In Personify

Thanks Mans


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo?

            Yeaaay!!! Eh, Alhamdulillah maksudnya hehe. For the first time ever gue ketemu penulis buku beneran. Sebenernya ini bisa masuk ke #widgostory but because udah akhir bulan dan gue cuma nulis satu artikel bulan ini otomatis jadi #personify yah? (maafkan ini gak penting, tapi yaudah).

            So yestermonth gue ketemu insan ini disalah satu acara bukunya, yang sebenernya itu acara kedua, yang pertama gue gak dateng berhubung waktu acara pertamanya cukup jauh dan gue di Cilacap. Tapi Alhamdulillah doa yang tulus kembali mendekatkan kami diwaktu yang lebih baik (cielah alay!). Tapi beneran loh gue sendiri gak nyangka, soalnya waktu dapet notification itu gue masih di Banjarmasin. Dateng gak ya? Dateng gak yaa? Sempet bingung sih karena waktu juga belum beli tiket balik. Then gue daftar dulu dah, kan kalau gak jadi dateng juga bisa cancle dan kirim e-mail.

            Nah cerita awal gue kenal insan ini dah lama dulu waktu gue kecil juga dah tahu, ya sekedar tahu gitu. Tapi ya setelah itu ilang dah ingetan sampe pada waktunya insan ini nulis buku pertamanya. Waktu PO pertama gue emang gak ikut karena emang kurang interesting sama bukunya. Eh tetiba ada temen yang juga beli dan dapet juga bonusnya terus diunggah ke sosial media. Lihat-lihat dan pikir-pikir soal bukunya, kok jadi kepengin yaa. Yaudah gue cari di online shop dengan syarat yang ada bonusnya hehe. Tapi sayang belum jodoh jadi gue beli aja yang regular. Alhamdulillah saking pengin dapet bonusnya which is murotal dari si penulisnya dengan niat baik gue cari YouTube (padahal copyright, hiks) dan ADA! YASS! Terus ya terus harusnya yang baca tahu gue apain? Hihi. Dengerin lah. Hehe.

            Dari sono noh Masyaa Allah, bukunya bagus dan karena isinya Based From True Story jadi malah kaya insan ini sendiri nih yang cerita langsung, bahasanya juga mudah dipahami, dah kaya ngobrol aja intinya. Maafkan sedikit spoiler, buku pertamanya itu berdasarkan pandangan gue tentang cara meraih mimpi melalui jalan yang diridhoi Allah, bawasanya selalu libatkan Allah dalam segala hal. Raih dunia lewat Al-Quran dan yang selalu inget pesan bapaknya “Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus!”. Buku keduanya itu isinya bekisar pertanyaan dan jawaban alias Q&A yang dibukukan. Bukunya ngingetin pembacanya untuk lebih sabar, gak gampang nyerah dan senantiasa bersyukur. Bahkan dibeberapa question ada yang nanya deep banget. Dan lagi karena dalam memberikan jawaban itu gak ada kesan mengguruinya, jadi lebih enak diserap oleh pembacanya. “No matter what, no matter how nothing is impossible for Allah”.


Lanjut ya? Sesampainya ditempat eh dah lumayan rame, banyak yang duduk-duduk, berdiri sambil nunggu tempatnya tuh buka (you know lah bookstore kan paling baru buka pukul 10.00). Namun entah mengapa sebelum waktunya, pintu dah dibuka, yang gue realize pertama kok pada cepet-cepet amat jalannya gue juga ngikutin demikian. Nah begitu masuk gue langsung dapet kenalan, yang mana usai acara itu disebut penulisnya mirip Young Lex hehe, ini true story loh. Eh tapi kok iya yah setelah gue pikir-pikir, wkwkwk gak ding, bercanda ya Ibnu, gue malah berterima kasih. Yah sesuai ekspektasi sih yang dateng kebanyak akhwat karena sudah dibenarkan dengan liat jumlah nama pendaftarnya waktu itu.

Gak lama setelah semuanya masuk, acaranya mulai, setelah kenalan sama hostnya (Allo kak Mamah? hehe), dipanggilah penulisnya. And yaaaaaa... (undescribe feels) itu ruangan jadi crowded sangat. Terus kita yang disana diajak insan ini untuk ngaji Q.S. An-Naml ayat 60-63 satu-satu! enggak ding, bareng-bareng hehe. Selanjutnya bahas tentang “Tekanan” dan solusinya dari surat yang dibaca tadi.

Ya rangkumannya bisa diambil dari Q.S. An-Naml ayat ke 62 yang artinya “Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di Bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.”

Jadi Bawasannya apabila kita sebagai manusia sedang dalam kesulitan, kesusahan atau tekanan maka berdoalah hanya kepada-Nya, niscaya Allah SWT akan menghilangkan kesulitan tersebut. Selain itu senantiasa mengingat Allah SWT.

Selain itu insan ini juga ngasih tips untuk menghafal Al-Quran, berdasarkan metode yang dia gunakan sendiri. Setelah itu dia ngaji Al-Quran dan tibalah ke sesi tanya jawab. Waktu itu diambil tiga orang untuk memberikan pertanyaan dan ALHAMDULILLAH gue salah satu dari mereka. Awalnya (true story) gue bingung mau tanya apaan, walaupun dari kemarinnya sampai dengan berangkat tadi gue sempet kepikiran kalau bisa tanya mau nanyain apaan? And finally i asking about 2 question (padahal yang lain cuma satu, hehe):
1.    Jika hidupmu tak lama lagi, what will you do the most?
2.    Tips to be Content Creator especially Dakwah?

Kemudian insan ini menjawab :
1. Ok, Sebisa mungkin gue akan berbagi ilmu ke orang lain, bantu mereka biar ilmunya gak sia-sia dan biar jadi amal jariyah di kubur nanti.
2. – (sebelumnya ngomong panjang tentang YouTube, then,) Inget aja Visi-Misi kita buat konten dakwah itu seperti apa dan kira-kira yang lebih memprihatinkan, sikap kita itu apa? Gitu aja sih Mas, Makasih (terus gue ngangkat tangan kanan bentuk emoticon Ok).

Seriously, for the first question i know why gue nanyain tentang itu, but i think itu gak salah dan bener sih, kan kita gak tahu mana kita jumpai  lebih dulu, jodoh or kematian. Dan untuk yang kedua gue bakal buat edisi khusus untuk itu, so just wait ya, be calm, hehe).

Alhamdulillah acaranya bermanfaat dan berfaedah sih, Hostnya juga seru (Thanks again, Kak Mamah), paling sometime garing, ya emang audience-nya aja yang belum sarapan wkwkwk. Kajian dan acara kaya gini menurut gue lebih worth it dibanding hangout ke tempat yang kurang faedah. Dan ilmunya Insyaa Allah bisa langsung diterapkan, selain itu juga bisa nambah temen (eh malah ada yang cerita buat grup WA usai acara, ini ngakak sih). Gak lucu ya? Yaudaah. Wkwkwk.

