In Personify

Rentang (K)isah


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo?

            Judul tulisan gue kali ini juga diambil dari sebuah buku dengan judul yang sama (tanpa kurung). Huruf “K” diatas gue kasih kurung bukan karena nama gue depannya huruf tersebut. Yah pokoknya baca dulu dah, semoga berfaedah.

            Agak mau cerita banyak dulu nih sebelumnya. So far, dulu gue kenal (ealah sok kenal, wkwk) atau tahu insan ini dari sebuah video di YouTube, waktu itu gue lagi nonton video tiba-tiba nih di sebelah video tuh ada sebuah judul dan thumbnail, kalau gak salah itu “Petualangan Mengejar Sakura”, ya i know lah gue sendiri nih kan semenjak balik dari Japan exited banget kalau denger something like “sakura” gitu,  another reason adalah karena gue juga pengin tahu ternyata ada juga ya sakura di negara selain Japan? Dan eh, setelah gue tonton tuh videonya gue makin sreg karena tuh setting-nya di Germany, it’s like Ummm... negara yang gue pengin banget pijak dan jelajahi ternyata ada something yang gue exited banget. Klop dah.

            Dari nonton video tersebut gue kaya pernah lihat insan nih dimana yaa? Nah keinget dah gue, dulu gue pernah pula ya kaya nontonin video-video liputan anak kuliahan Jerman dari COOLYAH Entertaiment (video buatan Afif El Hadi, Putra, Angling, Sakti, Paul dan yah ternyata ada insan ini pula) di YouTube. Awalnya videonya buat hiburan aja sih, sekalian gue pengin tau dah noh anak kuliahan di Jerman tuh kaya apa. Semakin kesini COOLYAH gak upload video lagi, kemudian insan ini buat channel YouTube sendiri. Bedanya dan yang paling gue notice pertama, insan ini itu waktu mulai channel YouTube sendiri dah mulai berhijab dan setelah gue tonton video yang nerangin kenapa? Gue makin resep. Niatnya bagus. Ditambah seringkali tema yang diangkat ke videonya itu ada hubungannya dengan hidup gue.

            Setelah itu gue mulai subscribe channel-nya, kian hari, minggu dan bulan gue gak cuma dapet hiburan tapi Alhamdulillah malah banyak yang bisa gue praktekin real life. Semakin lama semakin menarik dan berbobot menurut gue, ditambah insan ini buat sebuah sekmen untuk mengulik lebih “Tentang Jerman”. SIP dah! Ketertarikan gue makin-makin hehe. Insan ini bahas tuh mulai dari yang mendasar, perbedaan Jerman dan Indo, sistem transportasi, cara belajar, rasismus, berhijab di negara Jerman, sampai soal skripsi dan biaya hidup disana. Gak cuma enaknya aja yang dijelasin tapi juga ada gak enaknya dan itulah yang bikin mikir lagi. Kuliah di negeri orang gak selamanya nyenengin kaya di foto instagram. Selalu ada up and down-nya.

Selain bahas tentang Jerman insan ini nambahin sekmen yang namanya “Beropini”. Disekmen ini, gue sebagai penonton jadi kaya diajak ikut ngobrol bareng dalam lingkup yang sama secara langsung tapi berfikirnya secara global gitu.  Menurut gue insan ini dalam menyampaikan sesuatu itu sangat komunikatif dan cara berfikirnya itu dalem dapet point plus untuk dijadiin panutan. Selain dari YouTube, ternyata insan ini juga punya sebuah blog yang namanya “A Cup of Tea” dari situ juga gue kaya dapet bensin untuk ikut tebar kebaikan melalui menulis.

            Lanjut lagi setelah dari blog dan vlog, dikala insan ini balik ke Indo mulai pertengahan puasa tahun ini, Masyaa Allah dia semacam dapat rejeki nomplok, gue sendiri yang jadi penonton setia ikutan seneng dan bersyukur. Mulai dari review makan halal waktu di NY begitu pulang kampung malah jadi kaya Brand Ambassador makanan tersebut, jadi presenter di acara televisi, buat lagu sampe masuk Top 31 di Itunes serta buat MV, ada juga Youtube Creators For Change yang beberapa hari ini baru ada di channel-nya, serta tidak lain yah : JADI PENULIS! Bukunya masuk kategori book of the week disalah satu online bookstore, sampe-sampe gue tungguin beneran tuh, pesen jam 00.04 dini hari biar gak kehabisan Hehe. True Story.

            Gue sendiri dah baca bukunya dan buku ini adalah buku yang paling cepet gue baca loh. Gue cuma butuh 4-5 jam aja untuk sampai di lembar akhir (mungkin itu termasuk lama ya? hehe). Gak tau kenapa juga, gak mau stop. Terlebih gue makin dag-dig-dug waktu baca tentang Paul yang Mustahil Bersyahadat, gue yang berasa muslim dari lahir jadi tambah malu kalau nyia-nyiain waktu (maksiat).

Ada juga tentang kata-katanya yang “Whatever that may come, you and I just need to do well, be nice to ourselves, to people around us. Because we are given only once chance. We only live once.”

“The key to live a happy life is to always be grateful and don’t forget the magic word : ikhlas, ikhlas, ikhlas. Itu DEEP banget loh.

            Nah, dari semua konten yang insan ini sampaikan, gue notice banyak, salah satunya adalah “Sebaik-baiknya berdakwah adalah dengan perilaku kita” I think YES! Di zaman yang modern seperti sekarang memang gampang menyerbarkan atau berdakwah dengan apa yang ada, tapi jelas tidak semuanya bisa menerima. Nah mungkin solusinya adalah berdakwah dengan perilaku sendiri, dengan berbuat baik Insyaa Allah itu juga bisa membuat sekitar menjadi lebih baik. Atau setidaknya kita yang berdakwah dengan perilaku sendiri bisa membuat generasi yang lebih baik dari keturunan atau keluarga sendiri. Lama kelamaan menjamur dan semuanya ikutan baik deh, smile. Aamiin ya Rabb. Terus gue juga jadi mikir untuk jadi lebih peduli dengan orang lain, gak ngandelin ego sendiri dan intinya senantiasa berbuat baik dah.

            Jadi conclusion dari “(K)” itu adalah Kebaikan. Yah, yang gue liat dari awal niat insan ini buat video, menulis bukan lain untuk dakwah dan berbuat kebaikan. Dan gue tambah yakin disini bahwa emang Allah SWT ialah terbaik dalam skenarionya, gue dah liat track record insan ini walaupun hidupnya belum usai, mulai dari yang belum berhijab sampai dengan nulis buku sekarang. Kalau kita emang berniat yang baik-baik Insyaa Allah akan dilancarkan oleh-Nya, dipermudah dan dibukakan jalan. Semoga dakwahnya senantiasa istiqamah. Oh ya! sekarang (hari ini) insan ini lagi on the way ke Jerman. Gue doakan selamat dan bisa terus bermanfaat-berfedah untuk orang banyak. Aamiin Ya Rabb.

            And this is #personify of  Gita Savitri Devi. 

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh




***


           


           























Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Dormistory

Better


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo?

Better! Better! Better! Lu kalau denger kata itu inget apa? Makanan ya!? Jajanan? (Mungkin anak jaman now gak tau kalau dulu harganya lebih murah tapi size-nya lebih gede. Hehe) Eits. Bukan, bukan mau nostalgia jajanan masa lalu. Kali ini gue mau bahas lebih tentang makna dari kata yang artinya Lebih Baik. So #herewidgo and this is #dormistory!

