talkshow! Mindblown). Diantara banyaknya yang coba mengangkat tangan, ngacung-ngacung, lambai-lambai, screaming! Ternyata emang ada untungnya jadi minoritas, gue sendiri ditunjuk langsung sama si cowok! Wadaw! Siap!

            Nih ya! Kalau kalian datang ke acara buku atau acara apapun yang ada sesi tanya jawab, jangan pernah malu atau ragu untuk tanya sesuatu. Tanya aja! kapan lagi, daripada nanti nyesel setelah acaranya bubaran. Angkat tangan dulu aja, walau pun belum punya pertanyaan, gak papa kok. Kalau pun nanti ditunjuk juga pasti bakal ditungguin mau tanya apa, ea! Terus itu juga bisa ngelatih keberanian dan public speaking kalian. Just do it!

            Sekarang tips-nya. Jadi biar kalian dipilih waktu angkat tangan, kalian harus HEBOH yang COOL, ya bukan gimana-gimana, maksudnya ikut angkat tangan tapi jangan statis, jangan kaku! Kalau bisa itu jari tangan bentuk emoji sebanyak mungkin! Nah itu tips-nya, percaya deh, itu worth it! Hehe tapi syarat dan ketentuan berlaku ya bagi yang memilih, jadi terserah dia hehehe, tapi tetap direkomendasikan loh.
            Nah tiba disaat gue yang nanya. Biasa dah gue mah kalau yang lain tanya cuma satu, gue mah mintanya dua hehe. Jadi pertanyaan gue adalah :
  1. Tips untuk konsisten sebagai content creator, baik itu Youtube atau yang lain? (ya seperti yang kalian sadari, mungkin. Beberapa waktu ini gue jujur kurang konsisten untuk nulis dan buat content lainnya karena emang ada sesuatu gitu loh, so yah. Maafkan.)
  2. Mau Collabs gak? (Nah ini nih, pertanyaan yang bikin almost semua audience diem! Eh, enggak ding, ya noleh gitu ke gue wkwkwk. Dan dijawab dengaaaaaannnn...)

Kemudian dijawab bergantian, pertanyaan pertama dijawab oleh si cewek dan yang kedua tentunya oleh si cowok (ya masa host Gramedianya yang jawab) :
  1. “Usahakan untuk selalu kasih konten-konten yang bermanfaat, anggap aja menjadi sebuah content creator adalah sebuah pekerjaan dan misalkan kamu gak mengerjakan hal itu lagi, kamu jadi merasa ada yang kurang gitu. Terus dengan kamu konsisten melakukan hal yang positif itu juga bisa membuka rejeki kamu, misal kamu bisa bekerja sama dengan suatu organisasi atau dengan siapa pun yang pada akhirnya akan lebih bermanfaat.” Si cowok terus nambahin, “Terus belajar, terus berkreasi dan kerja keras!” Begitu.
  2. Nah ini nih yang kedua, “Ok, untuk collabs ya. Langsung aja hubungi nomor +62 blablabla sekian-sekian-sekian, nah hubungi aja terus nanti kita collabs oke? Mantap djiwoo!!!”

O My Lord! Beneran ini!? Jadi “Agree!” nih mau collabs? Gue rasa sih mereka mengiyakan hehehe. Baru kali ini gue tau ada orang yang minta collabs content creator beneran, langsung dikasih kontak person! Masyaa Allah, rejeki yaaa hehehe. Nah dari situ sebenarnya ada kejadian yang gokil, tapi gue gak bakal cerita disini (yaelah, ya gak usah diomongin kali? Wkwkwk. Biarin dah, biar pemasaran. Mungkin hehe). Sesudah itu acara berlanjut sampai dengan sesi book signing, ya udah jelas deh gimana, terus juga bonus foto bareng.