Yang gue belajar dari insan ini sebenernya bikin gue “malu” karena diusianya yang masih muda udah bisa jadi influencer yang positif, hafidz Al-Quran dan pengalaman yang banyak. Tapi dari situ gak bikin iri orang, gak seneng nyinyirin orang, justru insan ini juga yang nekanin untuk gak ragu bermimpi tinggi. Asalkan libatkan Allah dalam setiap mimpi Insyaa Allah dikabulkan, apalagi jika niatnya baik. Selain itu gue sadar bener yang katanya pengin apa-apa “SHALAWATIN!” mau ini-itu “SHALAWATIN!” Insyaa Allah dengan banyak shalawat dan mengingat kepada-Nya, Allah akan memberikan yang terbaik. Anyway kebukti bener dah semuanya, Alhamdulillah skenario-Nya memang luar biasa, yang senantiasa dishalawatin, didenger almost everyday murotalnya before i dreaming, Alhamdulillah ketemu, malah dijawab pertanyaannya langsung. Masyaa Allah.

Guys, this is #personify of Wirda Salamah Ulya Mansur. Thanks Mans!

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.




***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Kembali Pulang


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo?   

As well as you know (mungkin), dua minggu lalu gue goes to borneo and seriously guys, kala itu bukan untuk kerja ya hehe. Jadi gue mau cerita dikit nih, tentang apa aja yang gue dapet selama traveling-silaturahim disana hehe.

            Jadi sebenarnya gue tuh kesana untuk silaturahmi ke keluarga gue yang ada di Banjarmasin, nah ceritanye kakek gue ini emak-nya alias buyut gue orang sana (or pernah tinggal disana) so gue punya saudara disana. Ekspektasi gue ya silaturahmi biasa aja, but reality-nya its amaze bruh! wkwkwk. Gue bilang amaze because gue rasa emang waktu yang gue jalani selama seminggu itu worth it banget. Why? Ya because ternyata saudara gue gak cuma empat sampai lima orang aja (which is gue mikirnya bakal tinggal di satu rumah selama seminggu, mondok sama satu keluarga doang). Tapi ya Alhamdulillah more and much more.

First impression gue terhadap Banjarmasin ialah jalannya yang almost gak ada beloknya (imagine! Lu naik motor 20 kilometer gak ada beloknya, bosen kaga?), kalau pun ada belokannya cuma dua sih, kalau gak ke kanan ya ke kiri hehe. Selain itu waktu disini juga lebih cepat satu jam, jadi yang gue kira acara biasanya dah kelewatan, disana belum mulai hehe. Juga emang setelah gue sadari sungai disini itu lebar-lebar walau gak selebar laut yang seluas your future. Aamiin ya Rabb.  Terus awalnya lagi gue ekspektasi agak aneh, gue kira nih rumah saudara gue bakal ngapung diatas sungai gitu wkwkwk. Ya gue kan taunya barito river hehe, yang terkenal pasar terapungnya, eh bukan! terkenal nenek Oke! (anak under 2000 harusnya tau).

Oh ya, jadi waktu itu gue emang kurang menau soal alamat saudara gue ini (kakek gue cuma berbekal secarik kertas), kakek gue nih ceritanya kalau mau berkunjung tu jarang ngasih kabar, ada pun sebulan sebelumnya, biar surprise kali ye?! (gak tau). Nah berbekal ingatan setengah abadnya itu gue manut aja sambil cari di maps, but at last the adress is not found. Serious. Yaiyalah bayangin lu move on dari suatu tempat dan balik lagi setelah lebih dari setegah umur lu. Everything is changed.

Untungnya ada tuh supir taxi yang gue tanyain rumahnya gak jauh dari lokasi, jadi selamat dah. Belum selesai dengan alamat, setelah sampai di alamat, kakek gue nih yang dari awal naik taxi banyakin ngomong perubahan sama supirnya juga mulai lupa sama wajah saudaranya sendiri (wajarlah yaa). Tapi tetiba disana ada seorang kakek-kakek yang udah gak muda nyamperin dan ternyata itu adeknya sendiri! (then they just give a big emotional hugs, with weeping bruh). Gak lama setelah itu nih kakek kegirangan dan langsung teriak manggil saudaranya, gak lama munculah sosok-sosok baru dalam hidup gue yang gak lagi mulus kulitnya tapi gue yakin halus dan tulus hatinya. Sebab semenjak pertama kali gue dateng itu sambutannya hangat banget, sehangat kopi hitam bercampur susu, kopi hitam semangatku... (malah bablas nyanyi, hehe). Gue langsung diajak ke rumah lama kakek gue dan setelah itu yang gue kira bakal have a long time buat istirahat, malah jadi gak kepikiran sama sekali karena terlalu sayang untuk dilewatkan, kecuali shalat! Hehe.

Dihari pertama aja hampir setiap jam ada saudara baru yang datang, Alhamdulillah ya walaupun gue sendiri yakin gak lama setelah mereka pulang nih mbah baru gue lupa nama gue hehe, gue juga demikian soalnya wkwkwk (saking banyaknya, wajarlah). Setelah gue saksikan sendiri emang udah gak ada yang muda lagi umurnya, tapi setelah dengar ceritanya, semangat mereka untuk menyambung hidup itu gak biasa. Luar biasa. Alhamdulillah itu mungkin kata yang paling banyak diucap. Senang sekaligus haru ya ketika lihat sendiri wajah kerutnya mengukir senyuman. Dan ekspekasi gue kembali salah karena setelah beberapa hari gue disana gue lihat hampir ini satu komplek rumah yang mana cuma bisa satu motor yang lewat itu saudara gue sendiri semuanya. Setiap harinya gue gak cuma makan disatu rumah tapi malah nomaden hampir setiap kali makan, tidur pun demikian. Gak cuma yang di satu komplek aja, gue sendiri juga sempat pindah daerah yang juga gak deket, kaya di sungai andai, sungai kapuas, landasan ulin, banjarbaru dan martapura. Dan kagetnya lagi ini adalah spesies orang banjar yang bisa ngapak semua, tambah bangga gue hehe. Intinya emang saudara gue TOP dah. Everybody here’s so kind.

Oh ya, Fakta lain yaitu saudara gue disana umurnya lebih banyak diatas gue, bahkan rata-rata gue panggil “mbah” atau kalau pun yang enggak dah nikah juga punya anak kecil. Tapi Alhamdulillah yang lain gue bisa silaturahmi juga sama saudara-saudari satu gen-FVS Samarinda domisili Banjarbaru. Walaupun cuma ketemuan dihari terakhir tapi ya gak jauh beda dari tipe-tipe anak asrama lain kalian so nice bro-sis. Thanks a lot yaaa.

And next ke tujuan utama lainnya adalah ziarah ke makam dari saudara gue. Dan berkat itu gue jadi keinget sama cerita bagus seorang penulis yang sepulangnya gue dari sana meet up sama gue (Alhamdulillah cie, fyi). Dibukunya tertulis begini:

 Betapa sering Malaikat Maut melihat dan menatap wajah manusia, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak tujuh puluh kali. Seandainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati. Namun karena Malaikat Maut adalah makhluk gaib, manusia tidak melihat kehadirannya. Dia pun tidak menyadari apa yang dilakukan Malaikat Maut.

            Yuk sesekali ngitung bareng ya. Biar kalau ditanya lagi ngapain juga bisa jawab lagi belajar hehe. 1 hari = 24 jam. = 1440 menit. Sebanyak 1440 menit/ 70 kali malaikat melihat kita = 20.571 menit. Artinya sang pencabut nyawa menziarahi kita setiap 21 menit. (Asli gue merinding waktuu nulis ini!)

            Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra. Rasulullah SAW. Bersabda “Malaikat Maut memperlihatkan wajah manusia dibumi sebayak 70 kali dalam sehari. Ketika izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak tertawa. Maka berkata izrail, ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak tertawa’.”