            Jadi tau kan Allah SWT punya 3 jawaban untuk permintaan atau doa yang kita panjatkan? Pertama, YA (Langsung dikabulkan), kedua YA (namun tunggu waktu yang tepat) dan TIDAK (Diganti dengan yang “Better”).  Beberapa hari yang lalu nih waktu gue doing something di kampus, gue ketemu nih sama salah satu adek kelas, disaat yang lain UKK (Uji Kompetensi Keahlian) dia dah bebas tugas karena sehari sebelum gue dateng dia dah beres. Jadi waktu gue nunggu guru gue selesai ngawas yang UKK gue ngobrol banyak sama ni anak, then dia cerita gitu tentang kegiatannya bulan lalu.

            Ceritanya ya hampir sama gitu karena gue juga pernah ikut almost similar event. Miripnya itu lanjutan event ini juga bakal go international gitu, tapi yang namanya juga event kaya gini kan gak semua peserta bisa ikut berangkat toh, akan ada seleksi dan ditentukanlah delegasi untuk kelanjutan event tersebut. Alhamdulillah yang cerita ke gue ini dia anak yang bakal berangkat itu. Tapi, dia sendiri juga bingung nih mau bilang ke peserta lain yang juga temen dia sendiri. Takutnya salah ngomong, nanti malah jadi masalah. Sebabnya sama sih kaya waktu gue dulu, pengumuman ini tuh cuma diberitahukan ke orang yang lolos doang, jadi peserta yang lainnya gak tau. Dan malah waktu itu terjadi ke gue, temen gue (mana waktu itu sekelas) nih tau pengumuman tuh dari guru yang tiba-tiba nyeplos di kelas waktu pelajaran. Niat gue mau ngasih tau baik-baik jadi gagal. Didiemin dah gue. Hiks. Serba salah.

            Nah bisa jadi kisah nyata diatas itu adalah jawaban Allah SWT yang pertama. YA! Langsung dikabulkan, namun bisa jadi dengan dikabulkannya apa yang lu minta itu juga bisa menjadi ujian bagi lu sendiri. Selain itu dengan dikabulkannya apa yang kamu minta, kan juga menambah tanggung jawab ngasih efek yang positif untuk pribadi dan orang lain.

Sakit emang kalau apa yang kita harapkan, sebut-sebut dalam doa dan setelah beberapa waktu kita spend more untuk hal itu tapi hasilnya is not satisfied. Huuuuh (menghela nafas). Kecewa itu pasti ya, kendati orang lain udah coba menghibur, sampai kita sendiri dah bilang ikhlas dan sabar BUT THE FEELS LIKE UMMM!!! UNDESCRIBED! Tapi ini bisa jadi contoh jawaban Allah SWT yang kedua. YA! Tapi tunggu waktu yang tepat.

Lanjut cerita nih, dulu setelah event gue selesai, bulan berikutnya kan ada tuh kegiatan yang mirip gitu. Karena gue dah ikut program sebelumnya jadi gue gak boleh ikut lagi program ini, jadilah gue buat bantu guru untuk kegiatan seleksinya. Kebetulan temen yang sekelas gue itu ikut nih, dan Alhamdulillah dengan ikhtiar dan tawakal ikut serangkaian kegiatannya. Dia juga yang finaly jadi delegasi untuk program tersebut. Kalau ditanya gue seneng atau nggak? Yang baca harusnya tau gimana. Mm, dari sini gue sadar betul akan jawaban Allah yang kedua ini, Allah mungkin tidak mengabulkan apa yang kita minta saat ini juga sebab dia yang lebih tau kapan waktu terbaik kita untuk menerima apa yang kita harapkan.

            Siang harinya, after yang gue tunggu selesai ngawasnya gue langsung ambil noh, sekalian cap 3 jari tangan (yaelah? Masa kaki! Hehe). Daripada nantinya kalau gue butuh legalisir gue bolak-balik nyebrang provinsi, langsung dah gue fotocopy terus dilegalisir. Sembari nunggu nih, setelah tadi paginya anak yang bakal berangkat nih cerita, sekarang ganti sama anak yang belum rezekinya berangkat. Ya cerita gitu sih, kecewa mah ya iya, jelas, malah kalau semakin dibahas katanya makin sakit hatee. Then i tell the jawaban Allah SWT yang ketiga itu. Saat ini mungkin tidak, tapi Allah pasti bakal ganti dengan yang “Better!”.

Again, gue bilanginnya sambil dongeng yang kalau bahasa novelnya based on true story/event. Dulu waktu gue seleksi untuk ikut Sakura Science Program, Alhamdulillah gue yang jadi delegasi untuk sekolah gue, waktu itu cuma gue seorang. Temen gue yang gak lolos pasti kecewa kan? tapi nih gue bantu doa dan dia juga terus berusaha, di next event dia juga malah kepilih gitu untuk jadi delegasi selanjutnya. Dan Alhamdulillah lagi, Malahan kemarin nih kita juga sama-sama ikut seleksi untuk S1 International Schoolarship Program gitu dan hasilnya juga Alhamdulillah dia yang dapat kesempatan untuk itu. Bukti kan? Allah SWT PASTI ganti dengan yang lebih baik.

Adek kelas tanya gue kecewa gak? Jujur ya ada aja, tapi kalau diresapi lagi ya enggak lah, seneng malah! Sebab apa? Seenggaknya walaupun bukan gue yang berangkat, tapi yang berangkat itu kan temen gue sendiri. Alhamdulillah ya gue punya temen yang dapet beasiswa sampe ke negeri orang gitu, gue bersyukur. Siapa tau nantinya dia juga bisa memberikan manfaat yang juga berdampak baik pada orang lain kan Alhamdulillah. Semoga ya! Aamiin ya Rabb. Alasan lain gue bersyukur, berarti dengan ini gue masih diberi waktu lebih lama sama keluarga gue, bakal banyak family & quality time (semoga), juga bahasa inggris gue ini kan masih ngalor-ngidul gitu. Hehe.

Lantas gue share juga gimana cara gue uktuk lebih ikhlas, sabar atau seenggaknya mengurangi rasa kecewa. Dengan apa? Ya dengan BERSYUKUR! Yap! Be Grateful GUYS-GIRLS. Gue sendiri juga sering kok mendapati kekecewaan, tapi ya lantas gue bersyukur. Biasanya gue sendiri bakal diem sendiri, spend time for my self terus gue sendiri mikir, apa yang gue punya, apa yang gue pernah rasakan itu orang lain ada yang tidak! Bahkan bukan cuma ada mahalah BANYAK yang tidak punya/rasakan. Dari sono noh biasanya yang buat gue sendiri jadi lebih ikhlas dan sabar. Bersyukurlah kamu yang pernah ikut seleksi/kegiatan apa pun, sebab dengan kamu ikut seleksi/kegiatan itu kan sudah menambah pengalaman tersendiri. Lah terus yang kalau gak pernah ikut seleksi/kegiatan gimana!? Ya bersyukur juga, kan itu dijauhkan dari rasa kecewa kalo gak lolos dan rasa ujub karena terlalu bangga dengan pencapaian. Bener nih ya! Menurut gue lebih banyak bersyukur itu lebih baik daripada berbangga. Percaya deh. Kenapa? Coba dalami makna dari ujub tadi (sesekali gue juga pengin cyberreaders nih cari sendiri makna lain dari tulisan gue ini, Ya! Peace!)