Wah gue sekarang semakin bisa kebayang tentang cerita yang mereka sajikan, baca bukunya itu berasa ikut seminar parenting gitu. Bukunya banyak faedahnya. Dan setelah gue baca buku yang kedua ini, gue jadi agak setuju soal statement kalau cewek bisa bawel dan manja setengah hidup! Apalagi waktu lagi jadi bumil, more than PMS bruh! (paham gak lu? Wkwkwk). Terus juga gue paham kok soal cowok yang kadang suka nggak peka dan ngob sometime haha.

Tapi, tapi, tapi, tapi. Yang lebih dari itu gue sekarang udah tambah ilmu tentang nikah dan juga parenting. Jadi yang namanya nikah itu bukan alesan utama ya biar gak ditanyain “kapan nikah?” atau malah bisa balik nanyain ke single fiisabilillah nikahnya kapan? Nikah lebih dari itu,  kita harus bener-bener SIAP. Harus matang semuanya, karena ternyata nikah itu seperti pusaran angin, makin lama makin kencang atau besar pusarannya, tapi pada akhinya akan berhenti juga. Cielah hehe. Nah disini peranan Keimanan antar pasangan sangat diuji.

Oh ya! bener kata si cewek, yang namanya cowok itu gak semuanya bisa telepati buat tau apa yang pasangannya mau (in this case udah nikah ya, udah halal), jadi kalau ada sesuatu ya mendingan lansung diomongin baik-baik. Nah itu juga, “komunikasi” itu penting banget, biar kalau ada intervensi gak langsung mbludak “duuaaarrr!!!” tuh emosi, eh maaf alay wkwkwk! Tapi bener!

            Yah gitu ya, saran gue persiapan pernikahan itu gak cuma waktu nanti bener-bener mau akad atau resepsi gitu. Ilmunya sudah harus didapat dan dipahami lebih lanjut sejak dini. Perkuat iman dan senantiasa istiqamah, Insyaa Allah nanti jodoh akan hadir diwaktu yang memang sudah saatnya. Percaya kan? skenario-Nya itu BEST OF THE BEST! Jangan lupa untuk doain jodoh ya! Terakhir nih, ini pesan yang gue kutip dari buku keduanya :

“Menikah dengan teman itu mungkin dilihat orang ya, lebih mudah. Karena satu sama lain udah kenal dalam waktu yang lama. Tapi tetap aja, menikahi teman itu harus serius, nggak bisa juga dianggap main-main. Sama siapa pun akhirnya kita menikah, ya kita memang nggak bisa menganggap menikah itu adalah hal yang sepele dan nantinya malah membuat kita melupakan tanggung jawab masing-masing.
                       
            Ketika kita menikah , kita akan lihat sisi lain dari pasangan kita—entah itu baik atau buruknya. Kita juga harus siap kalau kita dihadapkan pada ujian yang nggak tahu kapan datangnya. Kita pasti bakal ngerasain yang senang bareng-bareng, terus berantem kayak mau perang dunia.

            Walaupun kita menikah sama teman sendiri, tapi semua hal itu tetap aja bakal kita hadapi. Tapi karena sama teman sendirilah, kita udah punya landasan komunikasi sebagai teman, yang bisa juga diandalkan untuk menjalani pernikahan kita.

            Kita bisa menyelesaikan semua masalah dengan berkomunikasi sebagai teman---yang biasanya, dengan santainya bisa nanya, “Apa sih, salah gue? Ngomong napa.” Karena kalau kita Cuma diam, berharap pasangan kita bisa telepati, semua masalah itu nggak akan selesai. Nambah masalah baru mungkin iya.

            Kami berdua sama-sama bersyukur, setelah bertemu banyak  orang dalam hubungan kami selama ini, yang terikat dalam pernikahan ini akhirnya kami berdua lagi. Bukan (si cowok) dengan perempuan lain atau (si cewek) dengan laki-laki lain.