            Seorang sahabat pun pernah bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah seorang mukmin yang paling cedas?” Rasulullah SAW. menjawab “Dia yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut. Itulah orang yang paling cerdas.” (HR Ibnu Majah, Thabrani, Al-Haitsami)

            Masya Allah, gimana belajar itung-itungannya kali ini? Berfaedah bukan? Yuk bersama jadi orang cerdas dengan cara yang diridhoi Allah SWT? Aamiin ya Rabb.

So inti dari semua traveling-silaturahim ini ya sesuai dengan judulnya, Kembali Pulang. Because pulang memang jadi saat-saat yang setiap orang tunggu, baik itu setelah kerja, sekolah, kuliah atau acara lainya. Karena apa? Pulang itu membuat kita lebih nyaman dan karena memang pulang itu sendiri zona nyaman kita. Waktu untuk pulang sendiri memang sudah Allah SWT yang mengatur, coba pikir, hanya lima puluh dua tahun tidak berjumpa kok? Terus Alhamdulillah bisa ketemu lagi dalam keadaan yang sama sehat? Siapa yang bisa jamin lagi ada kesempatan gitu?

Jujur menurut gue seminggu itu gak cukup untuk bisa silaturahmi ke semua saudara yang di Kalimantan (include perjalanan 4 hari 444 kilometer wkwkwk), namun gue percaya skenario terbaik hanya milik-Nya. Dah hasilnya terbukti ketika gue pulang dan meet up (dibaca silaturahmi) sama penulis yang juga ngasih ide dan tulisannya diatas, itu Masyaa Allah banget sih hehe. Untuk kalian yang sedang diperantauan jangan lupa juga untuk pulang atau setidaknya selalu memberi kabar dan menjalin silaturahmi yang baik. Gue sendiri jujur pernah sangat menantikan yang namanya IBL (itu sinkatan Izin Berlibur Longtime apa ya? wkwkwk), ya kan emang dulu rumah gue gak deket dari kampus ditambah kangen yang luar biasa sangat amat paling dahsyat wow kepada keluarga (Unch. BOOM!) hehe.

Tapi the most must to rememmber adalah kepulangan yang sesungguhnya, kepulangan yang akan jadi selamanya. Didunia ini kan kita cuma mampir, tapi juga didunia ini kita menentukan jalan untuk kita pulang. Pasti semua mau zona nyaman abadi yang menyenangkan kan? Yah, mari saling mendoakan demikian. Semoga kelak kita berjumpa lagi di zona nyaman yang Allah persembahkan untuk orang-orang yang beriman. Aamiin ya Rabb. Semoga bermanfaat yah!?

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh



***





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Personify

Rentang (K)isah


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo?

            Judul tulisan gue kali ini juga diambil dari sebuah buku dengan judul yang sama (tanpa kurung). Huruf “K” diatas gue kasih kurung bukan karena nama gue depannya huruf tersebut. Yah pokoknya baca dulu dah, semoga berfaedah.

            Agak mau cerita banyak dulu nih sebelumnya. So far, dulu gue kenal (ealah sok kenal, wkwk) atau tahu insan ini dari sebuah video di YouTube, waktu itu gue lagi nonton video tiba-tiba nih di sebelah video tuh ada sebuah judul dan thumbnail, kalau gak salah itu “Petualangan Mengejar Sakura”, ya i know lah gue sendiri nih kan semenjak balik dari Japan exited banget kalau denger something like “sakura” gitu,  another reason adalah karena gue juga pengin tahu ternyata ada juga ya sakura di negara selain Japan? Dan eh, setelah gue tonton tuh videonya gue makin sreg karena tuh setting-nya di Germany, it’s like Ummm... negara yang gue pengin banget pijak dan jelajahi ternyata ada something yang gue exited banget. Klop dah.

            Dari nonton video tersebut gue kaya pernah lihat insan nih dimana yaa? Nah keinget dah gue, dulu gue pernah pula ya kaya nontonin video-video liputan anak kuliahan Jerman dari COOLYAH Entertaiment (video buatan Afif El Hadi, Putra, Angling, Sakti, Paul dan yah ternyata ada insan ini pula) di YouTube. Awalnya videonya buat hiburan aja sih, sekalian gue pengin tau dah noh anak kuliahan di Jerman tuh kaya apa. Semakin kesini COOLYAH gak upload video lagi, kemudian insan ini buat channel YouTube sendiri. Bedanya dan yang paling gue notice pertama, insan ini itu waktu mulai channel YouTube sendiri dah mulai berhijab dan setelah gue tonton video yang nerangin kenapa? Gue makin resep. Niatnya bagus. Ditambah seringkali tema yang diangkat ke videonya itu ada hubungannya dengan hidup gue.

            Setelah itu gue mulai subscribe channel-nya, kian hari, minggu dan bulan gue gak cuma dapet hiburan tapi Alhamdulillah malah banyak yang bisa gue praktekin real life. Semakin lama semakin menarik dan berbobot menurut gue, ditambah insan ini buat sebuah sekmen untuk mengulik lebih “Tentang Jerman”. SIP dah! Ketertarikan gue makin-makin hehe. Insan ini bahas tuh mulai dari yang mendasar, perbedaan Jerman dan Indo, sistem transportasi, cara belajar, rasismus, berhijab di negara Jerman, sampai soal skripsi dan biaya hidup disana. Gak cuma enaknya aja yang dijelasin tapi juga ada gak enaknya dan itulah yang bikin mikir lagi. Kuliah di negeri orang gak selamanya nyenengin kaya di foto instagram. Selalu ada up and down-nya.

Selain bahas tentang Jerman insan ini nambahin sekmen yang namanya “Beropini”. Disekmen ini, gue sebagai penonton jadi kaya diajak ikut ngobrol bareng dalam lingkup yang sama secara langsung tapi berfikirnya secara global gitu.  Menurut gue insan ini dalam menyampaikan sesuatu itu sangat komunikatif dan cara berfikirnya itu dalem dapet point plus untuk dijadiin panutan. Selain dari YouTube, ternyata insan ini juga punya sebuah blog yang namanya “A Cup of Tea” dari situ juga gue kaya dapet bensin untuk ikut tebar kebaikan melalui menulis.

            Lanjut lagi setelah dari blog dan vlog, dikala insan ini balik ke Indo mulai pertengahan puasa tahun ini, Masyaa Allah dia semacam dapat rejeki nomplok, gue sendiri yang jadi penonton setia ikutan seneng dan bersyukur. Mulai dari review makan halal waktu di NY begitu pulang kampung malah jadi kaya Brand Ambassador makanan tersebut, jadi presenter di acara televisi, buat lagu sampe masuk Top 31 di Itunes serta buat MV, ada juga Youtube Creators For Change yang beberapa hari ini baru ada di channel-nya, serta tidak lain yah : JADI PENULIS! Bukunya masuk kategori book of the week disalah satu online bookstore, sampe-sampe gue tungguin beneran tuh, pesen jam 00.04 dini hari biar gak kehabisan Hehe. True Story.

            Gue sendiri dah baca bukunya dan buku ini adalah buku yang paling cepet gue baca loh. Gue cuma butuh 4-5 jam aja untuk sampai di lembar akhir (mungkin itu termasuk lama ya? hehe). Gak tau kenapa juga, gak mau stop. Terlebih gue makin dag-dig-dug waktu baca tentang Paul yang Mustahil Bersyahadat, gue yang berasa muslim dari lahir jadi tambah malu kalau nyia-nyiain waktu (maksiat).