Ada yang lain nih pemikiran gue tentang jawaban Allah yang ketiga. Pasti diganti dengan yang “Better!” and unpredictable! Misal nih, ketika lu gagal untuk ikut lomba makan di Singapura. Tapi lu senantiasa sabar dan ikhlas, Insyaa Allah akan diganti dengan lu malah ikut lomba makan di Jerman, Perancis, Inggris, Dubai dan luar negeri lainnya. Atau malah lu jadinya ikut lomba minum di Luar Angkasa! Mm! Kan harus lebih bersyukur! Karena makan tanpa minum itu bagai taman tak berbunga! (lama-lama nih gaje! Hehe). Ya intinya gitu sih! Senantiasa sabar, ikhlas dan bersyukur.

At last but not last. Janji Allah SWT adalah benar dan keputusan-Nya adalah pasti. Ia akan selalu memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Kalau ditanya kapan? Gue cuma bisa jawab Someday! Ya, Entah Kapan Suatu Hari Nanti, Pasti. *ting

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh



***

                                                                                                                       


            

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Widgostory

Self Campaigh



Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarokatuh?
Allo?

Beberapa minggu ini i fell something different, but Alhamdulillah it’s very positive for me, My Self. Ya! Jadi beberapa waktu yang lalu (sampai dengan kalian baca ini sih ya? hopely, hehe) gue coba untuk lost contact dengan dunia ini (bukan kehilangan signal atau kehilangan arah entah kemana ya?) lebih tepatnya mengurangi aktivitas, baik itu langsung atau tidak langsung dengan orang lain dan dunia lain (Cyberspace maksudnya, bukan yang lain! Hi). Tenang, tenang, gue kaya gini bukan lagi depresi loh ya. Jangan mikir yang aneh-aneh, doakan saja terbaik. Oke!

Gue sendiri kepikiran to doing this setelah gue bisa nangkep something, apa yang gue pernah share dari seseorang noh, waktu 21 Maret kemarin di post Instagram. Gue yang semakin tua ini pengin lebih bermanfaat-berfaedah buat orang lain yang udah ngisi hidup gue yang AMAZING. Gue tulis ulang bagian yang gue maksud nih gini : “Take your time, kenalin diri lu dulu, kenalin dulu sebenarnya tujuan lu apa, -- akan bikin pusing banget sih karena again, kita nggak tau sebenernya manusia, kita tuh mau apa, yang kita bilang itu passion kita itu mungkin sebenernya adalah hal yang pengin kita kerjain karena kita tau itu gampang dan kita pasti bisa, sementara kita nggak mau challenge ourself, kita merasa takut kita ngerjain hal satu lagi, padahal siapa tau kalau kita ngerjain yang itu, berkahnya lebih dari yang sebelumnya – I DON’T KNOW.” Yah waktu itu gue sendiri kan emang masih kurang sedikit paham dengan apa yang coba gue sampaikan hehe. But sekarang gue sudah lebih paham gitu.

In this case gue pengin tau, explore lebih jauh tentang diri gue sendiri, another miracle yang Allah beri ke mahluknya ini. Dengan begitu gue banyak ambil waktu untuk sendiri, tapi kayanya emang terlalu sendiri, karena emang sudah terlalu lama sendiri (EALAH LAGU, hehe). Sampe-sampe nih gue 2 minggu di Serang, Banten hampir sama sekali gak keluar rumah, ya keluar rumah paling buat shalat, beli pulsa dan beli siomay. Oh juga beli es krim glico yang Rp. 10.000 dapet sepuluh. Gue gak ngajarin untuk gak menyambung silaturahmi ya, tapi da emang noh komplek gak rame gitu loh, kaya orangnya itu kerja berangkat usai subuh dan pulang habis isya, millenials disana juga masih pada kecil gitu. So i just spend my time for my self.

Jadi gue ngapain aja selama beberapa minggu kemarin? Ini penjelasannya.

1.      Muhasabah diri
Ya jelas pertama gue instrospeksi diri gue, ngurangin hal-hal yang kurang bermanfaat. Gue lebih kaya bilang ke diri gue “Udah, mulai sekarang jangan doing ini-itu, kurang berfaedah!”. Misal ya, gue sendiri sekarang ngurangin dengerin musik yang gedumbreng-gedumbreng. Iya kan lagian gue agak demen liat dance cover video gitu kan, ya gue kurangi dan mencoba stop.

2.      Perdalam Ilmu Agama
Faktanya ya semenjak gue di rumah hal-hal positif yang biasanya gue lakukan di kampus dulu jadi berkurang, kaya shalat jamaah di masjid, sering buka Al-Qur’an, hafalan, ngobrolin tentang islam, cerita-cerita motivasi bareng temen/ustadz. Mungkin ini yang bikin waktu lebih banyak kosong di rumah, karena emang udah biasa dituntut terjadwal, sekarang malah bikin jadwal sendiri dan tuntutannya itu berkurang. Alhasil, shalat jamaah jadi lebih sering sama keluarga, hafalan sekarang lebih enak karena bisa mobile di smartphone, baca buku tuntunan beribadah waktunya lebih lama, nontonin obrolan dan motivasi islam sih jelas bisa cari sumber di intenet hehe. Alhamdulillah.

3.      Quality Time
Alhamdulillah ya, beberapa minggu ini nih lebih banyak ngobrol sesion bareng keluarga. Cerita-cerita tentang sehari-hari, nostalgia dan terus nanti biasanya orang tua banyak kasih nasihat buat anak-anaknya. Moment-nya kerasa, kaya masak aja yang tadinya gak pernah di kampus, well di rumah sekarang banyak eksperimen. Dekor kamar juga kayanya gak ada berhenti, walaupun nih kamar gue udah sesek kebanyakan tempelan, pengin aja terus difariasi. Sampe-sampe nih pernah ada tamu yang mau numpang ke toilet malah lama gak keluar dari kamar gegara nengok sana-sini katanya kamar gue rame kaya pasar malem. Hi.

4.      Olah Raga
Iya, semenjak lulus dan puasa dah jarang olah raga, hampir kagak pernah. Tapi demi menghindari dibilang kurusan atau gendutan, gue pilih untuk ideal dengan olah raga lagi. Tadinya pas baru mulai huft! Lari 3 kilo aja, balik-balik rasanya kaya pengin pingsan. Terlalu semangat push-up besoknya sampe gak kuat push-up. Ikutan coba 30 days fitness challenge di smartphone malah jadi tontonan tetangga. Hiks. Harus gimana gue?

5.      Baca
Yah, kalau yang ini jelas. Baca aja terus, dikamar mulu. Dan kadang kalau setengah hari di kamar dan jam 12 siang keluar rumah, pas kena cahaya matahari ini mata gue kiyep-kiyep, Hehe. Apalagi, gue ini kan kalau baca gak secepet temen gue yang lain. Orang lain yang pinjem buku bisa satu hari selesai, gue seminggu baru kelar (Bukan karena gue batasi waktu peminjaman buku ya, biasanya yang mau minjem malah sampe kesel karena yang punya buku bacanya gak selesai-selesai). Oh, Maafkan.