            Menikah dengan orang baru aja, kadang kita pasti bisa merasa bosan dan jenuh sama hubungan itu. Apalagi dengan orang yang berteman lebih dari sepuluh tahun sama kalian. Tapi seperti yang kami bilang sebelum-sebelumnya, bosan itu pasti, tapi kita tidak akan saling pergi. Kita Cuma perlu berpegang sama kata-kata itu untuk bertahan dengan satu sama lain, dengan (si anak) dan dengan masa depan yang kita nggak tahu bakal kaya apa nanti.”

            Yups, so this is #personify of  Keluarga Belo (Ayudia Bing Slamet & Ditto Percussion). Thanks yah you’re so kind family!

Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.



***



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personify

Thanks Mans


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?

            Yeaaay!!! Eh, Alhamdulillah maksudnya hehe. For the first time ever gue ketemu penulis buku beneran. Sebenernya ini bisa masuk ke #widgostory but because udah akhir bulan dan gue cuma nulis satu artikel bulan ini otomatis jadi #personify yah? (maafkan ini gak penting, tapi yaudah).

            So yestermonth gue ketemu insan ini disalah satu acara bukunya, yang sebenernya itu acara kedua, yang pertama gue gak dateng berhubung waktu acara pertamanya cukup jauh dan gue di Cilacap. Tapi Alhamdulillah doa yang tulus kembali mendekatkan kami diwaktu yang lebih baik (cielah alay!). Tapi beneran loh gue sendiri gak nyangka, soalnya waktu dapet notification itu gue masih di Banjarmasin. Dateng gak ya? Dateng gak yaa? Sempet bingung sih karena waktu juga belum beli tiket balik. Then gue daftar dulu dah, kan kalau gak jadi dateng juga bisa cancle dan kirim e-mail.

            Nah cerita awal gue kenal insan ini dah lama dulu waktu gue kecil juga dah tahu, ya sekedar tahu gitu. Tapi ya setelah itu ilang dah ingetan sampe pada waktunya insan ini nulis buku pertamanya. Waktu PO pertama gue emang gak ikut karena emang kurang interesting sama bukunya. Eh tetiba ada temen yang juga beli dan dapet juga bonusnya terus diunggah ke sosial media. Lihat-lihat dan pikir-pikir soal bukunya, kok jadi kepengin yaa. Yaudah gue cari di online shop dengan syarat yang ada bonusnya hehe. Tapi sayang belum jodoh jadi gue beli aja yang regular. Alhamdulillah saking pengin dapet bonusnya which is murotal dari si penulisnya dengan niat baik gue cari YouTube (padahal copyright, hiks) dan ADA! YASS! Terus ya terus harusnya yang baca tahu gue apain? Hihi. Dengerin lah. Hehe.

            Dari sono noh Masyaa Allah, bukunya bagus dan karena isinya Based From True Story jadi malah kaya insan ini sendiri nih yang cerita langsung, bahasanya juga mudah dipahami, dah kaya ngobrol aja intinya. Maafkan sedikit spoiler, buku pertamanya itu berdasarkan pandangan gue tentang cara meraih mimpi melalui jalan yang diridhoi Allah, bawasanya selalu libatkan Allah dalam segala hal. Raih dunia lewat Al-Quran dan yang selalu inget pesan bapaknya “Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus!”. Buku keduanya itu isinya bekisar pertanyaan dan jawaban alias Q&A yang dibukukan. Bukunya ngingetin pembacanya untuk lebih sabar, gak gampang nyerah dan senantiasa bersyukur. Bahkan dibeberapa question ada yang nanya deep banget. Dan lagi karena dalam memberikan jawaban itu gak ada kesan mengguruinya, jadi lebih enak diserap oleh pembacanya. “No matter what, no matter how nothing is impossible for Allah”.


Lanjut ya? Sesampainya ditempat eh dah lumayan rame, banyak yang duduk-duduk, berdiri sambil nunggu tempatnya tuh buka (you know lah bookstore kan paling baru buka pukul 10.00). Namun entah mengapa sebelum waktunya, pintu dah dibuka, yang gue realize pertama kok pada cepet-cepet amat jalannya gue juga ngikutin demikian. Nah begitu masuk gue langsung dapet kenalan, yang mana usai acara itu disebut penulisnya mirip Young Lex hehe, ini true story loh. Eh tapi kok iya yah setelah gue pikir-pikir, wkwkwk gak ding, bercanda ya Ibnu, gue malah berterima kasih. Yah sesuai ekspektasi sih yang dateng kebanyak akhwat karena sudah dibenarkan dengan liat jumlah nama pendaftarnya waktu itu.