Ada juga tentang kata-katanya yang “Whatever that may come, you and I just need to do well, be nice to ourselves, to people around us. Because we are given only once chance. We only live once.”

“The key to live a happy life is to always be grateful and don’t forget the magic word : ikhlas, ikhlas, ikhlas. Itu DEEP banget loh.

            Nah, dari semua konten yang insan ini sampaikan, gue notice banyak, salah satunya adalah “Sebaik-baiknya berdakwah adalah dengan perilaku kita” I think YES! Di zaman yang modern seperti sekarang memang gampang menyerbarkan atau berdakwah dengan apa yang ada, tapi jelas tidak semuanya bisa menerima. Nah mungkin solusinya adalah berdakwah dengan perilaku sendiri, dengan berbuat baik Insyaa Allah itu juga bisa membuat sekitar menjadi lebih baik. Atau setidaknya kita yang berdakwah dengan perilaku sendiri bisa membuat generasi yang lebih baik dari keturunan atau keluarga sendiri. Lama kelamaan menjamur dan semuanya ikutan baik deh, smile. Aamiin ya Rabb. Terus gue juga jadi mikir untuk jadi lebih peduli dengan orang lain, gak ngandelin ego sendiri dan intinya senantiasa berbuat baik dah.

            Jadi conclusion dari “(K)” itu adalah Kebaikan. Yah, yang gue liat dari awal niat insan ini buat video, menulis bukan lain untuk dakwah dan berbuat kebaikan. Dan gue tambah yakin disini bahwa emang Allah SWT ialah terbaik dalam skenarionya, gue dah liat track record insan ini walaupun hidupnya belum usai, mulai dari yang belum berhijab sampai dengan nulis buku sekarang. Kalau kita emang berniat yang baik-baik Insyaa Allah akan dilancarkan oleh-Nya, dipermudah dan dibukakan jalan. Semoga dakwahnya senantiasa istiqamah. Oh ya! sekarang (hari ini) insan ini lagi on the way ke Jerman. Gue doakan selamat dan bisa terus bermanfaat-berfedah untuk orang banyak. Aamiin Ya Rabb.

            And this is #personify of  Gita Savitri Devi. 

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh




***


           


           























Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Dormistory

Better


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh
Allo?

Better! Better! Better! Lu kalau denger kata itu inget apa? Makanan ya!? Jajanan? (Mungkin anak jaman now gak tau kalau dulu harganya lebih murah tapi size-nya lebih gede. Hehe) Eits. Bukan, bukan mau nostalgia jajanan masa lalu. Kali ini gue mau bahas lebih tentang makna dari kata yang artinya Lebih Baik. So #herewidgo and this is #dormistory!

            Jadi tau kan Allah SWT punya 3 jawaban untuk permintaan atau doa yang kita panjatkan? Pertama, YA (Langsung dikabulkan), kedua YA (namun tunggu waktu yang tepat) dan TIDAK (Diganti dengan yang “Better”).  Beberapa hari yang lalu nih waktu gue doing something di kampus, gue ketemu nih sama salah satu adek kelas, disaat yang lain UKK (Uji Kompetensi Keahlian) dia dah bebas tugas karena sehari sebelum gue dateng dia dah beres. Jadi waktu gue nunggu guru gue selesai ngawas yang UKK gue ngobrol banyak sama ni anak, then dia cerita gitu tentang kegiatannya bulan lalu.

            Ceritanya ya hampir sama gitu karena gue juga pernah ikut almost similar event. Miripnya itu lanjutan event ini juga bakal go international gitu, tapi yang namanya juga event kaya gini kan gak semua peserta bisa ikut berangkat toh, akan ada seleksi dan ditentukanlah delegasi untuk kelanjutan event tersebut. Alhamdulillah yang cerita ke gue ini dia anak yang bakal berangkat itu. Tapi, dia sendiri juga bingung nih mau bilang ke peserta lain yang juga temen dia sendiri. Takutnya salah ngomong, nanti malah jadi masalah. Sebabnya sama sih kaya waktu gue dulu, pengumuman ini tuh cuma diberitahukan ke orang yang lolos doang, jadi peserta yang lainnya gak tau. Dan malah waktu itu terjadi ke gue, temen gue (mana waktu itu sekelas) nih tau pengumuman tuh dari guru yang tiba-tiba nyeplos di kelas waktu pelajaran. Niat gue mau ngasih tau baik-baik jadi gagal. Didiemin dah gue. Hiks. Serba salah.

            Nah bisa jadi kisah nyata diatas itu adalah jawaban Allah SWT yang pertama. YA! Langsung dikabulkan, namun bisa jadi dengan dikabulkannya apa yang lu minta itu juga bisa menjadi ujian bagi lu sendiri. Selain itu dengan dikabulkannya apa yang kamu minta, kan juga menambah tanggung jawab ngasih efek yang positif untuk pribadi dan orang lain.

Sakit emang kalau apa yang kita harapkan, sebut-sebut dalam doa dan setelah beberapa waktu kita spend more untuk hal itu tapi hasilnya is not satisfied. Huuuuh (menghela nafas). Kecewa itu pasti ya, kendati orang lain udah coba menghibur, sampai kita sendiri dah bilang ikhlas dan sabar BUT THE FEELS LIKE UMMM!!! UNDESCRIBED! Tapi ini bisa jadi contoh jawaban Allah SWT yang kedua. YA! Tapi tunggu waktu yang tepat.

Lanjut cerita nih, dulu setelah event gue selesai, bulan berikutnya kan ada tuh kegiatan yang mirip gitu. Karena gue dah ikut program sebelumnya jadi gue gak boleh ikut lagi program ini, jadilah gue buat bantu guru untuk kegiatan seleksinya. Kebetulan temen yang sekelas gue itu ikut nih, dan Alhamdulillah dengan ikhtiar dan tawakal ikut serangkaian kegiatannya. Dia juga yang finaly jadi delegasi untuk program tersebut. Kalau ditanya gue seneng atau nggak? Yang baca harusnya tau gimana. Mm, dari sini gue sadar betul akan jawaban Allah yang kedua ini, Allah mungkin tidak mengabulkan apa yang kita minta saat ini juga sebab dia yang lebih tau kapan waktu terbaik kita untuk menerima apa yang kita harapkan.

            Siang harinya, after yang gue tunggu selesai ngawasnya gue langsung ambil noh, sekalian cap 3 jari tangan (yaelah? Masa kaki! Hehe). Daripada nantinya kalau gue butuh legalisir gue bolak-balik nyebrang provinsi, langsung dah gue fotocopy terus dilegalisir. Sembari nunggu nih, setelah tadi paginya anak yang bakal berangkat nih cerita, sekarang ganti sama anak yang belum rezekinya berangkat. Ya cerita gitu sih, kecewa mah ya iya, jelas, malah kalau semakin dibahas katanya makin sakit hatee. Then i tell the jawaban Allah SWT yang ketiga itu. Saat ini mungkin tidak, tapi Allah pasti bakal ganti dengan yang “Better!”.