6.      Nulis
Ya kendati gue ini punya banyak waktu yang dimanfaatkan, paling banyak ya buat yang satu ini. Nulis. Sejatinya sih ngetik ya? Kan pake laptop, hehe. Tapi nih, karena gue sendiri kalau nulis itu kadang gak sesuai sama tema awal, gue jadi lama. True story ya, gue biasanya mau tulis tema A, tapi nanti jadi beranak tema B. Nah kalau nanti dibaca lagi buat di edit, malah bisa nemu lagi tema C. Akhirnya untuk jadi final draft gue pisahin tulisan A, B, C terus dikembangin sedikit dan baru jadi tuh final draft. Bingung ya? Yah, gue juga bingung gimana jelasinnya, tapi ya gitu deh.

Selain itu yah, gue juga coba untuk berkampanye-demo. Bukan bareng sama ormas, tapi ya campaigh buat diri sendiri. Gue kan dulu noh pernah bikin yang namanya Gajuvment (Ganbate Juveline Movement) buat kaya gerakan sebagai syarat sebelum gue ikut Sakura Science Program, which is gerakannya tuh buat bikin anak-anak muda zaman sekarang tuh lebih berfikir global yang positif gitu. Gue lantas coba tuh campaigh ke diri gue sendiri, karena gue pikir nih ternyata banyak juga waktu yang gue manfaatkan (catat : manfaatkan! Bukan habiskan! Hhe) buat swipe-swipe atau nonton video online gitu, gue pikir baiknya untuk kurangin dan dibatasin. Alhamdulillah ya hasilnya signifikan positif. Gue merasakan banyak hal yang sebenernya bisa dilakukan dan lebih bermanfaat gitu. Soalnya gue sendiri ya kadang liat banyak juga orang tuh malah share hal yang kurang penting (menurut gue). Yaelah kaya misal lu tuh share “GABUUUUUTTTTT, jari doang yang cuma di boomerangin, selfie, wefie, layar hitam penuh kegelisahan, curhat, galau, foto pacar dengan imik-imik yang ueh, kangen ini lah, itu lah, kangen gue (EH! INI GAK TERMASUK!) hehe”. Sorry gue gak bermaksud nyindir siapa-siapa, ini notice aja buat gue sendiri, KARENA GUE JUGA PERNAH GITU (kecuali yang gue underline. PEACE?). wkwkwkwk.

-tiba-tiba ada yang ngomong. Aduh nih orang apaan sih kok sok bener! Soak alim! Kan emang gunanya media sosial buat gitu! Buat share! Lu sendiri pernah bilang kalo share is care! Gimana sih! Katanya pengin berbuat baik, EH malah Berburuk sangka terus sama orang! HUH JOMBLOOOOOOO!!! (jujur gue sendiri ngakak waktu nulis yang ini! XD BERCANDA LOH *ting)-

Wei, Wei, Wei. STOP. Jangan negative thinking dulu, tapi ya coba deh lu pikir hal itu kan bisa diganti dengan share yang emang lebih bermanfaat. Kaya misal kutipan, potongan ayat Al-Qur’an dan sunnah. Siapa tahu orang yang baca jadi termotivasi, kan lebih bermanfaat. Juga buat reminder diri sendiri kan? Sebab nih ya ketika hati ini sering kali tersindir kata seseorang, apabila kita baik dalam menanggapi, disaat itulah Allah mencoba mengetuk pintu hati. Mmm. Tuh kurang perhatian apa coba Allah sama kita? Disaat kita mulai menikung-membelok dari ajarannya, Allah coba ingatkan lewat seseorang. Dan bisa jadi orang itu adalah kamu yang membagikan hal-hal yang baik. Jadi yuk share yang baiknya aja. Jaga hati loh.

Alhamdulillah, beberapa minggu ini gue jadi ya lebih nyaman dengan apa yang gue lakukan. Yang gue sendiri coba sampaikan ke orang gue praktekin lebih dulu. Terus gue jadi ngerasa punya private date sama diri sendiri, rasanya jadi lebih kenal sama jiwa ini. Hem! Mantap Soul Mantabdjiwoo dah! Hehe. Coba aja ya? Kenali diri lebih jauh, siapa tahu ada something awesome yang Allah anugerahkan tapi kita sendiri belum sadar. Coba hal-hal baru, lebih berfikir positif dan mengamalkan ilmu baik yang didapat. Semoga bermanfaat-berfaedah.

Alwasy Be #Positive and Salute!
Dengan Senang Hati, Kembali Kasih.



***



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Gen-Motiv


            Allo? So #herewidgo and this is #Widgostory

“Segala sesuatu itu yang penting harus diawali dengan Motivasi. Yang penting ada Motivasi dulu!” (Hhe, iya tapi ya kalo lu hidup hanya untuk dimotivasikan, rasanya ada yang kurang tuh faedahnya. Bisa jadi GAK ADA!). Dan jadilah Generasi Motiv (Gue nyebutnya demkian). Coba lihat aja ya seberapa banyak orang yang termotivasi ketika mereka membaca, nonton atau lihat orang doing something yang positif. Bahkan kadang ya kalau kita lihat orang doing sesuatu yang kurang baik sebenernya juga bisa jadi motivasi. (Again) tergantung gimana persepsi yang kita buat.

            Sering kali nih ketika gue sendiri baca sebuah artikel atau nonton sesuatu dari seseorang banyak banget yang nanggepin positif di komentar dengan kata-kata “Terima Kasih artikel/video-nya bikin termotivasi!” Baik itu dari netizen yang baru atau yang udah lama mantengin setia. Nah, dibalik senengnya seorang pembaca atau penonton yang termotivasi, gue lihat sendiri sampe ada yang lupa dengan diri mereka, dalam hal ini bukan amnesia. Lupanya itu mereka terlalu intens cari motiv tanpa ikut aktif setelahnya. Lihat aja ya? Ada berapa banyak hidup orang yang udah baca dan nonton ini-itu, udah tau banyak akan sesuatu dan udah lebih tinggi ilmunya tapi gak aktif. Generasi Motiv ini nih yang cuma get something but nothing. Istilahnya mereka ini sudah tahu itu jalan yang benar tapi mereka tetep aja diem ditempat, dan malah ada yang mundur eh, terus malah ke jalan yang salah. Semoga kita tidak demikian.

            Gue menyayangkan suatu hal disini, dimana ketika mereka nih yang setia (Alhamdulillah sudah mencoba care dan mau menimba ilmu dari seorang “creator”) itu malah jadi kurang berfaedah karena mereka manfaatkan apa yang mereka dapet tuh buat diri mereka sendiri. Dan ini nih yang gue maksud cuma motiv, tapi gak aktif. Emang sih ya setidaknya dengan kalian memanfaatkan ilmu yang kalian dapat hidup menjadi lebih baik. Tapi selagi kalian bisa bagikan ke orang lain, WHY NOT? Kalian gak harus kok ngomongin persis seperti yang “creator” itu maksud, takutnya malah nanti dikira menggurui. Coba sampaikan dengan bahasa yang menurut kalian lebih enjoy aja, kaya waktu ngobrol tiap hari gitu. Atau nih kalau emang dah mentok tuh, share aja lewat social media, ada pun orang yang kamu kirimin itu mau baca/nonton dan mengamalkan itu kan gimana orangnya. Kalo niat awal udah baik, In syaa Allah akan dibalas dengan sesuatu yang baik pula.