Gak lama setelah semuanya masuk, acaranya mulai, setelah kenalan sama hostnya (Allo kak Mamah? hehe), dipanggilah penulisnya. And yaaaaaa... (undescribe feels) itu ruangan jadi crowded sangat. Terus kita yang disana diajak insan ini untuk ngaji Q.S. An-Naml ayat 60-63 satu-satu! enggak ding, bareng-bareng hehe. Selanjutnya bahas tentang “Tekanan” dan solusinya dari surat yang dibaca tadi.

Ya rangkumannya bisa diambil dari Q.S. An-Naml ayat ke 62 yang artinya “Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di Bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.”

Jadi Bawasannya apabila kita sebagai manusia sedang dalam kesulitan, kesusahan atau tekanan maka berdoalah hanya kepada-Nya, niscaya Allah SWT akan menghilangkan kesulitan tersebut. Selain itu senantiasa mengingat Allah SWT.

Selain itu insan ini juga ngasih tips untuk menghafal Al-Quran, berdasarkan metode yang dia gunakan sendiri. Setelah itu dia ngaji Al-Quran dan tibalah ke sesi tanya jawab. Waktu itu diambil tiga orang untuk memberikan pertanyaan dan ALHAMDULILLAH gue salah satu dari mereka. Awalnya (true story) gue bingung mau tanya apaan, walaupun dari kemarinnya sampai dengan berangkat tadi gue sempet kepikiran kalau bisa tanya mau nanyain apaan? And finally i asking about 2 question (padahal yang lain cuma satu, hehe):
1.    Jika hidupmu tak lama lagi, what will you do the most?
2.    Tips to be Content Creator especially Dakwah?

Kemudian insan ini menjawab :
1. Ok, Sebisa mungkin gue akan berbagi ilmu ke orang lain, bantu mereka biar ilmunya gak sia-sia dan biar jadi amal jariyah di kubur nanti.
2. – (sebelumnya ngomong panjang tentang YouTube, then,) Inget aja Visi-Misi kita buat konten dakwah itu seperti apa dan kira-kira yang lebih memprihatinkan, sikap kita itu apa? Gitu aja sih Mas, Makasih (terus gue ngangkat tangan kanan bentuk emoticon Ok).

Seriously, for the first question i know why gue nanyain tentang itu, but i think itu gak salah dan bener sih, kan kita gak tahu mana kita jumpai  lebih dulu, jodoh or kematian. Dan untuk yang kedua gue bakal buat edisi khusus untuk itu, so just wait ya, be calm, hehe).

Alhamdulillah acaranya bermanfaat dan berfaedah sih, Hostnya juga seru (Thanks again, Kak Mamah), paling sometime garing, ya emang audience-nya aja yang belum sarapan wkwkwk. Kajian dan acara kaya gini menurut gue lebih worth it dibanding hangout ke tempat yang kurang faedah. Dan ilmunya Insyaa Allah bisa langsung diterapkan, selain itu juga bisa nambah temen (eh malah ada yang cerita buat grup WA usai acara, ini ngakak sih). Gak lucu ya? Yaudaah. Wkwkwk.