Again, gue bilanginnya sambil dongeng yang kalau bahasa novelnya based on true story/event. Dulu waktu gue seleksi untuk ikut Sakura Science Program, Alhamdulillah gue yang jadi delegasi untuk sekolah gue, waktu itu cuma gue seorang. Temen gue yang gak lolos pasti kecewa kan? tapi nih gue bantu doa dan dia juga terus berusaha, di next event dia juga malah kepilih gitu untuk jadi delegasi selanjutnya. Dan Alhamdulillah lagi, Malahan kemarin nih kita juga sama-sama ikut seleksi untuk S1 International Schoolarship Program gitu dan hasilnya juga Alhamdulillah dia yang dapat kesempatan untuk itu. Bukti kan? Allah SWT PASTI ganti dengan yang lebih baik.

Adek kelas tanya gue kecewa gak? Jujur ya ada aja, tapi kalau diresapi lagi ya enggak lah, seneng malah! Sebab apa? Seenggaknya walaupun bukan gue yang berangkat, tapi yang berangkat itu kan temen gue sendiri. Alhamdulillah ya gue punya temen yang dapet beasiswa sampe ke negeri orang gitu, gue bersyukur. Siapa tau nantinya dia juga bisa memberikan manfaat yang juga berdampak baik pada orang lain kan Alhamdulillah. Semoga ya! Aamiin ya Rabb. Alasan lain gue bersyukur, berarti dengan ini gue masih diberi waktu lebih lama sama keluarga gue, bakal banyak family & quality time (semoga), juga bahasa inggris gue ini kan masih ngalor-ngidul gitu. Hehe.

Lantas gue share juga gimana cara gue uktuk lebih ikhlas, sabar atau seenggaknya mengurangi rasa kecewa. Dengan apa? Ya dengan BERSYUKUR! Yap! Be Grateful GUYS-GIRLS. Gue sendiri juga sering kok mendapati kekecewaan, tapi ya lantas gue bersyukur. Biasanya gue sendiri bakal diem sendiri, spend time for my self terus gue sendiri mikir, apa yang gue punya, apa yang gue pernah rasakan itu orang lain ada yang tidak! Bahkan bukan cuma ada mahalah BANYAK yang tidak punya/rasakan. Dari sono noh biasanya yang buat gue sendiri jadi lebih ikhlas dan sabar. Bersyukurlah kamu yang pernah ikut seleksi/kegiatan apa pun, sebab dengan kamu ikut seleksi/kegiatan itu kan sudah menambah pengalaman tersendiri. Lah terus yang kalau gak pernah ikut seleksi/kegiatan gimana!? Ya bersyukur juga, kan itu dijauhkan dari rasa kecewa kalo gak lolos dan rasa ujub karena terlalu bangga dengan pencapaian. Bener nih ya! Menurut gue lebih banyak bersyukur itu lebih baik daripada berbangga. Percaya deh. Kenapa? Coba dalami makna dari ujub tadi (sesekali gue juga pengin cyberreaders nih cari sendiri makna lain dari tulisan gue ini, Ya! Peace!)

Ada yang lain nih pemikiran gue tentang jawaban Allah yang ketiga. Pasti diganti dengan yang “Better!” and unpredictable! Misal nih, ketika lu gagal untuk ikut lomba makan di Singapura. Tapi lu senantiasa sabar dan ikhlas, Insyaa Allah akan diganti dengan lu malah ikut lomba makan di Jerman, Perancis, Inggris, Dubai dan luar negeri lainnya. Atau malah lu jadinya ikut lomba minum di Luar Angkasa! Mm! Kan harus lebih bersyukur! Karena makan tanpa minum itu bagai taman tak berbunga! (lama-lama nih gaje! Hehe). Ya intinya gitu sih! Senantiasa sabar, ikhlas dan bersyukur.

At last but not last. Janji Allah SWT adalah benar dan keputusan-Nya adalah pasti. Ia akan selalu memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Kalau ditanya kapan? Gue cuma bisa jawab Someday! Ya, Entah Kapan Suatu Hari Nanti, Pasti. *ting

Always be #positive and Salute!
Dengan Senang Hati Kembali Kasih
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh



***

                                                                                                                       


            

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Widgostory

Self Campaigh



Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarokatuh?
Allo?

Beberapa minggu ini i fell something different, but Alhamdulillah it’s very positive for me, My Self. Ya! Jadi beberapa waktu yang lalu (sampai dengan kalian baca ini sih ya? hopely, hehe) gue coba untuk lost contact dengan dunia ini (bukan kehilangan signal atau kehilangan arah entah kemana ya?) lebih tepatnya mengurangi aktivitas, baik itu langsung atau tidak langsung dengan orang lain dan dunia lain (Cyberspace maksudnya, bukan yang lain! Hi). Tenang, tenang, gue kaya gini bukan lagi depresi loh ya. Jangan mikir yang aneh-aneh, doakan saja terbaik. Oke!

Gue sendiri kepikiran to doing this setelah gue bisa nangkep something, apa yang gue pernah share dari seseorang noh, waktu 21 Maret kemarin di post Instagram. Gue yang semakin tua ini pengin lebih bermanfaat-berfaedah buat orang lain yang udah ngisi hidup gue yang AMAZING. Gue tulis ulang bagian yang gue maksud nih gini : “Take your time, kenalin diri lu dulu, kenalin dulu sebenarnya tujuan lu apa, -- akan bikin pusing banget sih karena again, kita nggak tau sebenernya manusia, kita tuh mau apa, yang kita bilang itu passion kita itu mungkin sebenernya adalah hal yang pengin kita kerjain karena kita tau itu gampang dan kita pasti bisa, sementara kita nggak mau challenge ourself, kita merasa takut kita ngerjain hal satu lagi, padahal siapa tau kalau kita ngerjain yang itu, berkahnya lebih dari yang sebelumnya – I DON’T KNOW.” Yah waktu itu gue sendiri kan emang masih kurang sedikit paham dengan apa yang coba gue sampaikan hehe. But sekarang gue sudah lebih paham gitu.

In this case gue pengin tau, explore lebih jauh tentang diri gue sendiri, another miracle yang Allah beri ke mahluknya ini. Dengan begitu gue banyak ambil waktu untuk sendiri, tapi kayanya emang terlalu sendiri, karena emang sudah terlalu lama sendiri (EALAH LAGU, hehe). Sampe-sampe nih gue 2 minggu di Serang, Banten hampir sama sekali gak keluar rumah, ya keluar rumah paling buat shalat, beli pulsa dan beli siomay. Oh juga beli es krim glico yang Rp. 10.000 dapet sepuluh. Gue gak ngajarin untuk gak menyambung silaturahmi ya, tapi da emang noh komplek gak rame gitu loh, kaya orangnya itu kerja berangkat usai subuh dan pulang habis isya, millenials disana juga masih pada kecil gitu. So i just spend my time for my self.

Jadi gue ngapain aja selama beberapa minggu kemarin? Ini penjelasannya.

1.      Muhasabah diri
Ya jelas pertama gue instrospeksi diri gue, ngurangin hal-hal yang kurang bermanfaat. Gue lebih kaya bilang ke diri gue “Udah, mulai sekarang jangan doing ini-itu, kurang berfaedah!”. Misal ya, gue sendiri sekarang ngurangin dengerin musik yang gedumbreng-gedumbreng. Iya kan lagian gue agak demen liat dance cover video gitu kan, ya gue kurangi dan mencoba stop.