            Gue disini tidak bermaksud untuk men-jenis-kan seseorang atau suatu kelompok ya. Namun alangkah baiknya kalau lu dah punya suatu ilmu yang baik, jadikan itu energi untuk melangkah ke jalan yang benar. Maksudnya adalah ilmu yang kita dapatkan dari membaca/nonton sesuatu ya diamalkan dan juga dibagikan ke sekitar, biar yang baik itu gak cuma lu seorang. Inget kan salah satu hal yang paling berpengaruh dalam membentuk persepsi orang lain itu adalah environment. Dengan lu membagikan sesuatu yang positif ke lingkungan sekitar kan bisa menumbuhkan benih-benih persepsi yang baik. Ya thoo!? Terlebih lagi, manusia ini kan sering kali lupa ya? Dikhawatirkan nih, kalau kita terus-terusan diberi motiv tapi gak ikut aktif yang namanya “Lupa” itu kan gak jarang jadi alasan, hehe. Ilmu yang harusnya bisa lebih berfaedah kalo di share ke orang lain, malah jadi kurang.

Contoh aktif ya. Misal lu dah sering nih baca artikel ini itu tentang Menulis, baca di online juga offline, nonton di televisi, YouTube, dengerin di radio, ikut kursus, ikut seminar, ikut program-program dari penulis buku terkenal kan pasti banyak tuh ilmu yang lu dapet. Atau gak jauh-jauh dah sampe ikut ini-itu dah, yang suka bikin caption panjang banget di intagram beserta jumlah hastag yang banyaknya hampir kaya captionnya (Jadinya kaya balapan gitu). Kenapa dari itu lu gak coba aja nulis sendiri, bikin sebuah artikel. Gak harus dulu lu buat blog yang desainya muluk-muluk, kalau tulis di buku biasa aja dah bagus, yang penting rapih. Mau apa aja dah artikel, puisi, pantun atau apa pun.

Yang siapa tahu nanti kalo ada yang baca terus ditunjukin ke temen yang juga editor buku beneran kan bisa jadi noh buku lu? Atau nanti kalau dah banyak, tulisan tuh bisa di sortir, terus coba kirim ke penerbit siapa tahu bisa jadi buku yang out off the box dari biasanya, laris di pasaran, memotivasi orang banyak. Dan suatu saat ketika orang yang pernah baca buku lu itu bilang di launch buku pertama-nya (pembaca lu jadi penulis juga karena motiv dari buku lu) itu “Saya menulis buku ini terisnpirasi dari bukunya ‘si anu’ kerena memang blablabla...”. Eh Alhamdulillah ada produser yang baca kan siapa tau bisa nanti di opening ada nama lu? “Based on True Story, From Book ‘anu’ by ‘si anu’”. (Bilang “AAMIIN YA RABB, terus #SHALAWATIN dan laksanakan!).

Disini gue gak ngajarin untuk ngasih harapan yang muluk-muluk banget ya! Karena ya menurut gue kalu kita sudah punya niat baik ya jangan setengah-setengah. Kalau baik dan kita sungguh-sungguh karena Allah, In syaa Allah akan dijabah. Be #positive itu harus-selalu! Seandainya nih ditengah jalan ada yang ngomentari mimpi lu berlebihan ya kita tanggapin baik-baik aja. Dan percayalah setiap hal yang gue tulis dan ucap, baik in or out of cyberspace itu juga buat reminder gue pribadi ya. Mari kita saling memberikan motiv positif dengan aktif. Maafkan ya kalo sering juga gue kalo bahas sesuatu itu muter-rolling-in-the-deep. Hehe.

            Oh ya! Buat tambahan nih. Banyak dari mereka (Gen-Motiv) yang kalau misalkan seorang “creator” yang mereka sering pantengin tiba-tiba out of date dari yang biasanya mereka kasih notif ada artikel atau something new, terus diserbu tuh dengan berbagai komentar (lebih tepatnya hujatan).
“Mana artikel baru-nya!?”
“Mana Video?!”
“Kok jarang Upload Sih!”
“Dah SETOP ya?”
“Dah bosen yaa?”
“(dan masih banyak lainnya dah)” dah buruknya lagi malah jadi Haters sesaat, kemudian disaat udah ada sesuatu yang baru malah ikut hore-hore.

Coba deh pikir dulu, setiap “creator” itu kan juga punya kehidupan dibalik layar, dibalik semua yang mereka coba sampaikan dengan baik pada netizen kan juga punya kehidupan lain. Mereka gak Cuma LYFE di Cyberspace bro!? Dan buat artikel itu gak segampang comment “wkwkwk”. Terlebih setiap “creator” itu sering kali hanya bagikan kehidupan mereka yang seneng-seneng aja (in this case bukan yang pamer-pamer atau sok ngartis loh) kan biar yang baca/nonton bisa dapet faedahnya, jadinya kalau nanti ada yang nanya “Apa faedahnya baca/nonton itu?” kan bisa jawab. Ya masa? misal lu punya Youtube Channel terus ketika lu lagi susah (Nauzubillah) lu nangis-nangis minta duit terus di upload. Gak mungkin kan? kalau pun ada itu bukan lagi Pencitraan, tapi gak punya Citra!

            Hargai “creator” yang sering kali buat konten ya? Walau pun kadang kali kualitas dia sedang turun dari biasanya, tetep hargai. Bikin konten yang berkualitas itu gak segampang making yang cuma haha hehe (kuantitas). Kan semuanya butuh proses. Ok!? SIP!

 Always be #positive and Salute!
Hehe ^^


***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Persepsi Orang Mysterius


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo? 

Alasan gue gak post minggu kemari itu “Tergantung Persepsi Cyberreaders (Sebutan Pembaca SOMEDAY) Cie!” Ok, kalau belum paham, baca dulu aja, semoga paham dan berfaedah. #herewidgo and this is #widgostory

Semua itu tergantung gimana persepsi lu. Pasti pernah ada orang yang ngomong ke lu “Kamu berubah, kamu beda, you’re different, koe wis beda, koe wis ra pada atau apa bae bahasane setelah sekian lama menunggu, eh menanti (intine gak jumpa lama karena alasan yang beraneka ras-suku, bahasa dan agama sehingga sangat sulit-complicated untuk dijelaskan). Nah dari situ emang gak ada yang salah, tapi kalau mau menyalahkan itu adalah “persepsinya” (Enggak salah juga, tapi lebih tepatnya). Kenapa demikian? Ya ini penjelasan berikut unek-unek dan cerita singkat gue yang dipanjangkan. Langsung aja KEV!!! ^^

Orang lain tuh biasanya mengomentari sesuatu dilihat dari persepsinya, jadi dah pasti ya kalau something yang jadi persepsi itu sifatnya subjektif, artinya persepsi yang dibangun orang-orang pasti beda-beda tergantung jalan pikirannya. Persepsi ini dipengaruhi oleh banyak hal loh, salah satunya yang paling ngaruh menurut gue adalah lingkungan. So WHY? Kenapa gue pikir lingkungan itu memiliki andil yang tinggi dalam membangun persepsi orang? Ya jelas karena dimana tempat kamu hidup maka tempat itulah yang akan membuatmu hidup (Bagaimana caramu HIDUP). Orang-orang yang berada di lingkungan yang serba solo (Bukan stasiun balapan!), serba self-minded bakal beda sama lingkungan orang yang open-minded. Orang yang self-minded terkadang-yang sering (seringkali) berpikir flash and doing. Sedangkan orang yang cenderung open-minded bakal think-think-think dulu baru doing.

