Segala
sesuatu itu tergantung pada niatnya. Alhamdulillah baru-baru ini gue mendapat
ilmu yang luar biasa menurut gue pribadi, dimana Allah sangat memperhatikan mahluknya.
Bawasannya jika kita sebelum tidur berniat akan bangun di sepertiga malam untuk
mengerjakan shalat malam karena Allah, namun dalam usahanya kita terlelap
hingga datangnya waktu shalat subuh maka amalan kita akan tercatat sebagai
mahluk yang melaksanakan shalat malam. Ma syaa Allah J Sungguh Allah sangat menghargai
usaha kita dalam beribadah kepada-Nya.
“Sesungguhnya amal perbuatan itu
(dinilai) berdasarkan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang memperoleh apa
yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya (diniatkan) kepada Allah dan
Rasul-Nya, maka (nilai) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa
yang hijrahnya (diniatkan) untuk dunia yang ingin ia peroleh, atau untuk wanita
yang ingin ia nikahi, maka (nilai) hijrahnya kepada apa-apa yang ia berhijrah
kepadanya”. (HR. Bukhari Muslim)
Jadi gitu GUYS-GIRLS, karena
perbuatan kita seluruhnya dinilai berdasarkan niat yang ada di dalam jiwa
(lubuk hati paling dalam). Maka yang pertama perlu kamu perhatikan adalah
Luruskan Niat. Bersihkan sebab, agar selalu hanya karena Allah subhanahu wata’ala. Dalam hal ini ialah
memantaskan diri (Berhijrah) cobalah tanyakan kepada dirimu atas dasar apa
dirimu berhijrah? Masihkah ada selain-Nya sebabmu berhijrah? Jika iya cobalah
untuk terus dikoreksi. Luruskanlah niatmu, Allah akan menyempurnakan apa yang
kamu niatkan, In syaa Allah. Sekalipun kamu tidak bisa dengan sempurna
melaksanakan. Semakin sempurna niatmu, semakin sempurna pula pertolongan Allah
untukmu.
Seperti isi Surat dari Syaikh Salim
bin Abdullah kepada Umar bin Abdul Aziz. “Ketahuilah bahwa kadar pertolongan
Allah kepada seorang hamba tergantung kadar niatnya. Barangsiapa niatnya
sempurna, pertolongan Allah juga akan sempurna. Dan, barangsiapa niatnya
berkurang, pertolongan Allah juga akan berkurang.”
Beberapa waktu lalu gue juga baca
sebuah BAB dalam buku yang isinya tidak jauh dari judul tulisan ini. Dalam
bukunya itu bertuliskan :
Imam
Muslim meriwayatkan, dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu bahwa beliau mendengar
Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bersabda :
“Sesungguhnya
manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di
jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan
(yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.
Allah
bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat
itu?’
Ia
menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’
Allah
berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah
berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’
Kemudian
diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup),
lalu dilemparkan ke dalam neraka.
Berikut
orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta
membaca Al-Qur’an. Ia didatangkan dan
diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), maka
ia pun mengenalinya.
Kemudian
Allah menanyakannya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan
kenikmatan-kenikmatan itu?’
Ia
menjawab : ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca Al-Qur’an
hanyalah karena Engkau.”
Allah
berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim
(yang berilmu) dan engkau membaca Al-Qur’an supaya dikatakan seorang qari’
(pembaca Al-Qur’an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang
dirimu).’
Kemudian
diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam
neraka.
Berikut
(yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam
harta benda. Ia didatangkan dan
diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya
(mengakuinya).
Allah
bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’
Dia
menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang
Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’
Allah
berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan
seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang
dirimu).’
Kemudian
diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam
neraka.”
Ikhlas-kan (Niat)... ingat yah Guys-Girls
bahwa manusia senantiasa merugi kecuali memiliki ilmu. Dan manusia yang berilmu
senantiasa merugi kecuali beramal dengan ilmunya. Dan manusia yang beramal
senantiasa merugi kecuali dia yang ikhlas dalam amalnya. Sufyan Ats-Tsauri
berkata, “Tidak pernah aku memperbaiki sesuatu yang lebih berat bagiku daripada
niatku, karena niat selalu berubah-ubah.” Memang bernar demikian kan, niat ini
terkadang atau malah sering kali berubah setelah kita mendapatkan
kemudahan-kemudahan dari Allah.
Allah
sendiri berfirman “Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan,
niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni
siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah maha
kuasa atas segala sesuatu”. (Q.S. Al-Baqarah : 284)
Pasti
kita semua sudah paham kan semua yang ada di alam semesta ini hanyalah milik
Allah dan segala sesuatunya juga Allah-lah yang mengatur. Gitu yaa, biar gak
tambah puyeng tuh dari tadi kebanyakan fakta dan firman yang disampaikan, Good Point-nya ini nih. Mulai detik ini
pastikan kita tidak salah niat dalam usaha apapun, terlebih dalam memantaskan
diri. Perbaiki terus niat kita. Amal apapun yang dilakukan tapi bukan dasar
meraih keridhaan Allah maka amal itu akan sia-sia. Percuma dah kita yang
muda-mudi ini berhijrah namun hanya untuk mendapat perhatian atau buat kagum-klepek-klepek akhwat-ikhwan yang
kita sukai, kan sayang sekali kalau misalkan kita yang sudah berhijrah susah
payah namun kenyataannya di akhir cerita : kita yang berharap buat undangan
sama-sama, eh malah dapet undangan. Yang tadinya ingin melamar malah dilamar
duluan sama muda lain dan ikhwan yang diharapkan datang melamar malah datang
membawa undangan pernikahan dengan akhwat lain. Oh... Jangan Baper ya.. Boleh
dah Baper asalkan yang Positif. (Emang ada?) YA ADA! Kaya baperin tuh Al-Qur’an
dan Sunnah, Ngaji yang ikhlas dan terus bermanfaat. At last but not last.
EVERYTHING MUST LILLAHITA’ALA.
Oh
ya, before see yaa in the next article gue pribadi mau ucapin THANKS A LOT buat
kalian yang sudah meng-Ikhlas-kan waktunya untuk mampir dan membaca tulisan
gue. Masih perlu banyak Kritik dan Saran nih, tolong yaa... Terima Kasih,
semoga bermanfaat dan bisa istiqamah diamalkan. Aamiin ya rabb ^^
Dengan
Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive
and Salute!
Wassalamu’alaikum
Warrahmatullah Wabarokatuh.
***
0 Comment:
Post a Comment
Please comment here, Thanks ^^