2.      Perdalam Ilmu Agama
Faktanya ya semenjak gue di rumah hal-hal positif yang biasanya gue lakukan di kampus dulu jadi berkurang, kaya shalat jamaah di masjid, sering buka Al-Qur’an, hafalan, ngobrolin tentang islam, cerita-cerita motivasi bareng temen/ustadz. Mungkin ini yang bikin waktu lebih banyak kosong di rumah, karena emang udah biasa dituntut terjadwal, sekarang malah bikin jadwal sendiri dan tuntutannya itu berkurang. Alhasil, shalat jamaah jadi lebih sering sama keluarga, hafalan sekarang lebih enak karena bisa mobile di smartphone, baca buku tuntunan beribadah waktunya lebih lama, nontonin obrolan dan motivasi islam sih jelas bisa cari sumber di intenet hehe. Alhamdulillah.

3.      Quality Time
Alhamdulillah ya, beberapa minggu ini nih lebih banyak ngobrol sesion bareng keluarga. Cerita-cerita tentang sehari-hari, nostalgia dan terus nanti biasanya orang tua banyak kasih nasihat buat anak-anaknya. Moment-nya kerasa, kaya masak aja yang tadinya gak pernah di kampus, well di rumah sekarang banyak eksperimen. Dekor kamar juga kayanya gak ada berhenti, walaupun nih kamar gue udah sesek kebanyakan tempelan, pengin aja terus difariasi. Sampe-sampe nih pernah ada tamu yang mau numpang ke toilet malah lama gak keluar dari kamar gegara nengok sana-sini katanya kamar gue rame kaya pasar malem. Hi.

4.      Olah Raga
Iya, semenjak lulus dan puasa dah jarang olah raga, hampir kagak pernah. Tapi demi menghindari dibilang kurusan atau gendutan, gue pilih untuk ideal dengan olah raga lagi. Tadinya pas baru mulai huft! Lari 3 kilo aja, balik-balik rasanya kaya pengin pingsan. Terlalu semangat push-up besoknya sampe gak kuat push-up. Ikutan coba 30 days fitness challenge di smartphone malah jadi tontonan tetangga. Hiks. Harus gimana gue?

5.      Baca
Yah, kalau yang ini jelas. Baca aja terus, dikamar mulu. Dan kadang kalau setengah hari di kamar dan jam 12 siang keluar rumah, pas kena cahaya matahari ini mata gue kiyep-kiyep, Hehe. Apalagi, gue ini kan kalau baca gak secepet temen gue yang lain. Orang lain yang pinjem buku bisa satu hari selesai, gue seminggu baru kelar (Bukan karena gue batasi waktu peminjaman buku ya, biasanya yang mau minjem malah sampe kesel karena yang punya buku bacanya gak selesai-selesai). Oh, Maafkan.

6.      Nulis
Ya kendati gue ini punya banyak waktu yang dimanfaatkan, paling banyak ya buat yang satu ini. Nulis. Sejatinya sih ngetik ya? Kan pake laptop, hehe. Tapi nih, karena gue sendiri kalau nulis itu kadang gak sesuai sama tema awal, gue jadi lama. True story ya, gue biasanya mau tulis tema A, tapi nanti jadi beranak tema B. Nah kalau nanti dibaca lagi buat di edit, malah bisa nemu lagi tema C. Akhirnya untuk jadi final draft gue pisahin tulisan A, B, C terus dikembangin sedikit dan baru jadi tuh final draft. Bingung ya? Yah, gue juga bingung gimana jelasinnya, tapi ya gitu deh.

Selain itu yah, gue juga coba untuk berkampanye-demo. Bukan bareng sama ormas, tapi ya campaigh buat diri sendiri. Gue kan dulu noh pernah bikin yang namanya Gajuvment (Ganbate Juveline Movement) buat kaya gerakan sebagai syarat sebelum gue ikut Sakura Science Program, which is gerakannya tuh buat bikin anak-anak muda zaman sekarang tuh lebih berfikir global yang positif gitu. Gue lantas coba tuh campaigh ke diri gue sendiri, karena gue pikir nih ternyata banyak juga waktu yang gue manfaatkan (catat : manfaatkan! Bukan habiskan! Hhe) buat swipe-swipe atau nonton video online gitu, gue pikir baiknya untuk kurangin dan dibatasin. Alhamdulillah ya hasilnya signifikan positif. Gue merasakan banyak hal yang sebenernya bisa dilakukan dan lebih bermanfaat gitu. Soalnya gue sendiri ya kadang liat banyak juga orang tuh malah share hal yang kurang penting (menurut gue). Yaelah kaya misal lu tuh share “GABUUUUUTTTTT, jari doang yang cuma di boomerangin, selfie, wefie, layar hitam penuh kegelisahan, curhat, galau, foto pacar dengan imik-imik yang ueh, kangen ini lah, itu lah, kangen gue (EH! INI GAK TERMASUK!) hehe”. Sorry gue gak bermaksud nyindir siapa-siapa, ini notice aja buat gue sendiri, KARENA GUE JUGA PERNAH GITU (kecuali yang gue underline. PEACE?). wkwkwkwk.

-tiba-tiba ada yang ngomong. Aduh nih orang apaan sih kok sok bener! Soak alim! Kan emang gunanya media sosial buat gitu! Buat share! Lu sendiri pernah bilang kalo share is care! Gimana sih! Katanya pengin berbuat baik, EH malah Berburuk sangka terus sama orang! HUH JOMBLOOOOOOO!!! (jujur gue sendiri ngakak waktu nulis yang ini! XD BERCANDA LOH *ting)-

Wei, Wei, Wei. STOP. Jangan negative thinking dulu, tapi ya coba deh lu pikir hal itu kan bisa diganti dengan share yang emang lebih bermanfaat. Kaya misal kutipan, potongan ayat Al-Qur’an dan sunnah. Siapa tahu orang yang baca jadi termotivasi, kan lebih bermanfaat. Juga buat reminder diri sendiri kan? Sebab nih ya ketika hati ini sering kali tersindir kata seseorang, apabila kita baik dalam menanggapi, disaat itulah Allah mencoba mengetuk pintu hati. Mmm. Tuh kurang perhatian apa coba Allah sama kita? Disaat kita mulai menikung-membelok dari ajarannya, Allah coba ingatkan lewat seseorang. Dan bisa jadi orang itu adalah kamu yang membagikan hal-hal yang baik. Jadi yuk share yang baiknya aja. Jaga hati loh.

Alhamdulillah, beberapa minggu ini gue jadi ya lebih nyaman dengan apa yang gue lakukan. Yang gue sendiri coba sampaikan ke orang gue praktekin lebih dulu. Terus gue jadi ngerasa punya private date sama diri sendiri, rasanya jadi lebih kenal sama jiwa ini. Hem! Mantap Soul Mantabdjiwoo dah! Hehe. Coba aja ya? Kenali diri lebih jauh, siapa tahu ada something awesome yang Allah anugerahkan tapi kita sendiri belum sadar. Coba hal-hal baru, lebih berfikir positif dan mengamalkan ilmu baik yang didapat. Semoga bermanfaat-berfaedah.

Alwasy Be #Positive and Salute!
Dengan Senang Hati, Kembali Kasih.



***



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Gen-Motiv


            Allo? So #herewidgo and this is #Widgostory

“Segala sesuatu itu yang penting harus diawali dengan Motivasi. Yang penting ada Motivasi dulu!” (Hhe, iya tapi ya kalo lu hidup hanya untuk dimotivasikan, rasanya ada yang kurang tuh faedahnya. Bisa jadi GAK ADA!). Dan jadilah Generasi Motiv (Gue nyebutnya demkian). Coba lihat aja ya seberapa banyak orang yang termotivasi ketika mereka membaca, nonton atau lihat orang doing something yang positif. Bahkan kadang ya kalau kita lihat orang doing sesuatu yang kurang baik sebenernya juga bisa jadi motivasi. (Again) tergantung gimana persepsi yang kita buat.