Contohnya ya, ada sebuah yang post about sesuatu nih, orang solo biasanya bakal comment apa yang ada dikepalanya, langsung ditulis dan done. Beda kali dengan orang yang open-minded yang kalau gue perhatikan (CIE) pasti think dulu before doing, bakal mikir sekiranya kalau dia ikut berkomentar apa faedahnya. Coba tanya diri lu sendiri? Pasti ada disini yang kalau nonton Youtube lebih rame milih nontonin comment-nya dulu dibandingkan videonya! (Alasan kuat lain karena Buffering, hha) Nah kalau pun orang self-minded ada yang demikian tak jarang terkontaminasi oleh orang yang sudah Hate! (Syukur-syukur ke yang Love) misalkan ada yang comment gini :
“Wah apaan nih! Jelek banget!”
“Malu-maluin.”
“Kamseuphay”
“Alay”
“Jijay”
“Siomay” (Self-minded yang laper).
Itu bisa jadi kompor buat orang lain buat nambahin hujatan lain loh, dan orang gini nih yang menurut gue orang solo, bukan stasiun balapan! (Again). Beda dengan orang yang open-minded yang pasti mikir dulu sebelum komentar. Coba sekarang pikir nih ya! Lu pilih mana? “Mending ikut-ikutan comment yang jelek dan nambahin jelek! Atau lu comment disana dan malah jadi WARKOM! (Perang Komen) sama si solo-solo itu?” kalau gue pribadi ya mending gak comment coy, soalnya yang namanya comment digituan gak akan ada yang mau ngalah walau pun udah diniatin jadi bener. Gak percaya boleh dicoba kalau gak malu, search aja di kolom pencarian akun yang depannya “HATERS” dah pasti kalau lu disitu jadi yang open-minded sendiri gak bakal menang. Yah dari awal gue dah bilang kalau lu hidup di Persepsi Hater ya lu gak bakal jadi Lover. Gitu. Bukti nyata sampai-sampai ada yah yang bilang, “Susah yah Mencintai something yang tidak Mencintai saya” #OOOWWW!!! Mau bekarya malah dihujat. MEH!

            Tuh kan lingkungan bawa persepsi ya, apalagi ini tentang menilai sesuatu. Saran gue yah, jadilah orang yang budiman ya!? Baik di Cyberspace apalagi di REAL Life. Boleh kita menilai tapi sebaiknya kita lihat dulu dampak kedepannya, pada dasarnya lebih baik berkata baik atau diam (Tambahan dari gue DAN DOAKAN TERBAIK!). Support terus orang yang sudah banyak membuatmu lebih bermanfaat misal orang yang nyemangatin hidup lu. Kita boleh memeberikan kritik tapi ya tadi jadilah kritiker (atau apalah istilahnya) yang baik dengan cara yang sopan, santun, jelas dan tidak ambigu. Karena kritik itu sangat bermanfaat untuk orang yang dikritik dan tentunya kamu yang mau mengkritik tidak harus yang ahli dalam halnya tapi juga jangan sotoy yah. Seorang pembaca tidak perlu menjadi penulis yang hebat untuk mengkritik tulisan dari seorang penulis buku yang dibacanya kan? Mari kita buat persepsi terbaik dalam melakukan berbagai hal terutama menilai sesuatu. Setelah itu kita buat persepsi dilingkungan kita menadi lebih baik. Lingkungan kita yang mana? Ya mulai dari keluarga-desa-kecamatan-kabupaten-provinsi-pulau-negara Indonesia-dan bahkan sedunia-sesurga (Cie kaya ngomong sama jodoh aja) #SiapaTahuJodohGueBacaJuga

Loh kok malah Jodoh! Udah ngomong-ngomong tentang persepsi, yang melatarbelakangi gue writing about perception itu,
- ada someone ngomong gini, “Vin? Eh Kev. Kamu beda yah sekarang?”
“Gue? Beda apanya?”
“Iya. Kamu beda aja, nggak mysterius kaya dulu.”
”@*^&#%*!^” (gue mbatin ya emang gue apa? + backsong The Second Breaktime – Mysterious yang jujur gue tunggu MV-nya sampai sekarang gak uga keluar padahal itu The Second Breaktime X eevnxx X Rockstar Indonesia dah buat semacam teaser di Instagram, kan gue kaya di PHP-in. BTW tetep aja dibaca sama kamu, iya kamu... Ini Persepsi Mysterious gue.)


 -- ENGGAK DING BERCANDA –
#Kegocek
#KalianKegocek
#CyberreaderKegocek
#NetizenKegocek
#EAEAEA

Terima Kasih sudah baca ato malah bahkan ter-GOCEK kaya Youtuber lain yang gue juga GOCEK lewat comment. Semoga Berfaedah.
Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Istigfar Tujuh Kali



Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
 Allo? 
Alhamdulillah kita dipertemukan dengan Jum’at berkah ini, Special Article in the 1438 H. langsung aja ya.. #herewidgo and this is #Widgostory.

Syeikh Ali Musthafa Thanthawi -raimahullah- pernah berkata demikian : (Dari tulisan ustadz Aan Chandra Thalib)
“Apakah Allah mencintaiku?”
Pertanyaan ini terus mengusikku!
Aku teringat bahwa kecintaan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya hadir karena beberapa sebab dan sifat yang disebutkan dalam Al-Qur’an al Karim.
Aku membalikannya ke dalam memoriku, untuk membandingkan apakah diriku sudah seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, agar aku dapat menemukan jawaban atas pertanyaanku itu.
Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang-orang yang bertakwa,” dan akutidak berani menganggap diriku bagian dari mereka (yang bertakwa)!
Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang-orang yang sabar,” maka aku teringat betapa tipisnya kesabaranku!
Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang-orang yang berjihad,” maka aku pun tersadar akan kemalasanku dan rendahnya perjuanganku!
Aku menemukan bahwa Allah mencintai “orang-orang yang berbuat baik.” Betapa jauhnya diriku dari sifat ini.
Saat itulah aku berhenti meneruskan pencaharian dan pengamatanku: Aku takut bila nanti aku tidak menemukan sesuatu pun di dalam diriku yang dapat menyebabkan Allah mencintaiku!

Aku periksa semua amal-amalku,
Ternyata didalamnya banyak yang bercampur dengan kemalasan/kelemahan, kotoran-kotoran dan dosa-dosa.
Seketika itu terbesitlah dalam ingatanku firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.”

Seakan-akan aku menjadi paham bahwa ayat itu adalah untuk diriku dan orang-orang sepertiku, seketika mulutku pun mulai komat-kamit membaca: Astagfirulah wa Atuubu ilaihi “Aku memohon ampunan Allah dan aku bertaubat kepada-Nya.”