Yang gue belajar dari insan ini sebenernya bikin gue “malu” karena diusianya yang masih muda udah bisa jadi influencer yang positif, hafidz Al-Quran dan pengalaman yang banyak. Tapi dari situ gak bikin iri orang, gak seneng nyinyirin orang, justru insan ini juga yang nekanin untuk gak ragu bermimpi tinggi. Asalkan libatkan Allah dalam setiap mimpi Insyaa Allah dikabulkan, apalagi jika niatnya baik. Selain itu gue sadar bener yang katanya pengin apa-apa “SHALAWATIN!” mau ini-itu “SHALAWATIN!” Insyaa Allah dengan banyak shalawat dan mengingat kepada-Nya, Allah akan memberikan yang terbaik. Anyway kebukti bener dah semuanya, Alhamdulillah skenario-Nya memang luar biasa, yang senantiasa dishalawatin, didenger almost everyday murotalnya before i dreaming, Alhamdulillah ketemu, malah dijawab pertanyaannya langsung. Masyaa Allah.

Guys, this is #personify of Wirda Salamah Ulya Mansur. Thanks Mans!

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.




***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personify

Rentang (K)isah


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo?

            Judul tulisan gue kali ini juga diambil dari sebuah buku dengan judul yang sama (tanpa kurung). Huruf “K” diatas gue kasih kurung bukan karena nama gue depannya huruf tersebut. Yah pokoknya baca dulu dah, semoga berfaedah.

            Agak mau cerita banyak dulu nih sebelumnya. So far, dulu gue kenal (ealah sok kenal, wkwk) atau tahu insan ini dari sebuah video di YouTube, waktu itu gue lagi nonton video tiba-tiba nih di sebelah video tuh ada sebuah judul dan thumbnail, kalau gak salah itu “Petualangan Mengejar Sakura”, ya i know lah gue sendiri nih kan semenjak balik dari Japan exited banget kalau denger something like “sakura” gitu,  another reason adalah karena gue juga pengin tahu ternyata ada juga ya sakura di negara selain Japan? Dan eh, setelah gue tonton tuh videonya gue makin sreg karena tuh setting-nya di Germany, it’s like Ummm... negara yang gue pengin banget pijak dan jelajahi ternyata ada something yang gue exited banget. Klop dah.

            Dari nonton video tersebut gue kaya pernah lihat insan nih dimana yaa? Nah keinget dah gue, dulu gue pernah pula ya kaya nontonin video-video liputan anak kuliahan Jerman dari COOLYAH Entertaiment (video buatan Afif El Hadi, Putra, Angling, Sakti, Paul dan yah ternyata ada insan ini pula) di YouTube. Awalnya videonya buat hiburan aja sih, sekalian gue pengin tau dah noh anak kuliahan di Jerman tuh kaya apa. Semakin kesini COOLYAH gak upload video lagi, kemudian insan ini buat channel YouTube sendiri. Bedanya dan yang paling gue notice pertama, insan ini itu waktu mulai channel YouTube sendiri dah mulai berhijab dan setelah gue tonton video yang nerangin kenapa? Gue makin resep. Niatnya bagus. Ditambah seringkali tema yang diangkat ke videonya itu ada hubungannya dengan hidup gue.

            Setelah itu gue mulai subscribe channel-nya, kian hari, minggu dan bulan gue gak cuma dapet hiburan tapi Alhamdulillah malah banyak yang bisa gue praktekin real life. Semakin lama semakin menarik dan berbobot menurut gue, ditambah insan ini buat sebuah sekmen untuk mengulik lebih “Tentang Jerman”. SIP dah! Ketertarikan gue makin-makin hehe. Insan ini bahas tuh mulai dari yang mendasar, perbedaan Jerman dan Indo, sistem transportasi, cara belajar, rasismus, berhijab di negara Jerman, sampai soal skripsi dan biaya hidup disana. Gak cuma enaknya aja yang dijelasin tapi juga ada gak enaknya dan itulah yang bikin mikir lagi. Kuliah di negeri orang gak selamanya nyenengin kaya di foto instagram. Selalu ada up and down-nya.