            Sering kali nih ketika gue sendiri baca sebuah artikel atau nonton sesuatu dari seseorang banyak banget yang nanggepin positif di komentar dengan kata-kata “Terima Kasih artikel/video-nya bikin termotivasi!” Baik itu dari netizen yang baru atau yang udah lama mantengin setia. Nah, dibalik senengnya seorang pembaca atau penonton yang termotivasi, gue lihat sendiri sampe ada yang lupa dengan diri mereka, dalam hal ini bukan amnesia. Lupanya itu mereka terlalu intens cari motiv tanpa ikut aktif setelahnya. Lihat aja ya? Ada berapa banyak hidup orang yang udah baca dan nonton ini-itu, udah tau banyak akan sesuatu dan udah lebih tinggi ilmunya tapi gak aktif. Generasi Motiv ini nih yang cuma get something but nothing. Istilahnya mereka ini sudah tahu itu jalan yang benar tapi mereka tetep aja diem ditempat, dan malah ada yang mundur eh, terus malah ke jalan yang salah. Semoga kita tidak demikian.

            Gue menyayangkan suatu hal disini, dimana ketika mereka nih yang setia (Alhamdulillah sudah mencoba care dan mau menimba ilmu dari seorang “creator”) itu malah jadi kurang berfaedah karena mereka manfaatkan apa yang mereka dapet tuh buat diri mereka sendiri. Dan ini nih yang gue maksud cuma motiv, tapi gak aktif. Emang sih ya setidaknya dengan kalian memanfaatkan ilmu yang kalian dapat hidup menjadi lebih baik. Tapi selagi kalian bisa bagikan ke orang lain, WHY NOT? Kalian gak harus kok ngomongin persis seperti yang “creator” itu maksud, takutnya malah nanti dikira menggurui. Coba sampaikan dengan bahasa yang menurut kalian lebih enjoy aja, kaya waktu ngobrol tiap hari gitu. Atau nih kalau emang dah mentok tuh, share aja lewat social media, ada pun orang yang kamu kirimin itu mau baca/nonton dan mengamalkan itu kan gimana orangnya. Kalo niat awal udah baik, In syaa Allah akan dibalas dengan sesuatu yang baik pula.

            Gue disini tidak bermaksud untuk men-jenis-kan seseorang atau suatu kelompok ya. Namun alangkah baiknya kalau lu dah punya suatu ilmu yang baik, jadikan itu energi untuk melangkah ke jalan yang benar. Maksudnya adalah ilmu yang kita dapatkan dari membaca/nonton sesuatu ya diamalkan dan juga dibagikan ke sekitar, biar yang baik itu gak cuma lu seorang. Inget kan salah satu hal yang paling berpengaruh dalam membentuk persepsi orang lain itu adalah environment. Dengan lu membagikan sesuatu yang positif ke lingkungan sekitar kan bisa menumbuhkan benih-benih persepsi yang baik. Ya thoo!? Terlebih lagi, manusia ini kan sering kali lupa ya? Dikhawatirkan nih, kalau kita terus-terusan diberi motiv tapi gak ikut aktif yang namanya “Lupa” itu kan gak jarang jadi alasan, hehe. Ilmu yang harusnya bisa lebih berfaedah kalo di share ke orang lain, malah jadi kurang.

Contoh aktif ya. Misal lu dah sering nih baca artikel ini itu tentang Menulis, baca di online juga offline, nonton di televisi, YouTube, dengerin di radio, ikut kursus, ikut seminar, ikut program-program dari penulis buku terkenal kan pasti banyak tuh ilmu yang lu dapet. Atau gak jauh-jauh dah sampe ikut ini-itu dah, yang suka bikin caption panjang banget di intagram beserta jumlah hastag yang banyaknya hampir kaya captionnya (Jadinya kaya balapan gitu). Kenapa dari itu lu gak coba aja nulis sendiri, bikin sebuah artikel. Gak harus dulu lu buat blog yang desainya muluk-muluk, kalau tulis di buku biasa aja dah bagus, yang penting rapih. Mau apa aja dah artikel, puisi, pantun atau apa pun.

Yang siapa tahu nanti kalo ada yang baca terus ditunjukin ke temen yang juga editor buku beneran kan bisa jadi noh buku lu? Atau nanti kalau dah banyak, tulisan tuh bisa di sortir, terus coba kirim ke penerbit siapa tahu bisa jadi buku yang out off the box dari biasanya, laris di pasaran, memotivasi orang banyak. Dan suatu saat ketika orang yang pernah baca buku lu itu bilang di launch buku pertama-nya (pembaca lu jadi penulis juga karena motiv dari buku lu) itu “Saya menulis buku ini terisnpirasi dari bukunya ‘si anu’ kerena memang blablabla...”. Eh Alhamdulillah ada produser yang baca kan siapa tau bisa nanti di opening ada nama lu? “Based on True Story, From Book ‘anu’ by ‘si anu’”. (Bilang “AAMIIN YA RABB, terus #SHALAWATIN dan laksanakan!).

Disini gue gak ngajarin untuk ngasih harapan yang muluk-muluk banget ya! Karena ya menurut gue kalu kita sudah punya niat baik ya jangan setengah-setengah. Kalau baik dan kita sungguh-sungguh karena Allah, In syaa Allah akan dijabah. Be #positive itu harus-selalu! Seandainya nih ditengah jalan ada yang ngomentari mimpi lu berlebihan ya kita tanggapin baik-baik aja. Dan percayalah setiap hal yang gue tulis dan ucap, baik in or out of cyberspace itu juga buat reminder gue pribadi ya. Mari kita saling memberikan motiv positif dengan aktif. Maafkan ya kalo sering juga gue kalo bahas sesuatu itu muter-rolling-in-the-deep. Hehe.

            Oh ya! Buat tambahan nih. Banyak dari mereka (Gen-Motiv) yang kalau misalkan seorang “creator” yang mereka sering pantengin tiba-tiba out of date dari yang biasanya mereka kasih notif ada artikel atau something new, terus diserbu tuh dengan berbagai komentar (lebih tepatnya hujatan).
“Mana artikel baru-nya!?”
“Mana Video?!”
“Kok jarang Upload Sih!”
“Dah SETOP ya?”
“Dah bosen yaa?”
“(dan masih banyak lainnya dah)” dah buruknya lagi malah jadi Haters sesaat, kemudian disaat udah ada sesuatu yang baru malah ikut hore-hore.

Coba deh pikir dulu, setiap “creator” itu kan juga punya kehidupan dibalik layar, dibalik semua yang mereka coba sampaikan dengan baik pada netizen kan juga punya kehidupan lain. Mereka gak Cuma LYFE di Cyberspace bro!? Dan buat artikel itu gak segampang comment “wkwkwk”. Terlebih setiap “creator” itu sering kali hanya bagikan kehidupan mereka yang seneng-seneng aja (in this case bukan yang pamer-pamer atau sok ngartis loh) kan biar yang baca/nonton bisa dapet faedahnya, jadinya kalau nanti ada yang nanya “Apa faedahnya baca/nonton itu?” kan bisa jawab. Ya masa? misal lu punya Youtube Channel terus ketika lu lagi susah (Nauzubillah) lu nangis-nangis minta duit terus di upload. Gak mungkin kan? kalau pun ada itu bukan lagi Pencitraan, tapi gak punya Citra!