#ISTIGFAR Beneran nih ya, setelah baca tulisan diatas gue jadi mingkem, lagu gonjrang-ganjreng yang gue denger dari tadi gue close terus buka Ms. Word dan gue ketik nih. Ya Alhamdulillah bangetkan tahun ini kita kembali dipertemukan dengan bulan yang  suci ini, bulan yang penuh makna dan yang In syaa Allah membawa banyak berkah (semoga kita termasuk yang mendapatkan keberkahannya. Aamiin). Nah dari serangkaian ibadah yang kita lakukan di bulan ini sudahkah benar, maksimal sehingga Allah mencintai kita? Seberapa rasa syukur kita yang panjatkan kepada-Nya? Jika menurutmu sudah, tambahlah dengan amalan lainnya. Jika sedang memulai memperbaiki diri, mari kita doa-kan Istiqamah. Dan yang belum? Karena mungkin masih-masih apa lah yang membuat itu menundamu, #ISTIGFAR, mau sampai kapan menunggu hidayah? Hidayah itu sejatinya dijemput bukan untuk ditunggu yaaa. So Ber-Taubat-lah, Yuk!?

Allah SWT sendiri yang berfirman dalam Al-Qur’an al Karim, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim: 8)

Dalam hal ini yang dimasud Taubatan Nasuha adalah bertaubat dengan menghindari dosa dan larangan Allah, Menyesali dosa yang telah lalu, Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang, Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya mengembalikannya. Bener-bener dah dalam bertaubat, karena yang gue tau gini “Kita sebagai manusia yang penuh dosa dan salah itu gak pantas untuk masuk surga, tapi kita juga gak akan mampu akan panasnya api neraka.” #ISTIGFAR. Percayalah Allah itu mencintai orang-orang yang bertaubat seperti dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 22)

Firman Allah itu juga ditambah kuat dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

“Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada diatas kendaraan nya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggakannya. Padahal hewan tunggangannya itu ada perbekalan makanan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri disisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim)

        Masyaa Allah, Sungguh besar rasa cinta-Nya kepada kita yang mau bertaubat. Sekarang renungkan dulu nih, Nauzubillah kita bakal salah melangkah dan masuk dalam Trap Satan. Apa yang kita bayangkan itu akan jauh sekali berbeda, Indahnya surga yang kita bayangkan akan lebih Indah dari apa pun. Dan juga sengsaranya orang yang ada di bumi ini bukan apa-apa dengan yang ada di neraka kelak. #ISTIGFAR. Semoga Allah senantiasa meng-Istiqamah-kan kita dan memudahkan kita dalam ber-Taubat serta meraih ridha-Nya. (Please ucap) Aamiin Yaa Rabbal’alamin.

Sadar gak sadar, kita yang sudah hidup sampai dengan kalian baca tulisan ini pasti dosa-nya gak sedikit kan? Iyain aja dulu terus #ISTIGFAR. Karena ya memang namanya manusia itu tempatnya salah, tapi kita juga pasti akan melakukan yang terbaik untuk setiap hal yang kita cintai. Do what you love and Love what you do, gitu kan? WOKEH, Kalau dihitung dari hari ini dua hari lagi bakal berganti tahun, yang jadinya 1439 Hijriyah alias Lebaran tuh, yang menurut gue itu merupakan moment yang pas untuk bikin New Story dalam hidup. Memulai sesuatu dengan yang baik In syaa Allah hasinya gak akan buruk. “Di awal kamu membentuk kebiasaan positif, selanjutnya kebiasaan positif yang akan membentuk kamu” itulah yang kenapa hampir selalu gue sampaikan di akhir untuk ALWAYS BE #POSITIVE. Sip!

#ISTIGFAR Oh ya! sebagai penutup kali ini gue dapat kutipan yang pas buat pembaca setia atau yang akan mulai setia pada Someday-nya.

“Allah memberikan dunia pada yang Dia cintai dan yang Dia benci. Tetapi Dia tidak memberikan (kesadaran ber) agama, kecuali kepada yang Dia Cintai. Maka barang siapa diberikan (kesadaran ber) agama oleh Allah, berarti ia dicintai oleh-Nya.” (HR. Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi)

Nah, maksud gue apa? Kenapa dirasa PAS untuk yang Setia? Ya gue berharap bawasannya dengan kalian mau membaca dan mengamalkan with niat Lillahita’ala maka kalian termasuk insan yang diberi (kesadaran ber) agama oleh Allah dan In syaa Allah DICINTAI-Nya. Aamiin ya Rabb. Stay Setia yah. Sebelum ditutup mari kita #ISTIGFAR bersama, Astagfirullahhal’adzim. Hehe. J

So that’s for today, Semoga berfaedah,
Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Temen Yang Temenan


Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?
             GUYS-GIRLS ditulisan ini gue mau unek-unek lagi disamping itu juga mau share something. Langsung aja ya #herewidgo and this is #Widgostory!
           
“Nikmat yang paling berharga setelah Iman dan Islam adalah memiliki sahabat yang Shalih.” Berikut adalah kata-kata dari Umar bin Khattab yang begitu menginspirasi gue dalam bersahabat atau berteman.

Ada yang pernah dengar “Jangan pilih-pilih temen”? yang menurut gue itu kurang tepat ya, karena gue sendiri merasa kalau kita berteman ya harus pilih-pilih karena apa? baik enggak-nya temen kita itu ya bakal menular ke diri kita. Istilahnya gini, kalau kita berteman sama tukang parfum ya kita bakal kena wanginya, tapi kalau kita berteman dengan pandai besi, kita pasti bakal kena abu atau malah kena apinya.

‘Adi bin Zaid mengatakan,
“Janganlah engkau bertanya tentang kepribadian seseorang, Tetapi tanyalah kepada temannya. Sebab, mereka saling meniru antara satu sama lain. Temanilah orang yang lebih utama takwanya, Niscaya engkau akan ketularan ketakwaannya. Janganlah engkau berteman dengan orang yang hina, Sebab engkau juga akan ketularan hinanya.”

Selain itu Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam sendiri yang bersabda,
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Jadi kalau menurut gue yang lebih bener itu “Jangan salah pilih teman” ya. Bertemanlah dengan seseorang yang senantiasa membawamu ke jalan yang diridoi oleh Allah SWT dan yang senantiasa saling mengingatkan jika salah satunya dibisiki setan. Terus kalau lu sudah punya temen yang baik peganglah dia erat-erat! (Bukan terus-terusan dipegangin ya! Nanti malah dikiranya “anu” hehe). Ya maksudnya teruslah pelihara hubungan baiknya. Yang namanya teman baik itu very limited didapatkan tapi sometime sangat mudah melepaskan. Teruslah berbuat kebaikan bersama teman ya!? Kan kalau berbuat baik sama-sama pahalanya In syaa Allah lebih GWEDE! Hehe Dan ini nih yang namanya GWEDE SIH TAPI ENAK BAGI-BAGI! Hehe *ting (Sorry, itu murni kelilipan).

Oh iya gue mau ingetin sesuatu, dimana teman yang baik ialah teman yang mau berbagi kebaikan. Caranya gampang salah satunya ketika kamu lagi mencari hal yang bermanfaat di internet terus lu nemu deh, lu bakal share ke temen yang lain. Ya di share ke temen, ke saudara, ke orang tua dan orang lain yang kita sayang. Kaya share tulisan ini contohnya! Kan Alhamdulillah banget kalau misalkan orang yang kita tag itu ikut mengamalkan apa yang kita baca. Jadi sedekah juga kan. Apalagi Bulan Ramadhan kaya gini. Jangan lupa niatkan karena ALLAH yaa!! Sip! Hehe.