Selain bahas tentang Jerman insan ini nambahin sekmen yang namanya “Beropini”. Disekmen ini, gue sebagai penonton jadi kaya diajak ikut ngobrol bareng dalam lingkup yang sama secara langsung tapi berfikirnya secara global gitu.  Menurut gue insan ini dalam menyampaikan sesuatu itu sangat komunikatif dan cara berfikirnya itu dalem dapet point plus untuk dijadiin panutan. Selain dari YouTube, ternyata insan ini juga punya sebuah blog yang namanya “A Cup of Tea” dari situ juga gue kaya dapet bensin untuk ikut tebar kebaikan melalui menulis.

            Lanjut lagi setelah dari blog dan vlog, dikala insan ini balik ke Indo mulai pertengahan puasa tahun ini, Masyaa Allah dia semacam dapat rejeki nomplok, gue sendiri yang jadi penonton setia ikutan seneng dan bersyukur. Mulai dari review makan halal waktu di NY begitu pulang kampung malah jadi kaya Brand Ambassador makanan tersebut, jadi presenter di acara televisi, buat lagu sampe masuk Top 31 di Itunes serta buat MV, ada juga Youtube Creators For Change yang beberapa hari ini baru ada di channel-nya, serta tidak lain yah : JADI PENULIS! Bukunya masuk kategori book of the week disalah satu online bookstore, sampe-sampe gue tungguin beneran tuh, pesen jam 00.04 dini hari biar gak kehabisan Hehe. True Story.

            Gue sendiri dah baca bukunya dan buku ini adalah buku yang paling cepet gue baca loh. Gue cuma butuh 4-5 jam aja untuk sampai di lembar akhir (mungkin itu termasuk lama ya? hehe). Gak tau kenapa juga, gak mau stop. Terlebih gue makin dag-dig-dug waktu baca tentang Paul yang Mustahil Bersyahadat, gue yang berasa muslim dari lahir jadi tambah malu kalau nyia-nyiain waktu (maksiat).

Ada juga tentang kata-katanya yang “Whatever that may come, you and I just need to do well, be nice to ourselves, to people around us. Because we are given only once chance. We only live once.”

“The key to live a happy life is to always be grateful and don’t forget the magic word : ikhlas, ikhlas, ikhlas. Itu DEEP banget loh.

            Nah, dari semua konten yang insan ini sampaikan, gue notice banyak, salah satunya adalah “Sebaik-baiknya berdakwah adalah dengan perilaku kita” I think YES! Di zaman yang modern seperti sekarang memang gampang menyerbarkan atau berdakwah dengan apa yang ada, tapi jelas tidak semuanya bisa menerima. Nah mungkin solusinya adalah berdakwah dengan perilaku sendiri, dengan berbuat baik Insyaa Allah itu juga bisa membuat sekitar menjadi lebih baik. Atau setidaknya kita yang berdakwah dengan perilaku sendiri bisa membuat generasi yang lebih baik dari keturunan atau keluarga sendiri. Lama kelamaan menjamur dan semuanya ikutan baik deh, smile. Aamiin ya Rabb. Terus gue juga jadi mikir untuk jadi lebih peduli dengan orang lain, gak ngandelin ego sendiri dan intinya senantiasa berbuat baik dah.

            Jadi conclusion dari “(K)” itu adalah Kebaikan. Yah, yang gue liat dari awal niat insan ini buat video, menulis bukan lain untuk dakwah dan berbuat kebaikan. Dan gue tambah yakin disini bahwa emang Allah SWT ialah terbaik dalam skenarionya, gue dah liat track record insan ini walaupun hidupnya belum usai, mulai dari yang belum berhijab sampai dengan nulis buku sekarang. Kalau kita emang berniat yang baik-baik Insyaa Allah akan dilancarkan oleh-Nya, dipermudah dan dibukakan jalan. Semoga dakwahnya senantiasa istiqamah. Oh ya! sekarang (hari ini) insan ini lagi on the way ke Jerman. Gue doakan selamat dan bisa terus bermanfaat-berfedah untuk orang banyak. Aamiin Ya Rabb.

            And this is #personify of  Gita Savitri Devi. 

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh




***


           


           























Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Every Day's

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus. Always be #positive and Salute! ^^

Translate

Ads Day's