            Hargai “creator” yang sering kali buat konten ya? Walau pun kadang kali kualitas dia sedang turun dari biasanya, tetep hargai. Bikin konten yang berkualitas itu gak segampang making yang cuma haha hehe (kuantitas). Kan semuanya butuh proses. Ok!? SIP!

 Always be #positive and Salute!
Hehe ^^


***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Widgostory

Persepsi Orang Mysterius


Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh?
Allo? 

Alasan gue gak post minggu kemari itu “Tergantung Persepsi Cyberreaders (Sebutan Pembaca SOMEDAY) Cie!” Ok, kalau belum paham, baca dulu aja, semoga paham dan berfaedah. #herewidgo and this is #widgostory

Semua itu tergantung gimana persepsi lu. Pasti pernah ada orang yang ngomong ke lu “Kamu berubah, kamu beda, you’re different, koe wis beda, koe wis ra pada atau apa bae bahasane setelah sekian lama menunggu, eh menanti (intine gak jumpa lama karena alasan yang beraneka ras-suku, bahasa dan agama sehingga sangat sulit-complicated untuk dijelaskan). Nah dari situ emang gak ada yang salah, tapi kalau mau menyalahkan itu adalah “persepsinya” (Enggak salah juga, tapi lebih tepatnya). Kenapa demikian? Ya ini penjelasan berikut unek-unek dan cerita singkat gue yang dipanjangkan. Langsung aja KEV!!! ^^

Orang lain tuh biasanya mengomentari sesuatu dilihat dari persepsinya, jadi dah pasti ya kalau something yang jadi persepsi itu sifatnya subjektif, artinya persepsi yang dibangun orang-orang pasti beda-beda tergantung jalan pikirannya. Persepsi ini dipengaruhi oleh banyak hal loh, salah satunya yang paling ngaruh menurut gue adalah lingkungan. So WHY? Kenapa gue pikir lingkungan itu memiliki andil yang tinggi dalam membangun persepsi orang? Ya jelas karena dimana tempat kamu hidup maka tempat itulah yang akan membuatmu hidup (Bagaimana caramu HIDUP). Orang-orang yang berada di lingkungan yang serba solo (Bukan stasiun balapan!), serba self-minded bakal beda sama lingkungan orang yang open-minded. Orang yang self-minded terkadang-yang sering (seringkali) berpikir flash and doing. Sedangkan orang yang cenderung open-minded bakal think-think-think dulu baru doing.

Contohnya ya, ada sebuah yang post about sesuatu nih, orang solo biasanya bakal comment apa yang ada dikepalanya, langsung ditulis dan done. Beda kali dengan orang yang open-minded yang kalau gue perhatikan (CIE) pasti think dulu before doing, bakal mikir sekiranya kalau dia ikut berkomentar apa faedahnya. Coba tanya diri lu sendiri? Pasti ada disini yang kalau nonton Youtube lebih rame milih nontonin comment-nya dulu dibandingkan videonya! (Alasan kuat lain karena Buffering, hha) Nah kalau pun orang self-minded ada yang demikian tak jarang terkontaminasi oleh orang yang sudah Hate! (Syukur-syukur ke yang Love) misalkan ada yang comment gini :
“Wah apaan nih! Jelek banget!”
“Malu-maluin.”
“Kamseuphay”
“Alay”
“Jijay”
“Siomay” (Self-minded yang laper).
Itu bisa jadi kompor buat orang lain buat nambahin hujatan lain loh, dan orang gini nih yang menurut gue orang solo, bukan stasiun balapan! (Again). Beda dengan orang yang open-minded yang pasti mikir dulu sebelum komentar. Coba sekarang pikir nih ya! Lu pilih mana? “Mending ikut-ikutan comment yang jelek dan nambahin jelek! Atau lu comment disana dan malah jadi WARKOM! (Perang Komen) sama si solo-solo itu?” kalau gue pribadi ya mending gak comment coy, soalnya yang namanya comment digituan gak akan ada yang mau ngalah walau pun udah diniatin jadi bener. Gak percaya boleh dicoba kalau gak malu, search aja di kolom pencarian akun yang depannya “HATERS” dah pasti kalau lu disitu jadi yang open-minded sendiri gak bakal menang. Yah dari awal gue dah bilang kalau lu hidup di Persepsi Hater ya lu gak bakal jadi Lover. Gitu. Bukti nyata sampai-sampai ada yah yang bilang, “Susah yah Mencintai something yang tidak Mencintai saya” #OOOWWW!!! Mau bekarya malah dihujat. MEH!

            Tuh kan lingkungan bawa persepsi ya, apalagi ini tentang menilai sesuatu. Saran gue yah, jadilah orang yang budiman ya!? Baik di Cyberspace apalagi di REAL Life. Boleh kita menilai tapi sebaiknya kita lihat dulu dampak kedepannya, pada dasarnya lebih baik berkata baik atau diam (Tambahan dari gue DAN DOAKAN TERBAIK!). Support terus orang yang sudah banyak membuatmu lebih bermanfaat misal orang yang nyemangatin hidup lu. Kita boleh memeberikan kritik tapi ya tadi jadilah kritiker (atau apalah istilahnya) yang baik dengan cara yang sopan, santun, jelas dan tidak ambigu. Karena kritik itu sangat bermanfaat untuk orang yang dikritik dan tentunya kamu yang mau mengkritik tidak harus yang ahli dalam halnya tapi juga jangan sotoy yah. Seorang pembaca tidak perlu menjadi penulis yang hebat untuk mengkritik tulisan dari seorang penulis buku yang dibacanya kan? Mari kita buat persepsi terbaik dalam melakukan berbagai hal terutama menilai sesuatu. Setelah itu kita buat persepsi dilingkungan kita menadi lebih baik. Lingkungan kita yang mana? Ya mulai dari keluarga-desa-kecamatan-kabupaten-provinsi-pulau-negara Indonesia-dan bahkan sedunia-sesurga (Cie kaya ngomong sama jodoh aja) #SiapaTahuJodohGueBacaJuga

Loh kok malah Jodoh! Udah ngomong-ngomong tentang persepsi, yang melatarbelakangi gue writing about perception itu,
- ada someone ngomong gini, “Vin? Eh Kev. Kamu beda yah sekarang?”
“Gue? Beda apanya?”
“Iya. Kamu beda aja, nggak mysterius kaya dulu.”
”@*^&#%*!^” (gue mbatin ya emang gue apa? + backsong The Second Breaktime – Mysterious yang jujur gue tunggu MV-nya sampai sekarang gak uga keluar padahal itu The Second Breaktime X eevnxx X Rockstar Indonesia dah buat semacam teaser di Instagram, kan gue kaya di PHP-in. BTW tetep aja dibaca sama kamu, iya kamu... Ini Persepsi Mysterious gue.)


 -- ENGGAK DING BERCANDA –
#Kegocek
#KalianKegocek
#CyberreaderKegocek
#NetizenKegocek
#EAEAEA

Terima Kasih sudah baca ato malah bahkan ter-GOCEK kaya Youtuber lain yang gue juga GOCEK lewat comment. Semoga Berfaedah.
Dengan Senang Hati Kembali Kasih,
Always be #positive and Salute!

Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarokatuh.


***

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Every Day's

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus. Always be #positive and Salute! ^^

Translate

Ads Day's