Mmm, beberapa hari lalu gue Youtube-an (Mainan Youtube atau apalah itu bahasanya ya, gue tau lo pasti paham hehe). Nah disaat lagi nonton VLOG orang gue lihat di side bar ada video yang judulnya #temantapimenikah. Weh, awalnya gue biasa aja lanjut nonton terus sambil cari video lain. Tapi diakhir-akhir, disaat batas waktu kuota midnight udah mau beres (Iya gue biasanya jadi kalong baik, mencoba beramal baik dengan cara menonton video di Youtube tanpa lupa Like, Share, Comment dan Subscribe kan nambah rezeki orang tuh.. wkwkwk) gue sendiri penasaran dan langsung masukin #temantapimenikah di kolom pencarian, then enter! Ketemu dah sederet video dari #temantapimenikah. Dari tadi gue dah mikir ini VLOG isinya orang yang tadinya punya teman dan finnaly menikah gitu ya? Iya paling. Klik, gue klik satu videonya (itu video QnA, kalau menurut #temantapimenikah itu video #tanyajawab) sama aja ya!? Hehe. Nah itu video berdurasi 20 menit-an soalnya + ada hijab tutorialnya gitu. At last gue amleng waktu nontonin tuh video, i guest videonya berfaedah banget karena gue pribadi ambil banyak manfaat dari situ. Nah lagi semakin penasaran gue looking for #temantapimenikah di Google dan keluar tuh banyak artikel dan juga ternyata itu sebuah nama buku dengan judul yang sama #temantapimenikah.

Nah dari situ gue baru tau bahwa ada beneran loh kesempatan dimana seseorang yang dekat dengan kita ternyata menjadi jodoh tanpa disangka-sangka dan bukan lewat jalur yang haram (#pacaran). Soalnya yang dari dulu gue tahu, seseorang tuh yang tadinya temen – temen biasa – temen deket – pacaran – paling juga ujung-ujungnya bakal kandas ditengah-tengah karena ya memang itu hubungan yang gak direstui Allah, yang bikin dosa dan banyak ruginya (Maafkan pabila yang membaca juga pernah melakukan atau malah sekarang juga sedang demikian). Tapi bener kan gitu? Coba tanya ke dalam hati kamu ya? Kamu sendiri yang tahu dan jika kamu punya pendapat yang bisa menghalalkan pacaran silahkan diskusikan dengan orang yang lebih paham dan gunakan Al-Qur’an sebagai sumbernya ya? Oke. Gue bilang demikian ya karena memang kenyataannya demikian kan, gue sendiri kagum. Walau memang pasangan itu bukan satu-satunya dan yang pertama, tapi seenggaknya mereka membuktikan loh. Ada cara lain untuk mencintai-menyayangi seseorang yang kita cinta tanpa harus membuatnya berdosa dalam ke-klise-an yang menjerumuskan (Sorry kalo maksain hehe). Nikah itu yang Terbaik, menghalalkan-mencintai-menyayangi dengan cara yang Allah akan berkahi.

“Meh, apaan buktinya sekarang gue yang pacaran biasa aja, gak tambah miskin, gak ngurangin harta, tetep sehat dan dia juga tetep sayang apalagi ibadah juga tetep jalan serta blablabla lainya. Lagian kalau jaman sekarang ini gak dijadiin pacar dulu, nanti terus tiba-tiba ngajak nikah ya apa dianya mau? Terus apa kata orang tuanya?” (Gue harap gak ada yang demikian sih, itu cuma gue aja yang berfikiran, Maafkan. Oke?) Ya sip okeh, kalau ada yang demikian ya wajar karena pendapat kita gak selamanya bakal diterima orang walau pun itu pendapat yang memang benar apa adanya dan semestinya. Yang saya mau sampaikan bawasanya itu loh temen yang temenan (Beneran ; javanese) temen yang kalau benar dia cinta-sayang pasti dia akan lakukan yang terbaik untuk kamu dan kalau bener niatnya yang bakal halalin dan REAL bikin bahagia ya itu-yang jelas jodohmu. Sorry aja kalau memang kadang teman yang kita harapkan demikian, yang juga ingin ceritanya kaya #temantapimenikah gak sama persis ceritanya ya gak papa, setiap orang kan skenario hidupnya sudah berbeda dan gue yakin setiap orang itu skenarionya sudah yang terbaik.

Anggap aja sekarang orang yang kamu dambakan itu malah justru pacaran dengan orang lain, kan sakit kan? (Apalagi kalo sama temen kita sendiri, UH #pedih hehe) Tapi ya mau gimana? Gitu yah yang namanya #FRIENDZONE? Karena ada yang bertanya demikian, nah lalu diexplain tuh : “Berati ya kalian berteman dulu aja, dia nganggapnya temen. Tapi yang perlu diinget adalah umur kalian berapa? Karena waktu iku kita (#temantapimenikah) bisa akhirnya nikah karena waktu itu umur kita udah 25 (Celetuk gue mikir seandainya yang nanya itu umur 7 tahun ; karena kan jaman sekarang anak kecil lebih tau #frienzone daripada gue. KAN GAK ETIS KEV!! ^^). Selain itu kan karena disaat itu kan udah siap segala lahir-batin, mental terus materi ada. Jadi kita langsung aja menuju pelaminan gitu. Kalau itu #friendzone elu ya nikmatin aja, tunggulah cowok/cewek yang tepat dan waktu yang tepat.” Dan lagi disampaikan cara gak galau nungguin sahabat sendiri biar jadi temen hidup beneran, lantas dijawab “Lo lakuin dulu apa yang bermanfaat untuk hidup lo, jangan sia-siakan waktu lo, nikmatin dulu, enjoy your life, lebih banyak ngasilin sesuatu atau karya, sibukin diri dengan apa yang lo bisa sekarang. Jadi itu menghilangkan galau lo.” Lalu ditambahkan “Sibukin belajar, Waktu sama keluarga, sama temen-temen/sahabat, lakuin apa yang bisa menjadi passion siapa tau nanti bisa invest skill atau kemampuan buat masa depan karena itu yang paling penting dan nanti In Syaa Allah juga dapet JODOH YANG BAIK. Dan lagi nanti kalau udah ada yang mau cerita, JANGAN GENGSI, harus saling mendengarkan karena siapa tahu itu Jodoh lo. TERIMA.” Yasss, gitu GUYS-GIRLS. Yang penting kita Ikhtiar dan Tawakal serta Sabar itu harus.

Gue doa-kan deh (baiknya saling mendoakan yaa), semoga kalian mendapatkan Temen yang temenan, Jodoh yang terbaik diwaktu yang terbaik pula. Aamiin ya Rabb. Oh ya dan satu lagi kata-kata yang gue paling suka itu adalah : “Karna #temantapimenikah lebih baik dari pacaran tapi gak nikah nikah.”
- #temantapimenikah –

Mmm, ini bukan blog dimana gue sebagai penulis disuruh ngemeng-ngemeng dan dibayar ya, IT’S ALL PURE FROM MY SELF, Kevin Widgo. Dan lagi, semisal ada yang blablabla gue fine aja, itu kan juga pilihan orang, gue cuma mau cerita, ngeluarin unek-unek yang gue harap bisa bermanfaat. Sekian, yang mau silahkan follow dan subscribe #temantapimenikah, juga kak Ayu dan kak Dito serta Sekala anaknya. (Jangan lupa gue juga, EA! Wkwkw) Hehe.


Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


***



Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

Every Day's

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus. Always be #positive and Salute! ^^

Translate

Ads Day's